Psikolog Ingatkan Hati- hati dalam Bercanda

Juli Rambe • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 05:00 WIB
RUANG: Kondisi ruang rapat lantai 3 Kantor Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara, pasca insiden kebakaran, Selasa (11/8). (Dok Polres Kukar)
RUANG: Kondisi ruang rapat lantai 3 Kantor Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara, pasca insiden kebakaran, Selasa (11/8). (Dok Polres Kukar)

 

SUMUT POS- Psikolog Dian Wisnuwardhani menyatakan kemungkinan alasan di balik tindakan ekstrem pegawai outsourcing Diskominfo Kutai Kartanegara (Kukar) berinisial MFA yang membakar kantornya karena sakit hati dengan rekan kerjanya.

Diketahui, wajah MFA sering dijadikan stiker WhatsApp sebagai bahan olokan rekan kantornya.

"Memang kita perlu hati-hati kalau kita bercanda itu kita harus tahu batasnya. Bagaimana orang merespons terhadapnya atau bagaimana orang meresponsnya. Jadi memang kita perlu hati-hati jangan sampai menyakiti orang lain. Kalau kita tahu itu menyakiti kan, ya kita sebaiknya minta maaf," sambungnya.

Baca Juga: Dana Pelatnas Asian Games 2026 Jadi Rp222 Miiar, Target Emas 4

Jika seseorang seperti MFA sampai melakukan pelampiasan emosi sampai dengan membakar kantornya sendiri, Dian menyebut bahwa hal itu sudah termasuk dalam kategori agresivitas.

"Agresivitas itu bisa terjadi karena kondisi stres yang timbul, lalu menghadapi frustrasinya menjadi tidak bisa dengan regulasi emosi yang dimiliki," tuturnya.

Artinya, ia mengatakan bahwa kondisi MFA saat itu sudah tak bisa lagi menahan rasa frustrasi yang dialaminya.

"Akhirnya dia menjadi marah sekali gitu dan tidak bisa menahan emosi negatifnya untuk keluar," pungkas Dian.

Sebelumnya, Seorang pegawai outsourcing Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Kartanegara berinisial MFA nekat membakar ruang rapat kantornya sendiri, Selasa (11/8) pagi.

Aksi nekat ini didasari rasa sakit hati karena kerap dijadikan bahan olokan dan stiker di grup percakapan internal kantor.

Pelaku yang bertugas sebagai Operator Command Center tersebut mendatangi lokasi sekitar pukul 06.30 WITA, dengan membawa Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang dimasukkan ke dalam galon air minum.

Di hadapan penyidik, pelaku mengaku telah merencanakan aksinya sejak malam sebelum kejadian. (jpc/ram)

 

Editor : Juli Rambe
bercanda yang menyakiti hati pegawai bakar kantor kukar psikolog