Sumutpos.jawapos.com-Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan (STOK) Bina Guna menggelar international sports psychology workshop. Kegiatan Internasional yang diadakan 20-21 Agustus ini digelar di Hotel Granddhika Medan.
Lima pakar psikologi olahraga dari empat negara yakni Prof Dr Naruepon Vongjaturapat (Burapha University Thailand), Prof Dr Youngho Kim (Seoul Tech Korea), Assoc Prof Dr Garry Kuan (University Sains Malaysia), Assoc Prof Dr Twafeeq Albakry (Umm Al-Qura University Arab Saudi) dan Dr Ngien Siong Chin (Institute of Teacher Education Malaysia) jadi pemateri workshop.
Para pemateri mengungkapkan pentingnya peran psikologi olahraga untuk meningkatkan performa olahragawan. Selain dari faktor teknik dan kebugaran atlet. Sebab terkadang atlet menghadapi banyak tekanan psikologi dari lawan maupun suporter dari pihak lawan bertanding.
Para pemateri juga mengungkapkan sejumlah pengalaman tentang penanganan psikologi dari para olahragawan dari negaranya. Demikian sisi teknis dari psikologi olahraga yang merupakan bagian penting dalam pembinaan prestasi olahraga.
Workshop international ini diikuti pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Medan, Ikatan Psikologi Olahraga (IPO) Sumut, dosen dan mahasiswa STOK Bina Guna, pelatih serta praktisi olahraga.
Ketua STOK Bina Guna Dr dr Hj Liliana Puspa Sari MKes mengapresiasi pelaksanaan workshop international tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi dosen dan mahasiswa STOK Bina Guna serta pelatih serta praktisi olahraga yang mengikuti workshop.
Dr dr Hj Liliana Puspa Sari MKes atlet atau olahragawan berprestasi banyak dipengaruhi dari kesuksesan berlatih dan faktor psikologis yang membantu ketika mereka bertanding.
Ketua STOK Bina Guna yang juga ketua Badan Pembinaan Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomi) Sumut menegaskan bahwa psikologi olahraga sangat penting sehingga harus dipelajari dan dapat dikembangkan.
Untuk itu, kata Dr dr Hj Liliana Puspa Sari MKes, psikologi olahraga telah menjadi mata kuliah bagi mahasiswa STOK Bina Guna dimulai semester lima. "Di kampus kita memang ada mata kuliah psikologi olahraga. Ada dua semester," sebutnya.
Ketua STOK Bina Guna mengatakan peserta workshop internasional mendapat pembelajaran dari para narasumber. "Psikologi olahraga mempengaruhi penampilan dan hasil dari latihan," ujarnya.
Assoc Prof Dr Garry Kuan dari University Sains Malaysia yang juga bergabung dengan Asian South Pasific Association of Sport Psychology (ASPASP) memaparkan bahwa psikologi olahraga untuk meningkatkan performa atlet, termasuk pengendalian emosi.
Ia menambahkan bahwa faktor psikologis seringkali krusial. Pelatihan keterampilan psikologis untuk meningkatkan performa merupakan bagian penting dari persiapan atlet tingkat tinggi. Olahraga menuntut seorang atlet untuk berprestasi pada tingkat optimal, dalam kondisi yang sangat menegangkan pada waktu tertentu.
"Keadaan performa optimal adalah kemampuan untuk mencapai keadaan yang rileks, namun waspada, tenang, terbuka dalam kesadaran dengan kapasitas pemecahan masalah yang efisien dan minim kecemasan serta pikiran berulang. Dalam latihan, kita fokus 90% pada fisik dan 10% pada mental. Sedangkan dalam kompetisi, fokusnya adalah 90%," terangnya.
Assoc Prof Dr Garry Kuan menerangkan bahwa mental olahragawan memengaruhi setiap atlet, apa pun kekuatan atau kelemahan mereka. Latihan keterampilan psikologis mengacu pada praktik yang sistematis dan konsisten dari keterampilan mental atau psikologis.
Atlet yang sukses juga karena mereka memiliki konsentrasi yang lebih baik, kepercayaan diri yang lebih tinggi, lebih banyak pikiran berorientasi tugas, kecemasan yang lebih rendah, lebih banyak pikiran dan gambaran positif serta lebih banyak tekad atau komitmen.
Assoc Prof Dr Garry Kuan juga mengungkapkan tiga fase latihan keterampilan psikologis meliputi fase edukasi, fase akuisisi dan fase praktik. (dmp)
Editor : Johan Panjaitan