Sumutpos.jawapos.com-Keputusan Max Verstappen mengganti nomor balap ikoniknya dari 33 menjadi 3 pada musim 2026 sempat memicu berbagai spekulasi. Di kalangan penggemar, perubahan itu bahkan dianggap membawa sial setelah rangkaian hasil yang kurang memuaskan menghampiri juara dunia Formula 1 tersebut.
Narasi tentang "kutukan nomor 3" semakin menguat ketika Verstappen gagal menyelesaikan balapan Nürburgring 24 Hours pada Mei lalu. Mobil yang dikendarainya mengalami kerusakan driveshaft, memaksanya mengakhiri lomba lebih cepat. Kegagalan itu seolah menjadi pembenaran bagi anggapan bahwa nomor baru tersebut belum membawa keberuntungan.
Namun, akhir pekan lalu cerita itu berubah.
Tim milik Verstappen, Mercedes-AMG Team Verstappen Racing, akhirnya memecahkan kebuntuan dengan meraih kemenangan perdana musim ini pada Race 1 GT World Challenge Europe Sprint Cup di Sirkuit Magny-Cours, Prancis, Sabtu (1/8).
Baca Juga: 8 Penyebab Motor Sulit Distarter Meski Aki Masih Baru, Nomor 5 Paling Sering Terjadi
Mobil Mercedes-AMG GT3 bernomor 3 yang dikemudikan Jules Gounon dan Daniel Juncadella tampil dominan hingga finis pertama. Mereka mengalahkan Ferrari 296 GT3 milik AF Corse yang dikendarai Thomas Neubauer dan Arthur Leclerc dengan selisih 2,597 detik.
Kemenangan tersebut bukan sekadar menambah koleksi trofi tim, tetapi juga menjadi simbol berakhirnya stigma yang selama beberapa bulan melekat pada nomor 3.
Verstappen pun tak bisa menyembunyikan kebanggaannya. Melalui akun Instagram pribadinya, pembalap asal Belanda itu memberikan apresiasi kepada seluruh anggota tim.
Baca Juga: Arsenal Belum Tutup Bursa, Vinicius Jadi Bidikan Berikutnya
"Sangat bangga, kerja bagus semuanya!" tulis Verstappen.
Hasil di Magny-Cours menjadi suntikan moral penting bagi Verstappen Racing sekaligus mengirim pesan bahwa nomor 3 bukanlah pertanda buruk. Setelah sempat dikaitkan dengan rentetan hasil mengecewakan, angka tersebut kini justru mengantarkan tim milik sang juara dunia menuju kemenangan perdana musim ini.
(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan