LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO- Institut Kesehatan Deli Husada dan Medistra kembali menggelar tepung tawar untuk melepas 80 lulusannya bekerja ke luar negeri di Aula Deli Husada, Delitua. Ke-80 lulusan itu di antaranya 78 orang ke Jepang dan 2 orang ke Jerman.
Tepung tawar itu dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI 1) Wilayah 1 Sumatera Utara, Drs Saiful Anwar Matondang MA PhD, Deputy Konjen Jepang di Medan YM Mr Suzuki Yushii. Turut Hadir Mewakili BP3MI Sumut Rudolf H Simanjuntak, Rektor Inkes Deli Husada Drs Johannes Sembiring MPd MKes, Dirut RS.Grandmed Lubukpakam, Dirut RSU Sembiring beserta Pimpinan Inkes Deli Husada/Medistra.
Rektor Inkes Deli Husada Drs Johannes Sembiring MPd MKes mengatakan, kegiatan itu rutin dilaksanakan setiap tahun. Kali ini, merupakan yang ke-17 kalinya untuk pelepasan bekerja di luar negeri sejak tahun 2008.
"Jumlah lulusan yang sudah bekerja di luar negeri 999 orang, dengan rincian Jepang 887 Orang, Arab Saudi 71 orang, Jerman 30 orang, Kuwait 4 orang, Australia 2 orang, Belanda, Thailand, China, Singapura dan Malaysia masing-masing 1 orang," ujar Johanes Sembiring.
Johannes menyampaikan terimakasih kepada Konsulat Jenderal Jepang di Medan dimana dengan adanya program G to G banyak lulusan Deli Husada/Medistra yang telah bekerja di Jepang yang juga mendatangkan Devisa bagi Negara RI. "Juga atas fasilitas yang diterima oleh peserta pelatihan Bahasa Jepang selama 6 bulan di Jakarta berupa akomodasi, transportasi, uang saku sebesar $10 per Hari atau sekitar Rp4,5 per bulan dan visa serta tiket keberangkatan ke Jepang," ungkapnya.
Ia juga mengucapkan terimakasih kepada BP3MI Sumut yang telah membantu dan memfasilitasi dan mendampingi setiap proses pelengkapan administrasi dan proses ujian baik kesehatan maupun psikologi. Juga ia menyampaikan terimakasih kepada Kepala LLLDIKTI, serta upaya pendampingan sehingga kampus Inkes Medistra Lubukpakam mendapatkan akreditasi Unggul.
"Saya juga ingin menyampaikan, bahwa Inkes Deli Husada juga telah melaksanakan Asesment Lapangan tanggal 1-3 Juni 2025 yang lalu," ungkapnya.
Deputy Konjen Jepang di Medan YM Mr Suzuki Yushii dalam sambutannya mengatakan, perawat adalah orang pertama yang terjaga dan orang pertama yang menolong saat orang lain membutuhkan.
"Akan banyak manfaat bekerja di Jepang termasuk untuk membentuk budaya baru," ujarnya.
Sementara Saiful Anwar menyampaikan, lulusan yang berangkat ke luar negeri merupakan tenaga profesional. Artinya lulusan menjual kompetensi dan kemampuan.
Senada dikatakan Rudolf H Simanjuntak bahwa kuota permintaan tenaga kerja profesional yang bekerja ke Jepang belum terpenuhi. Jadi masih terbuka lebar kepada para lulusan yang masih mau berkarir ke negara Jepang.
Turut hadir dalam kegiatan itu Bupati Karo Antonius Ginting, mewakili Bupati Deliserdang Kadis Kesehatan dr Tetty R Keliat, Camat Delitua Wahyu Rismiana dan lainnya. (btr/ram)
Editor : Juli Rambe