MEDAN, SUMUT POS- Perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berdampak terhadap operasional penerbangan, di sejumlah bandara di Indonesia, Senin (7/9).
Berdasarkan data sementara hingga pukul 13.55 WIB, sebanyak 49 penerbangan mengalami pembatalan, meliputi penerbangan pada rute KNO–CGK/CGK–KNO, KNO–HLP/HLP–KNO, serta KNO–BDO/BDO-KNO.
Manager of Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi Bandara Internasional Kualanamu (KNO), Mohamad Hikmat Hidayat mengatakan, Bandara Soekarno-Hatta (CGK), Bandara Halim
Baca Juga: Nias Selatan, Nias Barat dan Langkat Banjir, Pakpak Bharat Alami Longsor
Perdanakusuma (HLP), dan Bandara Husein Sastranegara Bandung (BDO) ditutup sementara hingga pukul 18.00 WIB. Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah penerbangan dari dan menuju KNO.
"Data penerbangan terdampak tersebut bersifat sementara dan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi operasional penerbangan serta kebijakan masing-masing maskapai," katanya.
Ia menjelaskan, operasional KNO hingga saat ini tetap berjalan normal, PT Angkasa Pura Aviasi terus melakukan koordinasi intensif dengan AirNav Indonesia, maskapai, Otoritas Bandara, serta seluruh stakeholder terkait guna memantau perkembangan kondisi dan memastikan operasional penerbangan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, serta pelayanan kepada pengguna jasa bandara.
"PT Angkasa Pura Aviasi mengimbau calon penumpang, khususnya yang memiliki jadwal penerbangan dari dan menuju Jakarta, untuk secara berkala memastikan kembali status dan jadwal penerbangannya melalui maskapai masing masing sebelum menuju bandara. Informasi mengenai perkembangan operasional penerbangan akan terus diperbarui sesuai kondisi terkini," imbaunya. (dwi/ram)
Editor : Juli Rambe