Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Gagal di Kandang Bekasi City, PSMS Tergusur di Posisi 5 Klasemen Sementara

Juli Rambe • Minggu, 1 Maret 2026 | 16:44 WIB

DiHADANG: Clayton Da Silva dihadang pemain Bekasi City. (Dok: PSMS)
DiHADANG: Clayton Da Silva dihadang pemain Bekasi City. (Dok: PSMS)

 

BEKASI, SUMUT POS- PSMS Medan gagal mempertahankan posisi kelima klasemen sementara Grup 1 Liga 2 Championship 2025-2026. Ini terjadi setelah Ayam Kinantan kalah dengan skor 1-2 saat tandang ke markas Bekasi City di Stadion Patriot Candrabhaga, Sabtu (28/2/2026) malam WIB.

Pada pertandingan ini, pelatih PSMS Eko Purdjianto menurunkan Zikri Ferdiansyah sebagai pengganti kapten tim Kim Jeung Ho di lini belakang. Ayam Kinantan mampu mengimbangi tuan rumah pada babak pertama. 

Bahkan PSMS sempat memiliki peluang melalui sundulan Felipe Cadenazzi dan Erwin Gutawa. Namun babak pertama berakhir tanpa gol.

Petaka datang menghampiri PSMS ketika pada babak kedua. Gawang Reky Rahayu bobol pada ke-46 melalui Ramadhan. Tak lama berselang, Ayam Kinantan harus bermain dengan 10 pain setelah Zikri Ferdiansyah menerima kartu kuning kedua.

Bermain pincang, gawang PSMS kembali kebobolan melalui Ikhsan Chan. Mantan pemain muda PSMS ini melepaskan tendangan dari sudut sempit yang tidak mampu ditepis Reky Rahayu.

Meski begitu, PSMS tak menyerah. Tekanan terus dilancarkan hingga akhirnya hadiah penalti didapat. Cadenazzi yang maju sebagai algojo sukses menaklukkan Ikram Algifarri dan memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2

Hingga pertandingan usai, PSMS tetap kalah 1-2. Kekalahan ini membuat PSMS tergusur dari peringkat kelima klasemen sementara. Ayam Kinantan turun ke peringkat enam karena di saat bersamaan Persiraja Banda Aceh mampu mengalahkan Persikad Depok dengan skor 3-2.

Usai laga, Eko Purdjianto tak menutupi kekecewaannya. Dia mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit.

“Di babak kedua, Bekasi mengambil inisiatif untuk agresif dan pemain kita lengah dengan satu gol cepat yang membuat semangat turun," ujar Eko Purdjianto. 

"Dari awal saya sudah bilang ke pemain untuk respect kepada wasit. Tapi ada beberapa keputusan yang membuyarkan konsentrasi pemain kita. Respect terhadap kepemimpinan wasit, tapi ini jadi catatan buat kita. Kita akan membuat report ke komisi wasit,” tegas Eko.

Dia juga menyoroti ketimpangan keputusan yang dirasakan timnya. 

“Kita sangat kecewa. Kita main bagus tapi nggak bisa bikin gol. Dengan kelengahan kita, mereka bisa mencetak gol. Kenapa kartu kuning begitu mudah diberikan untuk PSMS, ini jadi catatan untuk komisi wasit.”

Eko tetap memberi apresiasi pada perjuangan anak asuhnya. “Clayton main bagus, cuma belum cetak gol. Kiper Bekasi juga bagus," tambahnya.

"Untuk peluang PSMS, secara pribadi saya tetap fight sampai akhir kompetisi. Peluang memang tipis, tapi kami akan maksimalkan sisa pertandingan dan berharap hasil yang lebih baik," ucap Eko.

Nada kecewa juga disampaikan pemain PSMS, Nazar Nurzaidin.

“Kecewa dengan hasil pasti. Pemain dan penonton mungkin tahu apa yang dilakukan referee. Ada banyak keputusan yang mengganggu. Pertandingan seru, tapi menurut saya banyak keputusan yang kurang tepat,” ujarnya. (dek/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#psms medan #Pegadaian Championship #psms #Psms vs bekasi fc