MEDAN, SUMUT POS - Ketua Panitia Pelaksana ASEAN U-19 Boys Championship 2026, Andi Atmoko Panggabean, menegaskan pihaknya tengah melakukan evaluasi menyeluruh terkait maraknya praktik percaloan tiket pertandingan Timnas Indonesia U-19 yang viral di media sosial.
Sejumlah unggahan di media sosial memperlihatkan adanya tiket pertandingan yang dijual kembali dengan harga mencapai Rp400 ribu per lembar, jauh di atas harga resmi yang ditetapkan panitia. Kondisi tersebut dinilai merugikan para suporter yang ingin mendapatkan tiket secara normal.
Andi Atmoko Panggabean mengungkapkan, usai pertandingan berakhir, panitia langsung menggelar rapat evaluasi hingga pukul 01.00 WIB untuk membahas berbagai hal, termasuk persoalan percaloan tiket.
Baca Juga: Rico Waas Semprot Kadis LH
"Setelah pertandingan selesai, kami langsung mengadakan rapat evaluasi sampai pukul satu dini hari. Dalam evaluasi itu, salah satu yang menjadi perhatian utama adalah masalah percaloan tiket," kata Andi Atmoko saat memberikan keterangannya kepada Sumut Pos, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, praktik percaloan terjadi karena adanya pihak-pihak yang membeli tiket dalam jumlah besar, kemudian menjualnya kembali dengan harga yang tidak wajar. Akibatnya, banyak pendukung setia Timnas Indonesia yang kesulitan memperoleh tiket pertandingan.
"Ini menjadi perhatian kami karena ada yang membeli tiket dalam jumlah banyak lalu menjual kembali dengan harga yang tidak wajar. Tentu ini merugikan para suporter yang benar-benar ingin menonton pertandingan," ujarnya.
Panitia pun berupaya mencari solusi agar persoalan serupa tidak kembali terjadi pada pertandingan-pertandingan berikutnya. Salah satu langkah yang sedang disiapkan adalah pembaruan sistem penjualan tiket.
"Kami sedang mengantisipasi dan mencari cara agar praktik percaloan melalui sistem penjualan tiket ini tidak terjadi lagi. Akan ada strategi baru dalam penjualan tiket untuk meminimalisir, bahkan kalau bisa menghilangkan praktik percaloan," tutur Andi.
Ia mengakui bahwa para pelaku percaloan memiliki berbagai cara untuk menjalankan aksinya. Namun, panitia tidak bekerja sendiri dalam menangani persoalan tersebut.
"Kita tahu calo ini punya banyak cara. Tetapi kami bekerja sama dengan PSSI pusat, termasuk ESKO (TLT), Ketua Komite Kompetisi PSSI Sumatera Utara Bang Arya Sinulingga, serta tim yang sudah berpengalaman menangani berbagai turnamen besar. Mereka sangat memahami bagaimana cara mengantisipasi masalah percaloan tiket," jelasnya.
Andi berharap langkah-langkah yang tengah disusun bersama PSSI dapat memberikan perlindungan kepada para suporter agar mendapatkan akses pembelian tiket secara lebih adil dan transparan.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat terhadap penampilan Timnas Indonesia U-19 di ASEAN U-19 Boys Championship 2026, panitia berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dalam penyelenggaraan pertandingan, termasuk memastikan tiket dapat diperoleh oleh para pendukung sejati dan tidak dikuasai oleh para calo.(san/ram)
Editor : Juli Rambe