JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com – Hasil undian AVC Women's Volleyball Continental 2026 menempatkan tim nasional bola voli putri Indonesia di grup yang tidak mudah. Bergabung di Grup B bersama Thailand, Kazakhstan, dan Australia, Merah Putih dituntut tampil konsisten jika ingin mewujudkan target menembus enam besar Asia.
Namun, bagi Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI), tantangan terbesar bukan terletak pada hasil undian. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana Indonesia mampu menaklukkan Kazakhstan, lawan yang dinilai akan menjadi penentu nasib tim di fase penyisihan.
Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBVSI, Loudry Maspaitella, menilai hasil drawing tidak banyak mengubah peta persaingan karena setiap grup tetap dihuni tim-tim kuat.
"Kalau hasil drawing sebenarnya sama saja. Masuk grup Tiongkok ada Tiongkok, masuk grup Jepang ada Jepang. Yang terpenting sekarang bagaimana caranya kita bisa mengalahkan Kazakhstan," ujar Loudry kepada Jawa Pos.
Menurutnya, Indonesia memang belum berada dalam kelompok elite bola voli putri Asia. Karena itu, siapa pun lawan yang dihadapi harus disambut dengan persiapan maksimal.
Thailand, Tiongkok, dan Jepang masih menjadi kekuatan utama di kawasan Asia. Sementara bagi Indonesia, duel melawan Kazakhstan menjadi laga yang paling realistis untuk menentukan peluang lolos ke fase berikutnya.
Baca Juga: Era Zidane Dimulai, Debut Les Bleus Langsung Ditantang Italia
Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Indonesia sudah memiliki pengalaman menghadapi Kazakhstan pada AVC Challenge Cup 2026. Meski kala itu harus mengakui keunggulan lawan, Loudry melihat adanya perkembangan signifikan dalam performa tim setelah pertandingan tersebut.
Ia menilai evaluasi dari turnamen sebelumnya menjadi modal penting bagi tim pelatih untuk menyiapkan strategi yang lebih matang.
Menurut Loudry, fokus utama saat ini adalah memastikan performa para pemain mencapai level terbaik tepat ketika menghadapi Kazakhstan.
Sebaliknya, saat melawan Thailand, Indonesia diminta tetap realistis mengingat kualitas lawan masih berada di atas Merah Putih.
"Kalau lawan Thailand, kita realistis saja karena mereka memang lebih kuat. Kuncinya tetap di pertandingan melawan Kazakhstan," katanya.
Baca Juga: Tidak Cukup hanya Mencuci, Ganti Peralatan Dapur Ini demi Kesehatan
Jika mampu mengamankan kemenangan atas Kazakhstan, peluang Indonesia untuk menembus enam besar Asia akan terbuka lebar. Bahkan, andai gagal finis di posisi dua besar grup, Merah Putih masih memiliki kesempatan melaju ke babak berikutnya melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Karena itu, pertandingan melawan Kazakhstan dipandang bukan sekadar laga penyisihan biasa, melainkan penentu arah perjalanan Indonesia di AVC Women's Volleyball Continental 2026 sekaligus peluang membuktikan perkembangan prestasi bola voli putri nasional di level Asia.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan