Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sambut Standar Baru Smartphone: AI Phone yang Lebih Proaktif, Personal, dan Mengutamakan Privasi

A
Penulis: Asih Astuti❯
Harry Lee, President of Samsung Electronics Indonesia, memaparkan visi perusahaan dalam menghadirkan pengalaman Galaxy AI yang aman, mengutamakan privasi, dan dirancang khusus untuk mempermudah rutinitas harian pengguna di Indonesia.
Harry Lee, President of Samsung Electronics Indonesia, memaparkan visi perusahaan dalam menghadirkan pengalaman Galaxy AI yang aman, mengutamakan privasi, dan dirancang khusus untuk mempermudah rutinitas harian pengguna di Indonesia.

Advertisement

 

Jakarta, sumutpos.jawapos.com – Pengguna HP di Indonesia saat ini dihadapkan pada tantangan ganda. Di satu sisi, ada banyak pilihan HP di pasaran, namun keunggulannya seringkali sulit dibedakan karena banyak HP menawarkan spesifikasi premium yang serupa. Di sisi lain, kecerdasan buatan (AI) mulai membentuk cara orang menggunakan HP mereka setiap hari, tetapi belum semua pengalaman AI terasa konsisten atau terintegrasi secara mulus ke dalam alur kerja harian. Banyak pengguna akhirnya bertanya-tanya: apa sebenarnya manfaat AI di dalam HP, dan apakah teknologi ini benar-benar membuat tugas sehari-hari jadi lebih mudah?

Pertanyaan ini menjadi semakin relevan karena AI tidak bekerja dalam ruang hampa. AI bekerja berdampingan dengan konteks pengguna, mulai dari kebiasaan berkomunikasi hingga kebutuhan produktivitas dan kreativitas, yang menjadikan "kepercayaan" sebagai faktor kunci. Pengguna menginginkan AI yang praktis dan memberikan manfaat nyata, namun tetap memegang kendali atas privasi mereka dan merasa aman saat menggunakan fitur-fitur tersebut. Tanpa fondasi keamanan yang jelas, AI yang semakin personal justru dapat memicu kekhawatiran alih-alih memberikan kemudahan.

Advertisement

Harry Lee, President of Samsung Electronics Indonesia, menjelaskan arah yang diambil Samsung melalui peluncuran Galaxy S26 Series. “Model yang sebelumnya berbasis aplikasi kini berkembang menjadi dunia asisten personal (personalized agents), di mana interaksi sentuhan ditingkatkan oleh kemampuan multimoda yang mulus,” ujar Harry Lee. Ia menekankan bahwa nilai sejati dari AI terletak pada pengalaman yang lancar dan intuitif, bukan sekadar angka spesifikasi. “Jika kualitas kamera dan performa sering kali didefinisikan oleh deretan angka pada lembar spesifikasi, nilai sesungguhnya dari AI ada pada pengalaman yang seamless dan intuitif yang dihadirkannya,” tambahnya.

Bagi Samsung, peluncuran S26 Series sebagai sebuah AI Phone menegaskan bahwa AI kini telah menjadi pertimbangan utama dalam pengalaman penggunaan HP, sejajar dengan aspek hardware yang selama ini mendominasi.

Galaxy S26 Series Mengawali Era AI yang Lebih Proaktif dan Adaptif

Advertisement

Harry Lee menggambarkan pengalaman menggunakan HP secara tradisional sebagai pola interaksi manual, di mana pengguna harus melewati banyak langkah untuk mencapai hasil yang mereka inginkan. Arah yang dituju Samsung bersama Galaxy AI adalah untuk memangkas langkah-langkah tersebut melalui bantuan yang lebih berorientasi pada pencapaian tujuan (goal-oriented assistance). Pada Galaxy S26 Series, Samsung mendeskripsikan pengalaman AI yang semakin proaktif dan adaptif, meletakkan fondasi yang kuat untuk masa depan agentic AI.

“Dengan kehadiran Galaxy S26 Series, kami menetapkan standar baru di industri. Ini adalah langkah pertama menuju masa depan di mana teknologi beralih dari sekadar menerima perintah menjadi memberikan bantuan yang berorientasi pada tujuan,” jelas Harry Lee. Ia menambahkan bahwa perubahan ini membuat keseharian pengguna menjadi lebih mudah, karena AI tidak lagi hanya menunggu instruksi, tetapi secara aktif membantu menyelesaikan serangkaian tugas yang sebelumnya harus dilakukan secara manual satu per satu.

Tren Adopsi Galaxy AI di Indonesia Meningkat Pesat

Pertumbuhan penggunaan Galaxy AI di Indonesia—dari 27% pada tahun 2024 menjadi 79% di tahun 2025—menunjukkan bahwa AI semakin terintegrasi secara mendalam ke dalam aktivitas sehari-hari, bukan lagi sekadar teknologi yang dicoba sesekali. Lonjakan adopsi ini juga mengonfirmasi bahwa AI telah menjadi bagian dari pengalaman pengguna yang sangat dicari, terutama ketika manfaatnya dapat langsung dirasakan dalam rutinitas yang berulang. Tren ini tercermin dari fitur-fitur yang paling sering digunakan, yang umumnya sangat berkaitan erat dengan kebutuhan pencarian informasi, pemahaman konteks, dan bantuan penulisan.

Advertisement

Artikel Terkait

Jangan Terburu-buru Beli HP Lipat! Ini 5 Kekurangan yang Wajib Diketahui

Jangan Terburu-buru Beli HP Lipat! Ini 5 Kekurangan yang Wajib Diketahui

5 alasan ponsel lipat belum sempurna, mulai dari harga mahal, layar rentan, kamera, hingga biaya perbaikan tinggi.

Kecanduan Smartphone? 9 Cara Detoks Digital Ini Bisa Bantu Pikiran Lebih Tenang

Kecanduan Smartphone? 9 Cara Detoks Digital Ini Bisa Bantu Pikiran Lebih Tenang

Detoks digital membantu mengurangi ketergantungan smartphone. Simak 9 cara sederhana agar penggunaan layar lebih terkontrol.

Jangan Main Ponsel Begitu Bangun Tidur, Bisa Sebabkan Enam Masalah

Jangan Main Ponsel Begitu Bangun Tidur, Bisa Sebabkan Enam Masalah

Jangan biasakan langsung membuka ponsel begitu bangun tidur. Kebiasaan yang terlihat sepele ini ternyata bisa memicu berbagai masalah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer