Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Ronny Tanuwijaya Apresiasi Mental dan Perkembangan Timnas U-17

Juli Rambe • Rabu, 13 Mei 2026 | 12:11 WIB
BERSAMA: Ronny Tanuwijaya bersama Manager Timnas, Sumardji. (Dok: Ronny Tanuwijaya)
BERSAMA: Ronny Tanuwijaya bersama Manager Timnas, Sumardji. (Dok: Ronny Tanuwijaya)

 

JAKARTA, SUMUT POS- Timnas Indonesia U-17 harus mengakhiri langkahnya di Grup B Piala Asia U-17 2026 setelah takluk 1-3 dari Jepang. Laga yang berlangsung di King Abdullah Sport City Training Stadium, Jeddah, Arab Saudi, Selasa (12/5/2026) malam WIB itu memperlihatkan dominasi Jepang sejak menit awal.

Kekalahan ini memastikan Indonesia tersingkir dari turnamen. Meski demikian, performa tim tetap mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pengamat sepak bola nasional Ronny Tanuwijaya atau yang akrab disapa Rotan.

Menurut Rotan, hasil akhir bukan satu-satunya tolok ukur dalam menilai permainan tim muda. Ia menilai ada perkembangan signifikan dalam cara bermain Timnas Indonesia U-17.

Baca Juga: FFI Berganti Nama Jadi Asosiasi Futsal Indonesia, Ini Pengurusnya

“Semangat dan permainan timnas patut diacungi jempol. Mereka berani tampil dan menunjukkan fighting spirit yang luar biasa,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Ia menambahkan, secara visi permainan, tim Indonesia mulai menunjukkan arah yang positif. Namun, ia mengingatkan bahwa negara lain masih berada selangkah lebih maju dalam hal organisasi permainan dan kualitas individu pemain.

“Visi permainan sudah bagus, tapi kita harus akui negara lain juga lebih baik. Latihan harus terus ditingkatkan, terutama dari sisi fisik dan kekuatan tubuh pemain,” kata pria yang juga mantan Manajer Persebaya ini.

Rotan juga secara khusus memberikan apresiasi kepada penjaga gawang Indonesia yang dinilai tampil impresif sepanjang pertandingan.

“Penjaga gawang harus mendapat apresiasi. Antisipasi bola dan penempatan posisinya di bawah mistar sangat baik,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pembinaan mental dan karakter pemain sejak usia muda. Menurutnya, keberanian dan semangat juang yang ditunjukkan pemain harus terus dipupuk untuk menghadapi kompetisi di level yang lebih tinggi.

“Kita jangan hanya melihat hasil akhir. Lihat bagaimana mereka bermain selama 90 menit. Meski kalah dalam penguasaan bola, semangat dan keberanian mereka luar biasa,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya karakter dalam permainan sepak bola modern. Menurutnya, selain teknik dan strategi, karakter kuat menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan di lapangan.

Dengan hasil ini, Indonesia harus kembali berbenah dan mempersiapkan generasi muda yang lebih matang, baik dari sisi teknik, fisik, maupun mental, untuk menghadapi kompetisi internasional di masa mendatang. (dek/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#roni tanuwijaya #pssi #Timnas U-17