Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Raymond Indra/Nikolas Joaquin Akui Mental Goh/Nur Izzudin

Juli Rambe • Selasa, 9 Juni 2026 | 01:00 WIB
Ganda Putra Indonesia, Raymond dan Joaquin. (Dok: X)
Ganda Putra Indonesia, Raymond dan Joaquin. (Dok: X)

 

SUMUT POS- Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, menelan kekalahan dari wakil Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin di partai final Indonesia Open 2026. Mereka pun mengakui kualitas yang dimiliki pasangan ranking delapan dunia tersebut.

Raymond/Joaquin menelan kekalahan dramatis dari Goh/Izzuddin di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/6/2026) malam WIB.

Duet pemain muda Pelatnas PBSI Cipayung itu kalah dari wakil Malaysia dalam pertarungan sengit tiga gim dengan skor akhir 21-13, 18-21, 10-21.

Baca Juga: BRT akan Layani Dua Koridor pada Tahap Awal

Raymond/Joaquin sebenarnya tampil apik dalam pertandingan tersebut. Setelah merebut kemenangan di gim pertama, mereka juga sempat memimpin di gim kedua atas Goh/Izzuddin dengan skor 14-8.

Tapi, Goh/Izzuddin menunjukkan mentalitasnya sebagai pasangan unggulan, karena berhasil menyamakan kedudukan menjadi 14-14. Lebih dari itu, pasangan Malaysia tersebut sukses mengunci gim kedua dengan kemenangan.

"Tadi secara overall permainan kita, saya rasa sudah all out. Kita bermain sudah menampilkan apa yang kami bisa, kami sudah all out. Memang tadi di set kedua sempat kami sudah unggul lumayan jauh, unggul 6 poin, tapi musuh langsung mendapat 8 poin secara beruntun," ucap Joaquin usai laga, Minggu (7/6/2026).

Joaquin pun mengakui Goh/Izzuddin punya mental yang luar biasa. Sebab, mereka mampu menjaga fokusnya hingga berhasil mengejar ketertinggalan dalam momen tersebut.

"Tapi saya rasa pasangan Malaysia tadi mainnya benar-benar luar biasa, mereka tetap fokus, tetap menjaga pikiran mereka. Mereka benar-benar luar biasa hari ini," ucap Joaquin.

Joaquin juga menilai kegagalan dirinya dan Raymond meraih gelar tak lepas dari kemampuan pasangan Malaysia memanfaatkan momentum saat pertandingan mulai berbalik arah. Selain faktor pengalaman, lawan juga dinilainya lebih jeli membaca situasi di lapangan.

"Cuma memang setelah musuh dapat satu poin, dua poin itu, mungkin mereka melihat kita kayak sempat bingung gitu ya, mereka otomatis juga notice gitu jadinya mereka mengambil momentum itu langsung di apa itu beruntun itu masuk," terangnya. (jpc/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#indonesia open 2026 #raymond joaquin #ganda putra #pbsi