Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Unpri Dukung Promo Museum Deliserdang Lewat Workshop Manajemen Media Sosial

Johan Panjaitan • Rabu, 13 Agustus 2025 | 10:30 WIB
UNPRI: Datok Yan Djuna dari Unpri bersama peserta workshop pengelolaan manajemen media sosial di Museum Daerah Deliserdang. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
UNPRI: Datok Yan Djuna dari Unpri bersama peserta workshop pengelolaan manajemen media sosial di Museum Daerah Deliserdang. (ISTIMEWA/SUMUT POS)

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Universitas Prima Indonesia (Unpri) menunjukkan komitmen sebagai kampus socio-preneurship yang unggul, adaptif dan inovatif melalui dukungan terhadap program literasi dan promosi budaya lokal.

Demikian disampaikan Marketing Communications Unpri Datok Yan Djuna di Medan, Rabu (13/8).

"Unpri melalui Datok Yan Djuna bertindak sebagai narasumber dalam workshop pengelolaan manajemen media sosial di Museum Daerah Deliserdang pada 6 Agustus. Narasumber lainnya adalah Muhdi Kurnia SPd," katanya.

Kegiatan ini, lanjut marketing communications Unpri, dilaksanakan berdasarkan surat dari Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Deliserdang Eko Supriadi SSos sebagai bagian dari program Belajar Bersama di Museum (BBM) dan Kehumasan Unpri.

Kegiatan berlangsung selama dua hari yang bertujuan memperkuat peran museum sebagai pusat edukasi, literasi, sumber informasi sejarah, pencapaian dan seni budaya Deliserdang. Selain menyimpan berbagai koleksi bersejarah, Museum Daerah Deliserdang juga menjadi destinasi rekreasi dan pariwisata yang terbuka untuk semua kalangan.

Terkait hal ini, Unpri memberi dukungan terhadap literasi dan digitalisasi, khususnya dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi kreatif yang mampu menjangkau generasi muda.

Dalam sesi workshop, Datok Yan Djuna yang memiliki sertifikasi Certified Professional Digital Marketing (CPDM) dan Certified Media Social Marketing Professional (CMSMP) memadukan teori dengan praktik langsung.

Sebanyak 20 peserta yang berasal dari SMA/MAN sederajat di Lubukpakam diajak mempelajari cara mengemas konten media sosial yang menarik untuk mempromosikan museum dengan format podcast, reportase, live streaming di TikTok, hingga pembuatan reels di Instagram dan Facebook. Berbagai platform digital dapat membantu meningkatkan minat kunjungan ke Museum Daerah Deliserdang.

Sebelum workshop, Focus Group Discussion (FGD) manuskrip Tari Mak Inang Pulau Kampai, karya Guru Sauti yang merupakan legendaris tari Pantaicermin. Karya-karya Guru Sauti telah mendunia. Salah satunya adalah Tari Serampang XII.

Diskusi ini dihadiri Eko Supriadi SSos bersama dosen tari, praktisi dan budayawan dari Deliserdang, Serdangbedagai, Medan dan Tebingtinggi.

Peserta kegiatan ini mengikuti dengan antusias. Para peserta mendapatkan ilmu dan wawasan manajemen media sosial. Mereka juga mendapat kesempatan mencoba langsung teknik produksi konten kreatif yang relevan dengan tren digital masa kini.

Diakhir kegiatan, Unpri memberi cendera mata kepada seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi.

"Pengelolaan media sosial yang baik bukan hanya soal kreativitas. Tetapi juga etika dalam berinteraksi di dunia digital," kata Datok Yan Djuna yang juga dikenal sebagai penyiar budaya Melayu di RRI Pro 4 FM tersebut.

Datok Yan Djuna mengemukakan bahwa Museum Daerah Deliserdang adalah aset dan kebanggaan daerah.

"Sayang sekali jika tak memperoleh atensi yang besar masyarakat. Generasi Z harus mampu berkreasi dan berinovasi dengan tetap menjaga tanggung jawab serta integritas di media sosial,” katanya.

Ia pun berharap kegiatan ini menjadi langkah awal kolaborasi berkelanjutan antara Unpri dan Museum Daerah Deliserdang dalam mempromosikan warisan budaya daerah melalui media digital. (dmp/han)

Editor : Johan Panjaitan
#unpri #literasi #media sosial #digitalisasi #budaya lokal