JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com-Persaingan di pasar SUV compact Indonesia semakin sengit. Kehadiran merek-merek baru dan derasnya kendaraan elektrifikasi membuat konsumen memiliki semakin banyak pilihan. Di tengah situasi tersebut, Mitsubishi Motors memilih tidak sekadar menjual teknologi hybrid melalui Xforce HEV, tetapi juga menawarkan kombinasi performa, kenyamanan, fitur, efisiensi, dan layanan purnajual.
Strategi itu menjadi penting bagi Mitsubishi yang telah membangun eksistensinya selama 55 tahun di Indonesia. Xforce HEV yang diperkenalkan pada 16 Juli 2026 pun menjadi salah satu amunisi baru untuk merebut perhatian konsumen di segmen SUV compact.
Respons awal pasar disebut cukup positif. Meski hadir ketika sejumlah kompetitor sudah lebih dahulu bermain di segmen hybrid dan kendaraan listrik, Mitsubishi mengklaim Xforce HEV mampu mendapatkan penerimaan yang baik.
Baca Juga: Rodri Resmi ke Barcelona, Kini Julian Alvarez Jadi Target Berikutnya!
Director of Sales & Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Irwan Kuncoro, mengatakan daya tarik Xforce HEV tidak bisa hanya diukur dari kemampuan kendaraan mencapai jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer.
Menurutnya, konsumen kini semakin kritis. Teknologi memang penting, tetapi bukan satu-satunya alasan seseorang memilih kendaraan.
“Banyak aspek. Produk mesti unggul, hybrid Xforce berbeda dengan brand lain, fitur sangat lengkap, aspek performance dan kenyamanan dari masyarakat yang sudah test drive faktanya mengakui,” ujar Irwan saat sesi tanya jawab MMKSI di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Ia menilai perpaduan berbagai aspek tersebut menjadi kekuatan Xforce HEV untuk menghadapi persaingan yang semakin padat.
Bukan Sekadar Mengejar Angka 1.000 Kilometer
Kemampuan menempuh jarak jauh memang menjadi salah satu daya tarik utama kendaraan hybrid. Namun, Mitsubishi menilai angka tersebut tidak cukup untuk menjadi satu-satunya alasan konsumen memilih Xforce HEV.
“Kalau cuma 1.000 kilometer, hybrid lain juga bisa. Apa keunggulan lainnya?” menjadi salah satu pertanyaan yang muncul dalam diskusi.
Baca Juga: Hujan Deras dan Angin Kencang,, 11 Bangunan di Kota Medan Rusak Parah
Bagi Mitsubishi, jawabannya berada pada keseluruhan pengalaman berkendara.
Xforce HEV dirancang dengan sistem hybrid yang menggabungkan mesin pembakaran internal dengan motor listrik. Kombinasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengejar efisiensi bahan bakar, tetapi juga menghasilkan karakter tenaga dan torsi yang berbeda.
Di sinilah Mitsubishi mencoba membangun pembeda. Konsumen tidak hanya mendapatkan kendaraan yang lebih hemat, tetapi juga SUV dengan karakter berkendara yang tetap bertenaga dan nyaman.
Sistem Hybrid yang Terus Memulihkan Energi
Brand Ambassador Mitsubishi Motors, Rifat Sungkar, menjelaskan bahwa sistem hybrid pada Xforce memiliki karakter kerja yang berbeda dari persepsi sederhana mengenai baterai.
Baterai tidak diperlakukan seperti baterai ponsel yang digunakan hingga habis kemudian diisi kembali. Sistem terus mengelola energi selama kendaraan bergerak.
Baca Juga: Prediksi Atletico Madrid vs Malaga: Tanpa Julian Alvarez, Los Colchoneros Diunggulkan
Setiap kali pengemudi mengurangi tekanan pedal gas atau kendaraan mengalami perlambatan, energi dapat dipulihkan melalui sistem regenerative braking.
“Semua gerakan itu mengeluarkan energi dan semua tindakan angkat gas atau perputaran itu regenerated energi,” jelas Rifat.
Menurutnya, kondisi jalan, kecepatan, serta gaya berkendara sangat menentukan seberapa optimal energi dapat dipulihkan.
Dalam salah satu pengujian yang dilakukannya, Rifat bahkan menyebut Xforce HEV mampu mencatat jarak tempuh hingga 1.171 kilometer.
Namun, ia menegaskan angka tersebut bukan angka mutlak karena hasil konsumsi bahan bakar sangat bergantung pada metode penggunaan kendaraan.
“Angkanya tergantung bagaimana metode penggunaan,” katanya.
Torsi Motor Listrik Jadi Pembeda
Rifat juga menyoroti karakter tenaga yang dihasilkan kombinasi mesin dan motor listrik pada Xforce HEV.
