Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Putri Sekcam Binjai Kota Harumkan Nama Indonesia di Level Internasional

Johan Panjaitan • Jumat, 19 September 2025 | 15:00 WIB
Qalisha Abiyanqa dan kawan-kawan dari Tim Biocoat meraih medali emas dalam ajang internasional. (Istimewa/Sumut Pos)
Qalisha Abiyanqa dan kawan-kawan dari Tim Biocoat meraih medali emas dalam ajang internasional. (Istimewa/Sumut Pos)

BINJAI, Sumutpos.jawapos.com- Qalisha Abiyanqa, siswi kelas IX SMP Al-Ulum Terpadu mengharumkan nama Indonesia pada kancah internasional. Putri dari Sekretaris Camat Binjai Kota, Abdi Taruna Satria itu meraih medali emas dalam ajang bergengsi World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2025 di Malaysia.

WICE adalah kompetisi dan pameran internasional yang mempertemukan para penemu serta inovator muda dari berbagai negara untuk menampilkan karya-karya inovasi dalam bidang sains, teknologi hingga komersialisasi. Dalam ajang ini, Qalisha Abiyanqa bersaing dengan para pelajar dari 15 negara peserta.

"Alhamdulillah, berkat kerja keras Qalisha, ia meraih gold medal atau medali emas," kata Syifa, ibu Qalisha Abiyanqa, Jum'at (19/9/2025).

Syifa mengatakan, putri kesayangannya itu berinovasi lewat proyek: edible coating from pectin for persimmon fruit application. Edible coating atau edible film adalah lapisan pelindung yang dapat dimakan.

Biasanya, bahan utama edible coating ini terbuat dari bahan-bahan seperti lilin alami (misalnya lilin lebah), protein, polisakarida (pati, gum), dan lipid. Lapisan ini diaplikasikan pada makanan seperti buah dan sayuran untuk melindungi dari kerusakan, memperpanjang umur simpannya, serta meningkatkan penampilan.

Dalam perlombaan kali ini, Qalisha Abiyanqa menggunakan pektin yang diterapkan pada buah kesemek. "Sebagai ibu, saya tentunya bangga dan terus mendorong agar Qalisha bisa menorehkan prestasi dan membanggakan nama bangsa," kata Syifa.

Ajang WICE 2025 berlangsung secara daring pada Jum'at (12/9/2025) hingga Senin (15/9/2025). Ayah Qalisha, Abdi menambahkan, buah hatinya selama ini memang tertarik dengan dunia sains.

Qalisha juga hobi bermain basket. "Qalisha ini tergabung dalam klub Roxit Academy," kata Abdi. Roxit Academy adalah sebuah lembaga atau tempat pelatihan yang berbasis di Medan, Sumatera Utara, Indonesia, mengkhususkan diri terutama pada bidang olahraga dan kebugaran.

Satu di antara fokus utama Roxit Academy adalah pengembangan bakat olahraga, khususnya dalam olahraga bola basket, melalui Roxit Basketball Academy yang merupakan bagian dari fasilitas mereka. Abdi juga sangat mendukung kegiatan positif sang putri.

Tak lupa, mantan penyiar radio ini juga membekali ilmu agama kepada putri tercintanya itu. "Ilmu pengetahuan dapat kehilangan arah, maka ilmu sains dan agama harus berjalan beriringan," pungkasnya.

Qalisha meraih prestasi itu tidak sendirian. Dia bersama M Khoirul Gibran, Nabila Aulia Vani Ritonga dan Ammelya Calistha Silitonga yang tergabung dalam Tim Biocoat.

Prestasi yang dicatatkan Qalisha dan tim adalah bukti nyata bahwa bakat serta inovasi anak muda Indonesia mampu bersaing hingga diakui pada skala internasional. (ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
#WICE 2025 #malaysia #medali emas #internasional