LHOKSEUMAWE - Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Terminal BBM Lhokseumawe memperkuat upaya adaptasi perubahan iklim bagi petambak udang di Kota Lhokseumawe melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Gampong Berdikari di Gampong Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni memberikan pelatihan pembuatan probiotik Mikroorganisme Lokal (MOL) kepada masyarakat. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas petambak dalam menghadapi perubahan kualitas lingkungan perairan yang dapat mengancam keberlanjutan budidaya udang vaname.
Pjs. Area Manager Comm., Rel & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga, Silvani Maiyestuhariani, mengatakan perubahan pola cuaca dapat memicu fluktuasi suhu, salinitas, dan pH air tambak. Kondisi tersebut meningkatkan risiko stres, serangan penyakit, hingga kematian udang yang berujung pada penurunan produktivitas dan pendapatan petambak.
Baca Juga: SIMGROUP Genap 19 Tahun, Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Kindness in Action
"Melalui pelatihan ini, petambak dibekali keterampilan mengolah limbah buah pasar menjadi probiotik MOL alami yang berfungsi sebagai immunostimulan untuk meningkatkan daya tahan udang terhadap perubahan kualitas lingkungan perairan," ujar Silvani.
Menurutnya, inovasi tersebut menjadi bagian penting dari penguatan kapasitas masyarakat sekaligus pemanfaatan potensi lokal. Probiotik MOL yang dikembangkan dalam program Gampong Berdikari memanfaatkan limbah buah pasar dengan daun murbei sebagai bahan tambahan alami.
"Probiotik MOL pada program Gampong Berdikari ini merupakan inovasi pertama di Kota Lhokseumawe yang mengoptimalkan limbah buah pasar dan diformulasikan dengan daun murbei sebagai bahan tambahan alami," katanya.
Baca Juga: Guru Soroti Transparansi Penggunaan Dana BOS di SMKN 14 Medan, Fasilitas Sekolah Banyak Rusak
Selain membantu petambak, program tersebut juga menerapkan prinsip ekonomi sirkular dengan mengubah limbah organik pasar yang berpotensi menjadi sumber pencemaran menjadi produk bernilai tambah.
"Program ini juga mendukung salah satu program unggulan Pemerintah Kota Lhokseumawe yaitu Broh Jeut Ke Peng atau sampah jadi uang," jelas Silvani.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat mendorong petambak memproduksi probiotik secara mandiri sehingga ketergantungan terhadap produk komersial dapat dikurangi. Penggunaan probiotik alami juga diharapkan membantu menjaga kualitas air tambak, meningkatkan kesehatan udang, serta menekan risiko gagal panen akibat penyakit yang dipicu perubahan kondisi lingkungan.
"Melalui pelatihan pembuatan probiotik MOL, diharapkan kapasitas masyarakat semakin meningkat dan petambak mampu memproduksi probiotik secara mandiri. Dengan demikian, ketergantungan terhadap produk komersial dapat berkurang," katanya.
Baca Juga: Razia THM di Paluta, 3 Orang Positif Narkoba
Melalui program TJSL Gampong Berdikari, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Terminal BBM Lhokseumawe terus mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal yang mampu menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Program tersebut juga berkontribusi terhadap pencapaian sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDGs 1 Tanpa Kemiskinan, SDGs 2 Tanpa Kelaparan, SDGs 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDGs 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDGs 13 Penanganan Perubahan Iklim, serta SDGs 14 Ekosistem Laut.
Kontribusi tersebut diwujudkan melalui penguatan ekonomi sirkular, peningkatan ketahanan budidaya perikanan, serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Ke depan, Pertamina berkomitmen melanjutkan berbagai inisiatif sosial yang memberikan dampak positif dan berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan. (rel/tri)
Editor : Redaksi