Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

PSMS Ditahan Bekasi City, Wasit Hampir Kena Amuk

Admin SP • Rabu, 2 Oktober 2024 | 23:08 WIB
PROTES: Para pemain PSMS memprotes wasit saat pertandingan melawan Bekasi City di Stadion Baharuddin Siregar, Rabu (2/10/2024).
PROTES: Para pemain PSMS memprotes wasit saat pertandingan melawan Bekasi City di Stadion Baharuddin Siregar, Rabu (2/10/2024).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO - PSMS Medan harus puas bermain imbang tanpa gol saat menjamu Bekasi City dalam lanjutan Liga 2 musim 2024-2025 di Stadion Baharuddin Siregar, Lubukpakam, Rabu (2/10/2024). Laga ini diwarnai sedikit kisruh yang membuat wasit hampir kena amukan.

Pertandingan ini sebenarnya berjalan normal. PSMS Medan langsung mengambil inisiatif menekan pertahanan lawan begitu laga dimulai.

Anak asuh Nil Maizar ini pun sedikit mendominasi permainan. Namun ketatnya pertahanan Bekasi City membuat PSMS kesulitan mencetak gol.

Apalagi kiper Bekasi City Cahya Supriadi tampil gemilang menghalau segala serangan PSMS. Dia harus jatuh bangun untuk mengamankan gawangnya. Babak pertama pun berakhir tanpa gol.

Pada babak kedua, PSMS mencoba meningkatkan serangan. Mereka menekan pertahanan Bekasi City. Namun pasukan Ayam Kinantan kesulitan menembus pertahanan lawan. Apalagi Bekasi City sudah menetapkan permainan bertahan.

Pelatih PSMS Nil Maizar pun tidak tinggal diam. Dia melakukan rotasi. Roni Sugeng dan Rahmad Ilahi dimasukkan menggantikan Sandi Sute dan Rachmad Hidayat.

Rotasi ini menambah serangan PSMS. Tercatat dua kali beruntun pada menit ke-74 Rahmad Ilahi melepaskan tendangan dari luar kotak penalti yang memaksa kiper Bekasi City, Cahya Supriadi melakukan penyelamatan gemilang.

Namun akibat aksi tersebut, beberapa kali juga Cahya Supriadi harus terkapar di lapangan dan membutuhkan perawatan. Kubu PSMS pun mulai melakukan protes karena menilai Cahya Supriadi sengaja mengulur waktu.

PSMS kembali memiliki peluang melalui tendangan Rahmad Ilahi dan sundulan Juninho Cabral jelang waktu normal berakhir. Lagi-lagi Cahya Supriadi melakukan penyelamatan gemilang.

Namun, setiap melakukan penyelamatan, mantan kiper Timnas Junior ini terkapar di lapangan dan membutuhkan perawatan. Kubu PSMS pun lagi-lagi melakukan protes, tapi tidak ditanggapi wasit Bangkit Sanjaya tidak menanggapi.

Puncaknya terjadi ketika di masa tambahan waktu. Wasit memberikan tambahan waktu lima menit. Dan terjadi perebutan bola di kotak penalti Bekasi City membuat Cahya Supriadi kembali terkapar. Bahkan, mobil ambulan sempat masuk ke lapangan.

Pertandingan sempat berhenti beberapa menit. Pelatih PSMS Nil Maizar dan official pun melakukan protes. Tapi wasit Bangkit Sanjaya tidak menanggapi protes. Dia menunggu Cahya Supriadi membaik dan menyuruh ambulan keluar lapangan.

Emosi pemain dan official PSMS semakin memuncak, ketika wasit langsung meniup peluit setelah pertandingan dilanjutkan. Pemain dan official PSMS pun mengejar wasit. Tanpa membuang waktu wasit pun langsung menyelamatkan diri dengan berlari di bawah kawalan keamanan ke ruang ganti Bekasi City.

Pemain PSMS pun sempat bersitegang dengan para pemain Bekasi City. Namun itu tidak berlangsung lama, setelah pihak keamanan melarai para pemain.

Pelatih PSMS Nil Maizar, secara terang-terangan mengkritik kinerja wasit Bangkit Sanjaya. Nil Maizar merasa sejumlah keputusan wasit tidak sesuai dengan aturan-aturan dalam sepak bola atau laws of the game.

"Saya bangga dengan pemain saya karena mereka main total 2x45 menit hingga injury time, menunjukkan karakter sebagai pemain sepak bola yang luar biasa. Namun, saya kecewa dengan hasilnya, dan mudah-mudahan di pertandingan berikutnya melawan Sriwijaya kita bisa dapat hasil yang lebih baik," ujar Nil Maizar kepada awak media usai pertandingan.

Baca Juga: Edy - Hasan Silaturahmi di Labuhanbatu

Yang menjadi perhatian utama Nil adalah keputusan wasit yang dianggap kontroversial, terutama terkait situasi ketika ambulans sudah dipanggil masuk ke lapangan namun kemudian tidak jadi digunakan.

"Saya mempertanyakan, kenapa diputuskan ambulans masuk, lalu kenapa tidak ada kartu kuning ketika sudah dipanggil keluar? Ini bisa jadi bahan evaluasi bagi tim wasit," tegas Nil.

Sedangkan Pelatih Bekasi City Widyantoro berkilah bahwa mereka telah kehabisan pergantian pemain. Akhirnya dia tatap memaksa Cahya Supriadi bermain.

"Kami bukan sengaja mengulur-ulur waktu. Kuota pergantian pemain kami memang telah habis. Bisa dilihat setelah pertandingan kiper kami harus menggunakan pernafasan tambahan," kilahnya. (dek)

Editor : Redaksi
#Bekasi City #psms