Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia Masih Tinggi, Pemerintah Perkuat Layanan Kesehatan

Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 09:00 WIB
Ilustrasi. Setiap tahun terdapat sekitar 4.000 ibu dan 30.000 bayi yang meninggal di Indonesia. (Instagram @pandemictalks)
Ilustrasi. Setiap tahun terdapat sekitar 4.000 ibu dan 30.000 bayi yang meninggal di Indonesia. (Instagram @pandemictalks)

 

sumutpos.jawapos.com - Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih menjadi tantangan besar dalam sektor kesehatan. Jumlah kematian yang masih tinggi menunjukkan perlunya penguatan layanan kesehatan, terutama dalam masa kehamilan, persalinan, hingga perawatan bayi baru lahir.

Melansir Instagram @pandemictalks, Rabu (24/9/2026), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan, setiap tahun terdapat sekitar 4.000 ibu dan 30.000 bayi yang meninggal di Indonesia. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena angka kematian ibu di Tanah Air masih berada di atas sejumlah negara di kawasan ASEAN.

Berdasarkan data tahun 2020, angka kematian ibu Indonesia tercatat mencapai 189 kematian per 100 ribu kelahiran hidup. Angka ini masih jauh lebih tinggi dibandingkan Malaysia dan Thailand yang masing-masing mencatat sekitar 29 kematian ibu per 100 ribu kelahiran hidup.

Baca Juga: KPLP UPP Kelas III Teluk Dalam Gelar Aksi Donor Darah

Tingginya angka kematian ibu dan bayi dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari keterlambatan mendapatkan pertolongan medis, akses terhadap fasilitas kesehatan, hingga kualitas layanan kesehatan ibu dan anak.

Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menekan angka tersebut, salah satunya dengan memperkuat pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan. Peningkatan kualitas pemeriksaan kehamilan, kesiapan tenaga medis, serta penanganan cepat terhadap kondisi darurat menjadi bagian dari strategi yang terus dikembangkan.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin juga menjadi langkah penting. Ibu hamil diharapkan dapat memperoleh pemantauan kesehatan sejak dini agar risiko komplikasi dapat diketahui dan ditangani lebih cepat.

Baca Juga: Desa Batang Pane I Tembus 6 Besar Unggulan di Penilaian Lomba PHBS Sumut 2026

Penurunan angka kematian ibu dan bayi membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, hingga masyarakat. Dengan layanan kesehatan yang semakin mudah diakses dan berkualitas, pemerintah berharap angka kematian ibu dan bayi di Indonesia dapat terus ditekan.

Persoalan ini menjadi salah satu indikator penting dalam pembangunan kesehatan nasional, mengingat keselamatan ibu dan bayi merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.(lin)

Editor : Redaksi
Kematian Ibu Kematian Bayi Kesehatan Ibu Anak layanan kesehatan kesehatan indonesia