SUMUTPOS.CO- Japan Open 2025 akan segera diselenggarakan di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, Jepang, pada 15-20 Juli mendatang.
Japan Open 2025 akan menjadi ajang bertaraf tinggi berikutnya di BWF World Tour 2025.
Japan Open sudah menjadi ajang wajib bagi pemain-pemain top committed yang mencangkup 15 besar di sektor tunggal dan 10 besar di sektor ganda karena berada di level Super 750.
Indonesia tampil dengan kekuatan lebih dengan kembalinya para jagoan yang sudah lama menepi dalam dokumen M&Q (main and qualifying) Japan Open yang dirilis pada 6 Juni lalu.
Dua jagoan yang dimaksud adalah Anthony Sinisuka Ginting di tunggal putra dan Gregoria Mariska Tunjung di tunggal putri.
Jorji absen sejak Sudirman Cup 2025 pada akhir April lalu karena terserang vertigo.
Adapun Anthony Ginting, peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo tersebut tidak bertanding sejak awal tahun ini akibat cedera bahu yang sudah dialami sejak lama.
Meski mendaftar, kondisi kedua mantan pemain peringkat 5 besar dunia itu mesti dievaluasi lebih dahulu sebelum memastikan penampilan masing-masing.
pelatih tunggal putra, Indra Widjaja. Cedera Ginting diharapkan tidak kambuh sehingga pemain asal Cimahi itu bisa tampil di Japan Open.
Kondisi memaksa Ginting untuk mengistirahatkan bahunya. Dia sempat tidak boleh melakukan gerakan pengembalian di atas kepala, apalagi smes.
Pelatih tunggal putra, Indra Widjaja, mengatakan latihan dengan porsi penuh sudah coba dilahap pemain yang punya karakter permainan cepat.
“Kalau aman, Japan Open saya mainkan (Ginting). Tapi sejelek-jeleknya ya mundur ke Macau Open. Di sana kami bisa coba-coba juga, karena Ginting butuh recovery. Feelingnya juga," ungkapnya.
Secara keseluruhan, ada 17 kontestan asal Indonesia yang mendaftar ke Japan Open 2025 meski sudah berkurang ganda campuran, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, yang partisipasinya dihapus.
Satu yang menjadi sorotan adalah ganda putra, Fajar Alfian, yang tampil bersama Muhammad Shohibul Fikri, alih-alih dengan Muhammad Rian Ardianto.
Keperluan pribadi Rian yang muncul bersamaan dengan lanjutan proses pemulihan Daniel Marthin, duet reguler Fikri, mendasari terciptanya duet pemenang All England itu.
Sementara itu, ganda putri dan ganda campuran menjadi sektor paling ramai dengan wakil Tanah Air karena masing-masing memuat empat pasangan berbendera Merah Putih di sana.
Untuk ganda putri, ada satu wakil yang belum dapat dipastikan kiprahnya, yakni Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum. Duet anyar ini masih berada di urutan keempat dalam daftar cadangan.
Sedangkan di ganda campuran, satu nama duet andalan tidak terlihat. Pasangan yang dimaksud ialah Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Memasangkan Dejan dan Fadia menjadi salah satu pertaruhan PBSI di tengah kebuntuan yang dialami di sektor ganda campuran.
Tunggal Putra:
• Jonatan Christie
• Anthony Sinisuka Ginting
• Alwi Farhan
Tunggal Putri
• Gregoria Mariska Tunjung
• Putri Kusuma Wardani
Ganda Putra
• Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani
• Bagas Maulana/Leo Rolly Carnando
• Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri
Ganda Putri
• Amallia Cahaya Pratiwi/Febriana Dwipuji Kusuma
• Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti
• Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari
• Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum (Cadangan ke-4)
Ganda Campuran
• Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu
• Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja
• Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah
• Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil
• Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari (Dihapus). (bbs/ram)
Editor : Juli Rambe