LABUHANBATU, Sumutpos.jawapos.com-Riuh tepuk tangan dan sorak penonton menggema di Lapangan Futsal Universitas Labuhanbatu (ULB), Jumat (8/5/2026). Di tengah atmosfer final yang penuh tensi, Tim Futsal SMAN 2 Rantau Utara kembali menunjukkan kelasnya sebagai kekuatan utama futsal pelajar di Labuhanbatu Raya.
Menghadapi MAN Labuhanbatu pada partai puncak Turnamen Futsal SLTA se-Labuhanbatu Raya, SMAN 2 Rantau Utara tampil dominan dan menang meyakinkan dengan skor 4-0. Kemenangan itu sekaligus memastikan trofi bergilir Ketua Yayasan Universitas Labuhanbatu Cup IV 2026 tetap berada di tangan mereka.
Namun, turnamen ini sesungguhnya lebih besar daripada sekadar perebutan gelar juara.
Di balik kerasnya persaingan di lapangan, kompetisi yang berlangsung sejak 4 hingga 8 Mei 2026 itu menjadi ruang tumbuh bagi semangat sportivitas, disiplin, solidaritas, dan mimpi-mimpi generasi muda di Labuhanbatu Raya.
Sejak peluit awal dibunyikan, SMAN 2 Rantau Utara langsung tampil menekan. Dua gol bunuh diri yang dialami pemain MAN Labuhanbatu membuat pertandingan cepat berubah arah. Tekanan agresif terus dilancarkan hingga Antasari Afgan dan Roy Jones menambah dua gol lain yang mengunci kemenangan telak sang juara bertahan.
Baca Juga: Jumat Barokah, Satlantas Polres Sergai Bagikan Nasi Kotak untuk Warga Jalanan
Laga final yang dipimpin wasit Rendi bersama hakim garis Muhammad Alfiansyah itu menjadi penutup manis turnamen yang diikuti 26 tim SMA/SMK sederajat dari Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, dan Labuhanbatu Selatan.
Selama lima hari penyelenggaraan, lapangan futsal ULB bukan hanya menjadi arena pertandingan, melainkan titik temu ratusan pelajar dengan semangat yang sama: membuktikan kemampuan terbaik mereka.
Ketua Panitia Pelaksana, Akhiruddin Ritonga, mengatakan turnamen ini sejak awal memang dirancang bukan sekadar agenda kompetisi tahunan, tetapi menjadi wadah pencarian bibit atlet muda potensial di wilayah Labuhanbatu Raya.
Di tengah masih terbatasnya ruang kompetisi olahraga tingkat pelajar di daerah, turnamen seperti ini memiliki arti penting. Banyak pelajar yang sebenarnya menyimpan kemampuan besar, tetapi minim kesempatan untuk tampil dan berkembang.
Ketika panggung itu tersedia, bakat-bakat yang selama ini tersembunyi mulai menemukan jalannya.
Fenomena futsal sendiri kini telah menjadi bagian dari denyut kehidupan anak muda perkotaan di Rantauprapat dan sekitarnya. Hampir setiap sore, lapangan-lapangan futsal dipenuhi pelajar yang datang bukan sekadar bermain, tetapi juga membangun mimpi.
Dari olahraga rekreasi, futsal berkembang menjadi gaya hidup sekaligus jalur prestasi yang semakin kompetitif.
Baca Juga: 15 Orang Terima Bantuan Program PKH Medan Makmur di Kelurahan Kesawan
Sekolah-sekolah kini mulai serius membangun tim, menghadirkan pelatih, hingga rutin mengikuti berbagai turnamen antar daerah. Persaingan yang tercipta perlahan melahirkan kultur pembinaan olahraga yang lebih sehat dan terarah.
Keberhasilan SMAN 2 Rantau Utara mempertahankan gelar juara menjadi bukti bahwa konsistensi pembinaan di tingkat sekolah mulai menunjukkan hasil nyata. Mempertahankan dominasi dalam kompetisi pelajar bukan perkara mudah. Dibutuhkan disiplin latihan, chemistry tim, mental bertanding, serta dukungan sekolah yang kuat.
Sementara itu, posisi juara ketiga diraih SMA Negeri 2 Kampung Rakyat, Labuhanbatu Selatan, setelah menang telak 5-0 atas SMAN 1 Ransel.
Hasil tersebut sekaligus menegaskan bahwa potensi atlet muda tidak hanya tumbuh di pusat kota, tetapi juga berkembang di sekolah-sekolah pinggiran yang mulai mendapat ruang untuk menunjukkan kualitasnya.
Badan Pengurus Harian Yayasan Universitas Labuhanbatu, Nimrot Siahaan, yang mewakili Ketua Yayasan ULB Halomoan Nasution, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta turnamen dan memastikan kegiatan tersebut akan terus menjadi agenda tahunan yayasan.
Pernyataan itu menjadi penanda penting bahwa perguruan tinggi mulai mengambil peran lebih luas dalam pembangunan ekosistem olahraga usia muda.
Kampus tidak lagi berdiri semata sebagai ruang akademik, tetapi juga hadir sebagai rumah pembinaan minat, bakat, dan karakter generasi masa depan.(fdh/han)
Editor : Johan Panjaitan