Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

8 Tanda Orangtua Lebih Menggunakan Kontrol daripada Disiplin

Johan Panjaitan • Senin, 29 September 2025 | 12:20 WIB
ILUSTRASI: Kebiasaan Orangtua selalu mengontrol anak, bukan displin. (FREEPIK)
ILUSTRASI: Kebiasaan Orangtua selalu mengontrol anak, bukan displin. (FREEPIK)

Sumutpos.jawapos.com-Ada perbedaan besar antara disiplin dan kontrol. Disiplin seharusnya bertujuan mengajar dan membimbing, sementara kontrol lebih menekankan kekuasaan dengan mengabaikan kemandirian anak.

Banyak orang baru menyadari setelah dewasa, pola asuh yang mereka alami lebih condong ke kontrol daripada disiplin. Dikutip dari geediting.com, ada delapan tanda yang bisa jadi cerminan pengalaman masa kecil Anda:

1. Tidak memberi ruang negosiasi
Perkataan orang tua dianggap hukum mutlak tanpa boleh dibahas atau ditanya.

2. Menggunakan rasa takut, bukan pemahaman
Anak patuh karena takut hukuman, bukan karena mengerti alasan di balik aturan.

3. Tak pernah mengakui kesalahan
Orang tua selalu ingin terlihat benar dan sempurna, meski salah.

4. Memanipulasi dengan rasa bersalah
Anak dibuat merasa bersalah agar menuruti keinginan, bukan belajar bertanggung jawab.

5. Mengabaikan perasaan anak
Ungkapan seperti “kamu lebay” atau “ah, nanti juga lupa” sering dipakai untuk menolak emosi anak.

6. Sering membandingkan dengan orang lain
Anak diukur berdasarkan prestasi saudara, tetangga, atau orang lain, bukan dirinya sendiri.

7. Selalu harus jadi yang benar
Pendapat anak jarang dianggap. Perbedaan pandangan dianggap tidak sopan.

8. Tidak menghargai batasan pribadi
Privasi anak diabaikan, keputusan sering diambilkan tanpa persetujuan mereka.

Memahami perbedaan antara disiplin dan kontrol penting agar kita bisa melihat pola asuh dengan lebih jernih. Tujuan akhirnya bukan menyalahkan orang tua, melainkan menyadari dampaknya, lalu belajar membangun hubungan yang lebih sehat di masa depan.(han)

Editor : Johan Panjaitan
#Kontrol #disiplin #pola asuh