
Sumutpos.jawapos.com-Bantal sering dianggap masih layak digunakan selama bentuknya belum benar-benar rusak. Padahal, bantal yang tampak bersih dan baik dari luar belum tentu masih mampu memberikan dukungan optimal saat tidur.
Seiring waktu, isi bantal dapat kehilangan elastisitas, menggumpal, menjadi kempis, hingga menyerap keringat dan minyak dari tubuh. Kondisi tersebut bisa membuat kenyamanan tidur menurun tanpa disadari.
Secara umum, bantal dianjurkan diganti sekitar 1–2 tahun sekali. Namun, usia bukan satu-satunya patokan. Kondisi fisik dan kemampuan bantal mempertahankan bentuk justru menjadi tanda yang lebih penting.
Dilansir dari laman RBC. Ukraina, ada cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk mengeceknya.
1. Perhatikan Noda Kuning
Noda kuning yang menetap merupakan salah satu tanda bantal mulai menua. Perubahan warna tersebut dapat dipicu keringat, minyak kulit, air liur, rambut yang masih lembap, hingga sisa kosmetik yang meresap melalui sarung bantal.
Jika noda semakin sulit dihilangkan dan disertai perubahan bentuk atau bau tidak sedap, sudah saatnya mempertimbangkan mengganti bantal.
2. Bentuk Mulai Kempis dan Menggumpal
Bantal yang masih baik seharusnya mampu mempertahankan bentuk dan memberikan penyangga yang cukup untuk kepala serta leher.



