Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Jangan Abaikan Kesehatan Mental Anak Yang Pernah Mengalami Trauma, Berikut 6 Langkah Yang Harus Dilakukan Orang Tua

Redaksi • Selasa, 26 Agustus 2025 | 15:16 WIB
Ilustrasi anak trauma, (pixabay.com)
Ilustrasi anak trauma, (pixabay.com)

SUMUT POS - Wahai orang tua, jangan abaikan anak yang pernah mengalami trauma masa kcil, bisa karena pernah mengalami pengancaman, pelecehan seksual hingga bulliying.

Meskipun si anak nampak sehat, tapi hal itu berdampak pada kesehatan mental si anak dan hal itu turut bepengaruh hingga si anak telah dewasa.

Trauma masa kecil adalah istilah umum yang juga bisa dibilang sebagai bentuk gangguan stres pasca-trauma (PTSD).

Trauma masa kecil mengacu pada pengalaman menyedihkan yang pernah dialami seseorang saat masih kecil.

Contoh tindakan atau peristiwa yang menimbulkan trauma masa kecil,seperti kekerasan fisik, pelecehan seksual, bencana alam, kehilangan orang yang dicintai dan pengabaian anak asuh.

Setidaknya ada lima penanganan yang bisa dilakukan oleh orang tua dalam menangani anak yang memiliki trauma masa kecil, seperti dilansir dari kanal NU.


1.Validasi perasaan anak

Validasi adalah cara untuk memberi tahu seseorang bahwa kita memahaminya. Merasa dipahami adalah unsur penting untuk merasa terhubung dan didukung.

Biarkan dan dengarkan anak ketika ia berbicara tentang pengalaman buruk yang dirasakan.

Dengar dan tunjukkan ekspresi rasa empati ketika si anak mengisahkan pengalaman kesedihannya tanpa menghakimi.

Bahkan memberikan buku untuk menulis dan menggambarkan peristiwa yang pernah dialami merupakan sebuah metode anak untuk menyembuhkan rasa trauma.

Validasi perasaan anak sangatlah penting karena kemampuan seorang anak untuk mengatur emosi nantinya akan memengaruhi hubungan dengan keluarga, teman sebaya, prestasi akademik.

2. Komunikasi yang terbuka

Mengajak anak bercerita tentang kehidupannya di sekolah atau lingkungan pertemanannya adalah cara sederhana membangun komunikasi baik dan terbuka antara orang tua dan
anak.

Sikap terbuka ini akan membuat anak saling memahami satu sama lain. Dengan hal tersebut si anak juga memahami dia tidaklah sendirian.

Terbuka dan jujurlah pada anak tentang perasaan mereka, hal tersebut penting untuk membangun komunikasi yang jujur dan memperkuat rasa percaya.

3. Hormati anak dengan menghargai keputusannya

Hal itu sangat penting dilakukan setiap orang tua, tidak menuntut anak untuk menuruti setiap keinginan orang tua melainkan mengapresiasi usaha dengan tetap mengarahkannya.

Orang tua perlu belajar untuk menghargai keputusan yang diambil anak. Itu penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak.

4. Libatkan anak dalam berbagai keputusan di rumah

Pelibatan anak dalam pengambilan keputusan membuat anak belajar untuk menyuarakan pendapatnya.

Selain itu orang tua juga akan terbantu untuk mengenal lebih dalam karakter dan kebutuhan anaknya.

5. Pola asuh mindful parenting

Pola asuh ini berfungsi sebagai remot pengendali bagi orang tua dalam mengatur emosinya.

Artinya, bersikap mindful itu sama dengan melepaskan seluruh perasaan di masa
lalu dan fokus pada apa yang ada sekarang.

Meskipun anak telah nampak pulih dari trauma, namun orang tua tetap harus berperan menjauhi anak dari penyebab trauma. Lakukan juga pembatasan paparan berulang terhadap berita dan peristiwa traumatis.

6. Istirahat cukup

Pantau segala aktivitas anak saat pemulihan trauma. Pastikan anak memiliki gizi dan waktu istirahat yang cukup.

Tidur adalah hal paling penting untuk kesehatan mental dan emosional. Ketika anak yang trauma telah menemukan kembali kwalitas tidurnya seperti dulu, maka hal itu cukup baik.

Namun ketika tidur menjadi terganggu. Anda harus lebih memberi perhatian yang ekstra yang bahkan hal itu menunjukkan kondisi trauma anak belum benar-benar pulih.

Jika trauma semakin parah, seperti karena anak pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual dan bulliying, maka anda harus segera membawa anak ke psikolog atau psikiater untuk mencari bantuan teknik terapi. (sit)

Editor : Redaksi
#orang tua #mental anak #trauma