Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

PKM Unimed dan Unhar Gelar Pelatihan Modul Ajar Digital di SD Muhammadiyah 36 Medan

Johan Panjaitan • Kamis, 18 September 2025 | 06:00 WIB
PKM: Dosen Unimed bersama Unhar melaksanakan kegiatan PKM di SD Swasta Muhammadiyah 36 Medan. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
PKM: Dosen Unimed bersama Unhar melaksanakan kegiatan PKM di SD Swasta Muhammadiyah 36 Medan. (ISTIMEWA/SUMUT POS)

Sumutpos.jawapos.com-Dalam upaya memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka sekaligus meningkatkan literasi dan numerasi siswa, dosen Universitas Negeri Medan (Unimed) bersama Universitas Harapan Medan (Unhar) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SD Swasta Muhammadiyah 36 Medan.

Kegiatan ini mengusung tema: Pelatihan Pembuatan dan Pemanfaatan Modul Ajar Digital untuk Penguatan Kurikulum Merdeka serta Peningkatan Kemampuan Literasi dan Numerasi.

Tim PKM ini diketuai oleh Nurul Ain Farhana MSi dengan anggota Nurul Maulida Surbakti MSi dan Divi Handoko ST MKom. Tak hanya melibatkan dosen, kegiatan juga menggandeng mahasiswa sebagai penggerak, yaitu Wira Triono dan Ardicha Appu Sianturi dari Prodi Statistika Unimed serta M. Fikri Zulfi dari Prodi Ilmu Komputer Unimed.

Pelatihan yang berlangsung pada 19 Juli 2025 ini menghadirkan narasumber kompeten yakni Putri Harliana ST MKom, Reo Ananda dan Yusfi Syawali. Mereka membagikan pengetahuan mengenai penyusunan modul ajar digital yang selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka, serta strategi pemanfaatannya untuk mendukung pembelajaran literasi dan numerasi di kelas.

Ketua Tim PKM Nurul Ain Farhana kepada Sumut Pos di Medan, Rabu (17/9) menjelaskan bahwa penggunaan modul digital kini menjadi kebutuhan mendesak di era pendidikan berbasis teknologi.

“Modul ajar digital tidak hanya memudahkan guru dalam menyiapkan materi, tetapi juga mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif bagi siswa. Dengan demikian, literasi dan numerasi dapat ditingkatkan secara lebih efektif,” ujarnya.

Para guru peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka tidak hanya mendapatkan pemaparan materi, tetapi juga dilatih langsung membuat modul ajar berbasis digital dengan memanfaatkan aplikasi sederhana dan ramah pengguna. Hal ini diharapkan memudahkan guru dalam menyesuaikan materi pembelajaran sesuai kebutuhan siswa.

Pelatihan ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menjawab tantangan pendidikan. Selain memperkuat kapasitas guru, kegiatan ini juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk berperan aktif dalam pengabdian masyarakat sekaligus mengasah keterampilan mereka di bidang teknologi pendidikan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SD Swasta Muhammadiyah 36 Medan diharapkan dapat menjadi sekolah percontohan dalam pemanfaatan modul ajar digital. Lebih dari itu, kegiatan ini mencerminkan komitmen perguruan tinggi untuk hadir di tengah masyarakat, mendorong transformasi pembelajaran, dan memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat dasar. (dmp)

Editor : Johan Panjaitan
#kurikulum merdeka #literasi #Universitas Harapan Medan #unimed #PKM