MEDAN, SUMUTPOS.CO - Meski masih berusia muda dan baru pertama kali tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) tidak membuat Vania Theola Barus takut. Justru atlet loncat indah asal Kota Medan terakhir ingin membuat kejutan pada PON XXI Aceh-Sumut 2024.
"Ini merupakan pertama kali saya tampil di PON. Saya tidak ingin membuang kesempatan. Saya ingin membuat kejutan dengan meraih medali emas," ujar Vania Theola Barus melalui pesan WhatsApp, Rabu (28/8/2024)
Vania Theola saat ini masih berusia 16 tahun. Bahkan dia masih duduk di bangku SMA. Namun dia akan menjadi andalan kontingen Sumut di cabang olahraga loncat indah nomor Synchro Menara Putri.
"Persaingan pasti sengit. Apalagi beberapa provinsi seperti DKI Jakarta dan Jawa Timur memiliki atlet nasional. Tapi saya yakin dengan persiapan dan perjuangan keras bisa mengalahkan mereka," tegas siswa SMA 15 Medan tersebut.
Keyakinan putri pasangan Markus Barus dengan Asnaida Sitorus ini bukan tanpa alasan. Latihan beberapa bulan di Perak, Malaysia membuat dia semakin percaya diri.
"Kalau latihan di Medan memang terkendala fasilitas. Apalagi Kolam Renang Selayang sedang dalam tahap renovasi. Tapi dengan latihan di Malaysia, kendala itu bisa teratasi," jelasnya.
Vania mengaku tidak gentar menghadapi pesaingnya dari provinsi lain. Menurutnya lawan terberat bukanlah wakil provinsi lain, tapi rasa takut di dalam diri sendiri.
"Untuk itu saya fokus memperbaiki diri sendiri. Saya tidak pernah memikirkan lawan. Saya hanya ingin tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik bagi Sumatera Utara," tegas alumni SMP Negeri 2 Medan ini.
Atlet kelahiran 11 Agustus 2008 ini memang pendatang baru di dunia loncat indah. Dia mulai menekuni olahraga ini mulai tahun 2019 lalu. Awalnya dia adalah ballerina.
"Awalnya saya adalah ballerina. Kemudian memutuskan latihan privat renang selama tiga bulan. Setelah itu, baru gabung ke klub renang Tirta Prima. Hanya sebulan berlatih renang, saya ditarik ke loncat indah," ungkapnya.
Perjalanan Vania menekuni loncat indah juga tidak mulus. Dia sempat mengalami kendala latihan setelah Pandemi Covid-19 melanda Indonesia.
"Tidak lama setelah saya mulai berlatih loncat indah, Pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Latihan pun sempat menjalani kendala," jelasnya.
Namun karena memiliki semangat dan tekad kuat, tidak berusaha mengejar ketinggalan. Dan, usai Covid-19 dia pun diproyeksikan untuk tampil di PON 2024.
Anak kedua dari dua bersaudara ini semakin termotivasi karena kedua orang tuanya memberikan dukungan penuh. Orang tuanya selalu memberikan nasehat sehingga Vania tetap semangat.
"Orang tua selalu memberikan pesan bahwa saya harus berani, percaya diri, yakin, dan melakukan yang terbaik. Pesan mereka membuat saya semakin optimis menatap PON 2024 nanti," pungkasnya. (dek)
Editor : Redaksi