SUMUT POS- Bilal Achenteh, agen yang telah mendampingi perjalanan karir Jay Idzes, menuangkan perasaannya dalam sebuah postingan Instagram yang penuh makna. Dengan kalimat pembuka yang filosofis, ia menulis: "Kesuksesan diraih, bukan diberikan."
Kalimat sederhana namun sarat makna ini menjadi refleksi dari perjalanan panjang yang telah ditempuh bersama. Tidak ada yang instan dalam dunia sepak bola, termasuk pencapaian Jay Idzes
Transfer Jay Idzes ke Sassuolo bukan sekadar perpindahan klub biasa. Di balik kesuksesan kapten Timnas Indonesia ini, terdapat kisah perjuangan panjang yang penuh lika-liku, sebagaimana diungkapkan oleh sang agen dalam pesan yang sangat menyentuh hati.
"Tujuh tahun membangun, langkah demi langkah, melalui suka dan duka," tulis Achenteh dalam postingannya.
Angka tujuh tahun ini bukan sekadar hitungan waktu, melainkan representasi dari dedikasi, konsistensi, dan ketabahan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Perjalanan Jay Idzes dari pemain muda yang penuh harapan hingga menjadi kapten Timnas Indonesia dan pemain Serie A tidaklah mulus.
Ada masa-masa sulit yang harus dilewati, keputusan-keputusan berat yang harus diambil, dan pengorbanan yang tidak sedikit.
Sebagai agen sekaligus mentor, Achenteh tidak menyembunyikan kebanggaannya melihat anak asuhnya berhasil bertahan di Serie A dengan bergabung ke Sassuolo. "Bangga melihat kamu menandatangani kontrak dengan Sassuolo dan tetap bermain di Serie A," ungkapnya dengan penuh haru.
Kebanggaan ini wajar mengingat Serie A adalah salah satu liga terkuat di dunia. Kemampuan Jay Idzes untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berpindah ke klub yang lebih baik dengan nilai transfer yang fantastis, membuktikan bahwa investasi waktu dan tenaga selama bertahun-tahun tidak sia-sia.
Yang paling menyentuh dari pesan Achenteh adalah kalimat: "Mimpi terus berlanjut, dan yang terbaik masih akan datang." Ini menunjukkan bahwa transfer ke Sassuolo bukan titik akhir, melainkan batu loncatan untuk pencapaian yang lebih besar.
Dengan usia yang masih relatif muda dan pengalaman yang terus bertambah, Jay Idzes masih memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh. Mimpi bermain di klub-klub top Eropa atau bahkan meraih trofi bersama Timnas Indonesia masih sangat terbuka.
Achenteh menutup pesannya dengan hashtag #Alhamdulillah, sebuah ungkapan syukur yang menunjukkan nilai spiritual dalam perjalanan karir Jay Idzes. Ini mencerminkan bahwa di balik semua usaha dan kerja keras, ada rasa syukur yang mendalam atas berkah yang telah diterima.
Pendekatan spiritual ini menjadi fondasi kuat dalam menghadapi tekanan dan tantangan dunia sepak bola profesional. Dengan tetap bersyukur dan rendah hati, Jay Idzes diharapkan bisa terus berkembang tanpa kehilangan akar nilai-nilainya. (jpc/ram)
Editor : Juli Rambe