SUMUT POS- Pelatih Indra Sjafri memberikan alasan dirinya mau menerima menjadi pelatih kepala u tuk skud Garuda pada ajang SEA Games 202t mendatang.
Baginya, tugas ini bukan hanya jabatan melainkan sebuah tugas dari negara.
Indra Sjafri mengatakan, menangani Timnas Indonesia merupakan panggilan dan tugas negara. Dia tak ragu untuk menerima amanah dari PSSI dan bersiap untuk memberikan yang terbaik.
"Kenapa mau lagi? Kan saya memang pekerjaan saya pelatih. Iya kan? Jawabannya, ini tugas negara," ujar Indra dalam konferensi pers di Kantor I.League, Menara Mandiri, Jakarta, Senin (29/9).
Bagi Indra, menangani Timnas Indonesia di SEA Games bukanlah hal baru. Malah, dia terbilang sangat berpengalaman dan punya rekam jejak mentereng.
Edisi pertama dirinya jadi pelatih Timnas Indonesia di SEA Games adalah pada 2019 di Manila, Filipina. Saat itu Indra Sjafri membawa Garuda Muda meraih perak.
Kemudian pada edisi terakhir 2023 di Phnom Penh, Kamboja, Indra Sjafri kembali ditunjuk dan sukses membawa prestasi untuk Timnas Indonesia lagi.
Garuda Muda dua tahun lalu mampu menyabet medali terbaik, yang merupakan emas pertama Timnas Indonesia setelah 32 tahun.
Nah prestasi emas itu, Indra menilai dirinya bisa saja tetap berada di zona nyaman. Dalam artian dia tak menerima tawaran pelatih untuk SEA Games lagi karena pernah meraih emas.
Tapi hal itu tak ada dalam pikiran Indra Sjafri.
"Kalau saya mau nyaman, saya udah hero (pahlawan) 32 tahun medali emas. Sebenarnya (bisa) setop di situ. Tapi karena ini ditugasi oleh negara, lewat PSSI, dan disampaikan juga tadi oleh Pak Waketum," kata pelatih berusia 62 tahun ini.
"Apapun akibatnya setelah ini, saya siap, untuk memperjuangkan tugas negara ini dan juga sesuai dengan arah ketua umum dan ini harus kita kerjakan secara bersama-sama," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum I PSSI Zainudin Amali menjelaskan bahwa federasi menunjuk Indra Sjafri karena rekam jejaknya sudah terbukti. Keberhasilan meraih emas dua tahun lalu pun jadi pertimbangan utamanya. (jpc/ram)
Editor : Juli Rambe