Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Empat Program Studi di UMSU Berakreditasi Internasional

Johan Panjaitan • Minggu, 12 Oktober 2025 | 13:45 WIB


SERTIFIKAT: Prof Dr Agussani MAP (tengah) menyerahkan sertifikat internasional dari lembaga akreditasi asal Jerman. (Istimewa/Sumut Pos)
SERTIFIKAT: Prof Dr Agussani MAP (tengah) menyerahkan sertifikat internasional dari lembaga akreditasi asal Jerman. (Istimewa/Sumut Pos)

Empat program studi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menerima sertifikat akreditasi internasional Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA) di Medan, Sabtu (11/10).

Program studi berakreditasi internasional dari fakultas ekonomi dan bisnis yaitu manajemen dan akuntansi. Sedangkan program studi internasional dari fakultas agama Islam yaitu manajemen bisnis syariah dan perbankan syariah.

Sertifikat internasional dari lembaga akreditasi asal Jerman selanjutnya diserahkan Rektor UMSU Prof Dr Agussani MAP kepada ketua program studi. Yakni Agus Sani S MSc (manajemen), Muhammad Shareza Hafiz SE MAcc (akuntansi), Assoc Prof Dr Rahmayati MEI (manajemen bisnis syariah) dan Dr Isra Hayati MSi (perbankan syariah).

Sebagai bentuk apresiasi, rektor didampingi Ketua BPH UMSU Dr Bahril Datuk MM menyerahkan sertifikat akreditasi FIBAA dan tanjak kepada Assoc Prof Dr Januari S MM (FEB) dan Assoc Prof Dr Muhammad Qorib MA (FAI).

“Mereka ini pendekar akreditasi internasional. Saya berharap capaian ini bisa ditularkan ke fakultas lain agar UMSU semakin diperhitungkan ditingkat nasional dan global,” ujar rektor.

Penyerahan sertifikat disaksikan wakil rektor, BPH UMSU, tim BPM, tim Taspos dan tim OIC, Mudir Ma’had Abu Ubaidah bin Al-Jarrah Ustaz H Fajar Hasan Mursyid Lc MSi MA, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, perwakilan lembaga dan unit kerja di UMSU.

Saat penyerahan sertifikat juga ditampilkan video tim asesor FIBAA memberikan apresiasi tinggi kepada UMSU. “We are very impressed by your passion for quality in teaching, research and societal engagement. We met highly dedicated program directors and enthusiastic students,” ujar perwakilan panel FIBAA.

UMSU juga dipuji terkait rencana pengembangan kampus keempat UMSU, termasuk pembangunan auditorium dan asrama mahasiswa. “This is a marvelous opportunity for you,” ujar tim FIBAA dalam video tersebut.

Rektor UMSU Prof Dr Agussani MAP mengungkapkan keharuan. Prestasi yang dicapai merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika.

“Walaupun saya tidak sempat hadir saat visitasi karena sedang menunaikan ibadah haji. Hasil ini membuktikan bahwa kekuatan universitas adalah kolektif-kolegial. Sistem berjalan, semangat tetap hidup, dan hasilnya nyata,” ungkap rektor.

Prof Dr Agussani MAP menegaskan bahwa pengakuan dari lembaga internasional ini menjadi bukti keseriusan perguruan tinggi yang dipimpinnya untuk menjadi world class university.

“Empat program studi ini kini diakui setara dengan standar pendidikan tinggi di Eropa. Kedepan, sertifikat FIBAA akan tercantum dalam transkrip nilai mahasiswa agar diakui secara global,” jelas rektor.

Prof Dr Agussani MAP menargetkan agar 36 program studi lainnya di UMSU juga mengikuti capaian tersebut. “Saya berharap ada dua lagi yang menyusul,” tegasnya.

Rektor juga menjelaskan capaian UMSU di berbagai pemeringkatan internasional. “UMSU kini berstatus reporter di Times Higher Education (THE) dan masuk peringkat 1.500 dunia. Kita juga diundang ke Korea Selatan pada 4 November mendatang untuk pengumuman QS Asia Ranking,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya publikasi internasional dan kolaborasi global untuk mempertahankan reputasi tersebut. “Target kita pada 2026, minimal seribu publikasi terindeks Scopus agar kita bisa masuk ranking dunia. Ini bukan mimpi, tapi kerja nyata,” ujarnya optimistis.

Ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM) UMSU Assoc Prof Dr Yan Hendra MSi melaporkan lama proses akreditasi FIBAA dimulai sejak tahun 2022. “Pelaksanaan akreditasi internasional ini terinspirasi pada tahun 2022 ketika menghadiri kegiatan sosialisasi akreditasi internasional di Bali,” ujarnya.

Kemudian dilanjutkan dengan melakukan benchmarking ke Universitas Andalas. Proses ini panjang, penuh dinamika dan membutuhkan kerja sama seluruh pihak di UMSU.

Assoc Prof Dr Yan Hendra MSi mengingatkan bahwa FIBAA akan terus memantau keberlanjutan mutu program studi selama lima tahun kedepan. “Mereka akan terus memonitor universitas dan memberikan saran-saran perbaikan. Ini menjadi tanggung jawab kita untuk menjaga mutu dan posisi UMSU sebagai perguruan tinggi terakreditasi internasional,” tambahnya. (dmp)

Editor : Johan Panjaitan
#Sertifikat Akreditasi #umsu #internasional #FIBAA