Mesin 1.600 cc menghasilkan tenaga sekitar 116 horsepower dengan torsi sekitar 140 Nm. Sementara motor listrik memiliki karakter torsi yang jauh lebih besar, sekitar 250 Nm.
Perbedaan tersebut membuat respons kendaraan terasa berbeda, terutama ketika mulai bergerak.
“Begitu berangkat pakai torsi gede, tidak pakai bahan bakar. Pas sudah landai, datang horsepower,” ujar Rifat.
Baca Juga: Pemko Binjai Tawarkan Rusunawa untuk Korban Kebakaran
Konsep tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kendaraan hybrid dapat menawarkan perpaduan antara respons tenaga dan efisiensi.
Dengan sistem kerja tersebut, Mitsubishi berupaya menempatkan Xforce HEV bukan sebagai kendaraan yang hanya mengejar penghematan bahan bakar, tetapi juga sebagai SUV yang tetap menyenangkan dikendarai.
Purnajual Jadi Senjata Menjaga Kepercayaan
Teknologi hybrid membawa satu pertanyaan penting bagi konsumen: bagaimana biaya dan kepastian perawatannya dalam jangka panjang?
Mitsubishi menjawab kekhawatiran tersebut melalui paket purnajual yang menjadi bagian dari strategi Xforce HEV.
After Sales Planning and Marketing Department Mitsubishi Motors, Ririh Pramesti, mengatakan konsumen Xforce HEV mendapatkan paket Smart berupa gratis biaya jasa dan suku cadang hingga empat tahun atau 60.000 kilometer.
“Sebagai komitmen Mitsubishi Motors, kami hadir dengan program purnajual yang menyeluruh. Dari sisi layanan, pelanggan bisa menikmati paket Smart, yaitu gratis biaya jasa dan suku cadang hingga empat tahun atau 60.000 kilometer,” ujar Ririh.
Setelah masa tersebut berakhir, konsumen masih memiliki pilihan untuk memperpanjang perlindungan melalui Extended Smart Package. Mitsubishi menyediakan pilihan paket 2x, 4x, dan 6x sesuai kebutuhan.
Perlindungan baterai juga menjadi perhatian. Xforce HEV mendapatkan garansi baterai hybrid hingga 10 tahun.
Jaminan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan konsumen, terutama ketika teknologi elektrifikasi masih menjadi pertimbangan baru bagi sebagian pengguna kendaraan di Indonesia.
Jaringan Diler Jadi Penopang
Mitsubishi juga mengandalkan jaringan diler resminya di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari strategi purnajual.
Bagi konsumen kendaraan hybrid, keberadaan jaringan layanan yang mudah dijangkau menjadi pertimbangan penting. Teknologi canggih akan kehilangan nilai jika tidak dibarengi kepastian servis dan ketersediaan dukungan teknis.
Baca Juga: Serena-Venus Kembali Berduet Setelah Empat Tahun, Comeback di Cincinnati Berakhir Dramatis
Karena itu, Mitsubishi mencoba menjadikan produk dan layanan sebagai satu kesatuan.
Xforce HEV tidak hanya diposisikan sebagai kendaraan baru dengan teknologi hybrid, tetapi sebagai paket kepemilikan yang mencakup performa, efisiensi, kenyamanan, fitur, garansi, hingga layanan setelah pembelian.
Bertarung di Pasar yang Semakin Padat
Langkah Mitsubishi masuk lebih dalam ke pasar hybrid terjadi ketika persaingan SUV compact semakin keras. Merek-merek baru terus bermunculan, sementara kendaraan listrik mulai mengubah preferensi sebagian konsumen.
Namun, Mitsubishi melihat kondisi tersebut sebagai peluang sekaligus tantangan.
Xforce HEV membawa modal berupa nama besar Mitsubishi, pengalaman 55 tahun di Indonesia, jaringan layanan, serta teknologi hybrid yang diklaim memiliki karakter berbeda.
Pada akhirnya, pertarungan Xforce HEV tidak hanya akan ditentukan oleh seberapa irit bahan bakarnya atau seberapa jauh kendaraan mampu melaju dalam sekali pengisian bahan bakar.
Konsumen akan menilai semuanya secara bersamaan: seberapa nyaman dikendarai, seberapa kuat performanya, seberapa lengkap fiturnya, seberapa efisien penggunaannya, berapa biaya kepemilikannya, dan seberapa aman layanan purnajualnya.
Di tengah pasar SUV compact yang semakin ramai, Mitsubishi kini mempertaruhkan Xforce HEV untuk membuktikan bahwa pengalaman panjang selama 55 tahun bukan sekadar sejarah, tetapi modal untuk membangun kepercayaan di era elektrifikasi.(ari/han)
Editor : Johan Panjaitan