Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Inovasi Pertanian Berbasis IoT di SMKN 1 Sigumpar, Hadapi Tantangan Masa Depan dengan Teknologi

Redaksi Sumutpos.co • Rabu, 4 Desember 2024 | 22:00 WIB
PELATIHAN: Inovasi pertanian berbasis IoT di SMKN 1 Sigumpar yang diinisiasi dosen Institut Teknologi Del.(ISTIMEWA)
PELATIHAN: Inovasi pertanian berbasis IoT di SMKN 1 Sigumpar yang diinisiasi dosen Institut Teknologi Del.(ISTIMEWA)


TOBA, SUMUTPOS.CO - Sekokah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sigumpar di Kabupaten Toba menggelar pelatihan inovatif di bidang pertanian dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT). Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan literasi teknologi dan inovasi di kalangan siswa dan staf pengajar, khususnya dalam menghadapi tantangan pertanian modern yang semakin kompleks.

Program ini diinisiasi dosen Institut Teknologi Del yang bertujuan mengintegrasikan teknologi terkini ke dalam praktik pertanian sehari-hari yang diadakan pada tanggal 6-7 Juni 2024. Pada 26 November 2024, diadakan peninjauan pertumbuhan tanaman dan diskusi teknis terkait

Mengapa IoT di Bidang Pertanian? Dengan populasi dunia yang terus bertambah, kebutuhan akan pangan semakin meningkat. Disinilah, teknologi IoT memainkan peran penting. IoT memungkinkan para petani untuk memonitor kondisi tanaman secara real-time melalui sensor-sensor yang mengukur suhu, kelembapan dan pH tanah.

Informasi ini kemudian dikirimkan ke platform yang memungkinkan petani untuk mengambil tindakan yang tepat guna meningkatkan produktivitas dan mengurangi penggunaan sumber daya.
Pelatihan di SMKN 1 Sigumpar ini menjadi bukti nyata bagaimana teknologi IoT dapat diadopsi bahkan di sektor pendidikan menengah.

Pelatihan hari pertama dimulai dengan sesi pengenalan tentang dasar-dasar teknologi IoT, khususnya aplikasinya dalam dunia pertanian. Para peserta yang berasal dari jurusan teknologi pertanian dan teknologi jaringan komputer mendapatkan pemahaman tentang bagaimana sensor-sensor bekerja, bagaimana mikrokontroler diprogram serta bagaimana data yang dikumpulkan dapat dianalisis dan digunakan untuk pengambilan keputusan yang lebih efisien.

''Ini bukan sekadar teori, tapi peserta juga langsung praktik. Melihat bagaimana teknologi ini bisa diterapkan,'' kata Indra Tambunan PhD (ketua kegiatan yang juga instruktur) bersama dua instruktur lainnya yakni Andi Ray Hutauruk ST MT dan Philippians Manurung ST MT.

Pada hari kedua, kata Indra Tambunan PhD kepada Sumut Pos, Rabu (4/12), peserta praktik langsung dan penggunaan platform IoT. Dikenalkan dengan platform Thingspeak, yang menjadi alat untuk memonitor kondisi tanaman secara online. Para siswa diajak untuk melakukan pengaturan sensor, mengumpulkan data dan menganalisis melalui perangkat lunak tersebut.

Hal ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru kepada siswa mengenai bagaimana teknologi dapat membantu menyederhanakan proses pertanian dan meningkatkan produktivitas.

Sebagai puncak dari pelatihan, pada 15 Juli 2024 dilakukan penyerahan sistem hidroponik berbasis IoT kepada SMKN 1 Sigumpar. Sistem ini dirancang untuk memberikan pemantauan otomatis terhadap kondisi tanaman, termasuk kadar air dan nutrisi, sehingga dapat meningkatkan hasil panen dengan lebih efisien.

Penyerahan ini menjadi simbol komitmen SMKN 1 Sigumpar dalam mendukung inovasi di bidang pertanian melalui penerapan teknologi modern.

Pada 26 November 2024, SMKN 1 Sigumpar mengadakan peninjauan pertumbuhan tanaman dan diskusi teknis terkait kendala yang dihadapi selama implementasi sistem hidroponik berbasis IoT untuk mengevaluasi efektivitas sistem yang telah diterapkan serta memberikan solusi atas tantangan yang mungkin muncul dalam pemantauan dan pengelolaan tanaman.

Diskusi ini melibatkan siswa, guru, dan tim teknis untuk bersama-sama merumuskan langkah-langkah perbaikan dan pengembangan lebih lanjut.

Pelatihan ini diharapkan memberi manfaat langsung bagi siswa dan guru. Kemudian dapat memberikan dampak jangka panjang bagi para siswa dan staf pengajar. Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru tentang teknologi IoT, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam dunia kerja.

''Kami berharap setelah pelatihan ini, siswa bisa lebih siap menghadapi dunia kerja yang semakin berorientasi pada teknologi,'' ungkap Nirwana Sinaga SPd (kepala SMKN 1 Sigumpar).

Menuju Pertanian Modern yang Berkelanjutan

Dengan adanya pelatihan ini, SMKN 1 Sigumpar menunjukkan komitmen kuat untuk berperan dalam pengembangan pertanian modern yang lebih efisien dan berkelanjutan. Inovasi seperti teknologi IoT tidak hanya membantu meningkatkan hasil panen, tetapi juga membantu mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam, seperti air dan pupuk, sehingga lebih ramah lingkungan.

Pelatihan ini menjadi salah satu contoh bagaimana pendidikan dan teknologi bisa berjalan beriringan, mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan pertanian di masa depan. (dmp)

Editor : Redaksi
#SMKN #inovasi pertanian