Debit Air Sungai Barito Menyusut, Aktivitas Transportasi Terancam Terganggu

Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:30 WIB
Fenomena surutnya debit air Sungai Barito di wilayah Kalimantan Tengah tengag. (Instagram @infipop.id)
Fenomena surutnya debit air Sungai Barito di wilayah Kalimantan Tengah tengag. (Instagram @infipop.id)

sumutpos.jawapos.com - Fenomena surutnya debit air Sungai Barito di wilayah Kalimantan Tengah tengah menjadi sorotan masyarakat. Permukaan air yang mengalami penyusutan cukup signifikan membuat sejumlah bagian sungai menampakkan hamparan pasir luas yang sebelumnya tertutup aliran air.
 
Melansir Instagram @infipop.id, Kamis (20/8/2026), perubahan kondisi Sungai Barito ini terjadi akibat menurunnya intensitas curah hujan, terutama di kawasan hulu sungai. Minimnya pasokan air dari daerah tangkapan membuat volume aliran sungai ikut berkurang.

Selain faktor cuaca, proses sedimentasi yang berlangsung secara terus-menerus juga memperparah kondisi tersebut. Endapan lumpur dan pasir yang menumpuk di dasar sungai menyebabkan kedalaman alur sungai semakin berkurang, sehingga permukaan air lebih mudah mengalami penyusutan saat musim kering.

Baca Juga: Ketua PDIP Dairi Apresiasi Polisi dan Warga Ungkap Dugaan Kekerasan terhadap Anak di Sidikalang

Bagi masyarakat sekitar, Sungai Barito bukan sekadar jalur perairan, tetapi menjadi bagian penting dalam aktivitas sehari-hari. Sungai ini selama ini dimanfaatkan sebagai jalur transportasi, distribusi barang, hingga mendukung roda perekonomian masyarakat di wilayah Kalimantan Tengah.

Jika kondisi kekeringan terus berlanjut, sejumlah pihak khawatir aktivitas pelayaran sungai akan menghadapi kendala. Kapal-kapal pengangkut barang berpotensi mengalami kesulitan melintas akibat kedalaman sungai yang semakin dangkal.

Fenomena ini juga memunculkan perhatian masyarakat di media sosial. Sejumlah warganet mengaku prihatin melihat perubahan kondisi Sungai Barito yang biasanya dipenuhi aliran air kini terlihat memiliki daratan pasir di tengah sungai. Sebagian lainnya berharap ada langkah pengelolaan sungai dan lingkungan yang lebih serius untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air.

Baca Juga: Pimpinan DPRD Sumut Kecewa Rico Waas Tak Hadiri Peresmian BRT Mebidang

Kondisi surutnya Sungai Barito menjadi pengingat bahwa perubahan iklim, pola cuaca ekstrem, serta persoalan sedimentasi dapat memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat yang bergantung pada ekosistem sungai.

Pemerintah dan pihak terkait diharapkan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi debit air serta menyiapkan langkah antisipasi agar jalur transportasi sungai tetap dapat berjalan dan aktivitas ekonomi masyarakat tidak terganggu.(lin)

Editor : Redaksi
Sungai Barito kekeringan kalimantan tengah perubahan iklim cuaca ekstrem