SUMUT POS- 3.524 sekolah di Kalimantan yang terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) telah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengungkapkan bahwa 3.524 satuan pendidikan itu menjangkau 571.338 murid.
Sekolah-sekolah itu tersebar di beberapa kabupaten/kota, meliputi wilayah Pemprov Kalimantan Barat, Pemkot Pontianak, Pemkab Kubu Raya, Pemkab Kayong Utara, Pemkot Palangka Raya, Pemkab Kotawaringin Timur, dan Pemkot Banjarbaru.
Baca Juga: Insanul Fahmi Gak Peduli dengan Inara Rusli
“Kemendikdasmen siap bergerak cepat bersama seluruh kementerian/lembaga terkait guna memastikan seluruh murid terdampak Karhutla tidak kehilangan hak belajar dan terus melakukan proses pembelajaran yang efektif, adaptif, dan efisien,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu'ti, Sabtu (22/8).
Ia menegaskan bahwa dalam penanganan bencana ini, pihaknya tetap mengedepankan keselamatan warga sekolah.
Karena asap, berdampak pada jarak pandang yang terbatas dan udara yang tidak baik.
Hak belajar murid dipastikan tidak akan berhenti, dan pemulihan pascabencana harus terencana sejak awal.
Dalam menyikapi karhutla, Mu'ti juga mendorong kepala sekolah, pengawas, pembina, dan penilik untuk menjaga proses PJJberjalan dengan baik.
Menurut Sekretaris Umum PP Muhammadiyah itu, Kepala sekolah adalah pihak yang memegang kendali penuh atas pelaksanaan dan pengawasan PJJ.
Pengawas, pembina, dan penilik di masing-masing satuan pendidikan diminta memantau dan melakukan pembinaan guna mendukung antisipasi penanggulangan kabut asap dan kelancaran proses pembelajaran. (jpc/ram)
Editor : Juli Rambe