Jojo Pastikan Tiket 16 Besar Kejuaraan Dunia, Taklukkan Jason Teh dalam Tiga Gim

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:02 WIB
Jonatan Christie. (jpnn)
Jonatan Christie. (jpnn)

 

NEW DELHI, Sumutpos.jawapos.com -Jonatan Christie harus bekerja keras untuk memastikan langkahnya ke babak 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026. Unggulan ketiga tersebut melewati perlawanan sengit wakil Singapura, Jia Heng Jason Teh, melalui pertarungan tiga gim di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, Rabu (19/8/2026).

Jonatan, yang akrab disapa Jojo, menang dengan skor 19-21, 21-19, 21-11. Kemenangan tersebut tidak datang dengan mudah. Jojo sempat kehilangan gim pertama sebelum menemukan kembali ritme permainan dan membalikkan keadaan.

Sejak awal pertandingan, Jojo terlihat belum mampu menjalankan pola permainan yang telah disiapkan. Beberapa keputusan di lapangan juga tidak berjalan sesuai rencana sehingga Jason Teh mampu memanfaatkan celah dan mengamankan gim pembuka.

Memasuki gim kedua, Jonatan mulai tampil lebih berani. Dia mengurangi keraguan dalam menentukan pukulan dan mencoba bermain lebih lepas. Perubahan tersebut perlahan membuat permainan Jojo lebih efektif.

Baca Juga: Cuma 10 Detik! Trik Lipat Bantal Ini Bisa Bongkar Kondisinya

Jonatan akhirnya merebut gim kedua dengan skor 21-19 dan memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan.

Sempat Tertekan di Fase Akhir

Pada gim ketiga, Jonatan tampil jauh lebih solid. Peraih medali emas Asian Games tersebut mampu mengendalikan permainan dan menciptakan jarak cukup lebar dari Jason Teh.

Namun, ketika sudah berada di posisi unggul 20-14, Jojo kembali mendapat tekanan. Jason Teh mengubah pola permainan dan berhasil memangkas jarak. Situasi tersebut sempat membuat Jonatan kembali kehilangan ketenangan.

Beruntung, Jojo mampu segera mengendalikan situasi dan menutup pertandingan dengan kemenangan 21-11.

Pertandingan tersebut menjadi pengingat bagi Jonatan bahwa strategi yang disusun sebelum laga tidak selalu dapat diterapkan secara sempurna di lapangan. Perubahan situasi bisa terjadi hanya dalam hitungan poin sehingga kemampuan beradaptasi menjadi sangat penting.

“Tidak hanya di Kejuaraan Dunia tapi di setiap turnamen. Setiap pertandingan selalu dijadikan pelajaran karena pasti ada yang didapat,” ujar Jonatan.

Baca Juga: Jangan Salah Sangka, 12 Zodiak Ini Diam-Diam Iri Melihat Orang Lain Sukses

Kemenangan itu sekaligus memastikan Jojo melanjutkan perjuangan di turnamen bergengsi tersebut. Tantangan berikutnya tentu akan semakin berat seiring menyempitnya persaingan menuju fase akhir.

Bimo/Arlya Harus Angkat Koper

Hasil berbeda dialami pasangan ganda campuran Indonesia, Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran. Mereka harus mengakhiri perjalanan di Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah kalah dari pasangan Jepang unggulan ke-13, Yuichi Shimogami/Sayaka Hobara.

Dalam pertandingan babak 32 besar, Bimo/Arlya menyerah dua gim langsung dengan skor 13-21, 16-21.

Bimo mengakui persoalan utama mereka terletak pada konsistensi fokus. Pasangan Indonesia itu beberapa kali kehilangan momentum ketika berada dalam posisi unggul maupun saat pertandingan memasuki poin-poin ketat.

“Dari gim pertama sampai kedua, kami fokus pikirannya selalu goyah, naik turun. Selalu dari sudah unggul atau poin yang mepet-mepet, fokusnya hilang,” tutur Bimo.

Baca Juga: Sinergi Mahasiswa KKN ITS Paluta dan Warga Rondaman Siburegar, Sulap Lahan Tidur Jadi Kebun Gizi

Meski tersingkir, Bimo menilai kemampuan mereka sebenarnya cukup untuk memberikan perlawanan kepada pasangan Jepang. Persoalannya, mereka belum mampu menjaga kualitas permainan secara konsisten hingga pertandingan berakhir.

Arlya pun melihat kekalahan tersebut sebagai bahan evaluasi. Selain memperbaiki fokus dan pengambilan keputusan pada poin-poin krusial, aspek fisik juga menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.

“Kami juga harus menambah kekuatan tangan,” ucap Arlya.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
lolos bwf kejuaraan dunia unggulan