Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

156 Mahasiswa Pendidikan Vokasi Ikuti Capping Day dan Pengukuhan di USM Indonesia

Admin SP • Jumat, 3 Mei 2024 | 18:10 WIB
USM INDONESIA: Kegiatan capping day dan pengukuhan mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Pendidikan Vokasi USM Indonesia, Jumat (3/5).DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.
USM INDONESIA: Kegiatan capping day dan pengukuhan mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Pendidikan Vokasi USM Indonesia, Jumat (3/5).DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

UNIVERSITAS Sari Mutiara (USM) Indonesia menggelar capping day dan pengukuhan bagi 156 mahasiswa/mahasiswi fakultas pendidikan vokasi tahun akademik 2023/2024, Jumat (3/5). Mahasiswa dan mahasiswi USM Indonesia pada semester II ini dipasangkan cap dan disematkan bunga.

Kegiatan yang dihadiri Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) Sumut Prof Dr H Bahdin Nur Tanjung MM dan Ketua Yayasan USM Indonesia Dr Parlindungan Purba MM beserta keluarga mahasiswa berlangsung di Hall Ing Washington Purba Jalan Kapten Muslim Nomor 79 Medan.

Dalam capping dan pengukuhan mahasiswa vokasi USM Indonesia, dikemukakan sejarah tokoh kesehatan dunia Florence Nightingale dan tokoh kesehatan Sumut yang juga Pendiri USM Indonesia Bidan Sauria Sitanggang.

Bidan Sauria Sitanggang bersama suami tercinta Drs Washington Purba mendirikan Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) Sitanggang Purba yang kemudian berkembang menjadi SPK Sari Mutiara.

Lalu Akademi Keperawatan (Akper) Sari Mutiara, Akademi Analis Kesehatan (AAK) Sari Mutiara, Akademi Gizi (Akzi) Sari Mutiara, Akademi Kesehatan Lingkungan (AKL) Sari Mutiara dan Akademi Analisa Farmasi dan Makanan (Akafarma). Kemudian menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mutiara Indonesia dan kini menjadi USM Indonesia.

Sedangkan Florence Nightingale adalah pelopor perawat modern, penulis dan ahli statistik. Ia dikenal dengan nama Bidadari Berlampu (The Lady With The Lamp) atas jasanya yang tanpa kenal takut mengumpulkan korban perang pada perang Krimea, di semenanjung Krimea, Rusia.

Ketua ABPPTSI Sumut Prof Dr H Bahdin Nur Tanjung MM mengapresiasi peran penting dan kerja keras dari yayasan, rektor, dekan dan ketua program studi USM Indonesia untuk pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Prof Dr H Bahdin Nur Tanjung MM mengemukakan lulusan dari pendidikan vokasi kesehatan di USM Indonesia sangat dibutuhkan sehingga diharapkan setelah tamat kuliah dapat segera bekerja.

Capping day dan pengukuhan, kata Prof Dr H Bahdin Nur Tanjung MM, dilakukan setelah para mahasiswa telah memenuhi kriteria akademik, etika dan berbagai penilaian-penilaian.

Ditambahkan ketua ABPPTSI Sumut, mahasiswa pendidikan vokasi USM Indonesia kininsudah dapat memulai suasana baru pada lingkungan masyarakat kesehatan Indonesia.

Secara khusus, Prof Dr H Bahdin Nur Tanjung MM menyampaikan terima kasih karena orangtua yang telah memberikan kesempatan pada anak-anak menjadi mahasiswa di USM Indonesia yang telah mengelola perguruan tinggi dengan baik yang menjadi kampus percontohan di tingkat nasional.

Disini lengkap, ada diploma, sarjana hingga program studi magister. Kedepan, akan ada program doktoral. ''Kami bangga dengan USM Indonesia. Kami mendukung pengembangan kampus untuk memberikan yang terbaik pada putera/puteri Indonesia,'' katanya.

Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr Parlindungan Purba MM mengatakan alumni pendidikan vokasi USM Indonesia banyak diminati karena banyak lapangan pekerjaan yang tersedia. Diantaranya di rumah sakit, laboratorium kesehatan, klinik kesehatan, distributor alat-alat kesehatan, pabrik obat dan apotik.

Dr Parlindungan Purba MM meminta peserta capping day dan pengukuhan untuk terus mempersiapkan diri dengan baik selama menjadi mahasiswa di USM Indonesia.

Dekan Fakultas Pendidikan Vokasi USM Indonesia Elsarika Damanik MKes PhD mengemukakan peserta capping day dan pengukuhan terdiri 20 orang dari D3 Keperawatan, 15 orang dari D3 Kebidanan, 13 orang dari D3 Analisa Farmasi dan Makanan, 66 orang dari D3 Teknologi Laboratorium Medis dan 42 orang D3 Teknologi Elektro Medis.

Dekan juga meminta mahasiswa untuk dapat meraih prestasi selama kuliah di USM Indonesia hingga tamat dalam lima semester kedepan. ''Tetap belajar dengan baik agar dapat kompeten dan menjadi petugas kesehatan yang terampil,'' kata Elsarika Damanik MKes PhD. (dmp)

Editor : Redaksi
#Capping day