Peringatan Erupsi Anak Krakatau Jadi Kendala Pencarian Lima Jurnalis

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 09:30 WIB

 

Lima orang jurnalis yang hilang kontak sebelum berangkat menuju gunung anak Krakatau pada Senin (7/9). (Istimewa)
Lima orang jurnalis yang hilang kontak sebelum berangkat menuju gunung anak Krakatau pada Senin (7/9). (Istimewa)

 

JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com – Operasi pencarian lima jurnalis, dua kru kapal, dan seorang pemandu yang hilang di perairan Selat Sunda terus diperluas. Pergerakan arus dan angin membuat area pencarian bergeser ke arah barat daya hingga mendekati pesisir Lampung.

Tim SAR gabungan kini menyisir wilayah yang lebih luas berdasarkan peta prediksi pencarian. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena tim harus menyesuaikan pola operasi dengan dinamika arus dan angin di perairan Selat Sunda.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan, keterbatasan jarak pandang turut menghambat proses pencarian. Selain itu, peringatan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau juga menjadi faktor yang harus diperhitungkan tim di lapangan.

“Jarak pandang atau visibility yang terbatas serta adanya peringatan erupsi turut menjadi tantangan di lapangan,” terang Al Amrad, kemarin (9/9).

Baca Juga: Bupati Batu Bara Tinjau Banjir Gambus Laut, Kerusakan Jembatan Guntung Jadi Perhatian

Lima jurnalis yang hingga kini masih dalam pencarian tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari LKBN Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan pewarta lepas.

Mereka menyewa sebuah speedboat untuk melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau pada Selasa (8/9). Dalam perjalanan tersebut, mereka didampingi seorang kapten kapal, seorang kru kapal, dan seorang pemandu.

Operasi Hari Pertama Tidak Ditunda

Al Amrad sekaligus meluruskan informasi mengenai operasi SAR pada hari pertama yang disebut sempat ditunda karena kondisi cuaca.

Dia menegaskan, tidak ada penundaan dalam pelaksanaan operasi. Begitu menerima laporan mengenai hilangnya rombongan tersebut, tim langsung bergerak melakukan pencarian.

“Hari pertama kita tidak pernah menunda. Pas kami dapat info, kami langsung bergerak pada pukul 14.15 WIB,” tegasnya.

Menurut dia, armada RIB 01 langsung melakukan penyisiran hingga pukul 16.15 WIB pada hari kejadian. Setelah itu, pencarian dilanjutkan armada yang memiliki kemampuan jelajah lebih besar, yakni KN SAR Tetuka.

Baca Juga: Bulog Sumut Salurkan Bantuan Pangan 30 Kg untuk Ratusan KPM di Hutaraja Tinggi

KN SAR Tetuka terus melakukan operasi hingga malam hari. Pencarian pada hari pertama berlangsung sampai pukul 21.45 WIB.

Namun, hingga Rabu (9/9) pukul 16.00 WIB, operasi SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan tujuh orang yang dicari.

Area Pencarian Makin Luas

Perkembangan arus dan angin menjadi salah satu dasar tim SAR dalam menentukan sektor pencarian berikutnya. Berdasarkan peta prediksi, kemungkinan pergerakan objek membuat penyisiran diarahkan semakin jauh ke barat daya.

Area operasi bahkan kini mendekati wilayah pesisir Lampung.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung Deden Ridwansah mengatakan, pihaknya ikut memperkuat operasi dengan mengerahkan dua unit RIB beserta personel untuk menyisir perairan Selat Sunda.

“Personel diminta tetap mengutamakan keselamatan selama melaksanakan operasi. Ini mengingat pencarian dilakukan di wilayah perairan dengan cakupan area yang luas,” paparnya.

Basarnas juga terus berkoordinasi dengan keluarga para korban selama proses pencarian berlangsung. Meski hingga kini hasil operasi masih nihil, tim SAR gabungan tetap berupaya menemukan ketujuh orang tersebut.

Baca Juga: Tiga Hari Terungkap, Polres Langkat Bongkar Pembunuhan Tosa Sembiring di Kuala

“Kita berharap yang terbaik, semoga lebih cepat, lebih baik, dan kita temukan dalam kondisi selamat,” ujar Al Amrad.

Operasi pencarian akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, jarak pandang, arus, angin, serta perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Faktor keselamatan personel menjadi perhatian utama mengingat wilayah pencarian berada di perairan yang juga terdampak aktivitas vulkanik.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
erupsi selat sunda jurnalis pencarian gunung anak krakatau