Sumutpos.jawapos.com-Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia menggelar kegiatan wisuda bagi lulusan program diploma, sarjana, profesi dan magister yang berlangsung pada 14-15 Oktober. Lulusan USM Indonesia selama ini dikenal memiliki karakter dan berkarir dipenjuru nusantara dan mancanegara.
Kegiatan wisuda turut dihadiri Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr Parlindungan Purba MM, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Prof Saiful Anwar Matondang MA PhD, Wakil Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Sumut Prof Dr H Tarmizi MHum, Director Onodera User Run Jepang Hamada, keluarga wisudawan dan undangan lainnya.
Rektor USM Indonesia Prof Dr Ivan Elisabeth Purba MKes mengemukakan bahwa hingga saat ini, total alumni USM Indonesia telah mencapai 15.666 orang yang tersebar di seluruh Indonesia dan sejumlah negara. diantaranya di Jepang, Korea Selatan, Australia, Malaysia dan Uni Emirat Arab.
Prof Dr Ivan Elisabeth Purba MKes menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis, adaptif terhadap digitalisasi dan semangat life-long learning. Para alumni senantiasa berbuat baik dalam kiprahnya berkontribusi pada masyarakat, bangsa dan negara.
"Sekarang masanya orang yang berkualitas dan berkarakter. Lulusan USM Indonesia harus mampu menunjukkan karakter unggul yang berlandaskan nilai-nilai Spiritualisme, Intelektualisme, Profesionalisme, Nasionalisme dan Globalisme (Strong) sebagai ciri khas universitas," kata rektor.
Dengan menyandang gelar akademik, rektor USM Indonesia meminta para lulusan memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk berkontribusi bagi masyarakat, bangsa serta peradaban dunia dan kemanusiaan.
USM Indonesia juga dipercaya oleh Perpustakaan Nasional dan Kementerian Diktisaintek untuk melaksanakan KKN Tematik Literasi di 20 perpustakaan Kabupaten Deliserdang. Tahun ini, universitas juga menerima 25 mahasiswa asing asal Timor Leste serta terus mengembangkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi tenaga pendidik.
Dari sisi penelitian dan pengabdian masyarakat, lanjut rektor, USM Indonesia memperoleh 37 hibah dari Kementerian Diktisaintek dan sejumlah prestasi kemahasiswaan di bidang seni, olahraga, debat hingga kewirausahaan.
Untuk memperkuat kerja sama akademik dan profesional, universitas ini telah menjalin kolaborasi dengan berbagai institusi dalam dan luar negeri. Diantaranya dengan BRIN, Kemenkumham, BMKG, RSUP H Adam Malik, Universitas Padjadjaran, Lincoln University College Malaysia hingga Handong Global University Korea.
Rektor juga menguraikan USM Indonesia telah terakreditasi 'baik sekali' dengan 24 program studi jenjang diploma, sarjana, profesi dan magister. Tiga program studi bahkan telah meraih akreditasi unggul yakni S2 kesehatan masyarakat, S1 kesehatan masyarakat, dan S1 ilmu komunikasi.
Dapat Apresiasi
Sementara itu Kepala LLDikti Wilayah I Prof Saiful Anwar Matondang MA PhD dan Wakil Ketua Aptisi Sumut Prof Dr H Tarmizi MHum mengapresiasi terhadap peran strategis Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr Parlindungan Purba MM dan sivitas akademika Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia dalam bidang pendidikan.
Penegasan ini disampaikan Prof Saiful Anwar Matondang MA PhD dan Prof Dr H Tarmizi MHum, dua guru besar terkemuka di Sumut. Prof Saiful Anwar Matondang MA PhD menjelaskan bahwa pihaknya senantiasa memberi dukungan terhadap kemajuan perguruan tinggi ditengah besarnya tuntutan menghasilkan lulusan berkualitas dan berdampak pada masyarakat.
Kepala LLDikti Wilayah I mengapresiasi capaian USM Indonesia yang terus melahirkan lulusan berkualitas dan membuka jejaring internasional. “Keberhasilan ini patut disyukuri karena tidak semua seangkatan Anda tahun 2021 bisa melanjutkan kuliah. Saat ini baru sekitar 32 persen lulusan SMA di Indonesia yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Sementara di Malaysia sudah 50 persen lebih,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar para lulusan tidak hanya mengandalkan IPK, melainkan mengembangkan kemampuan sosial dan budaya melayani yang sangat dibutuhkan di dunia kerja. “Budaya melayani adalah budaya yang baik dan harus terus ditingkatkan. Konsistensi dan disiplin adalah kunci utama keberhasilan seseorang,” katanya.
Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr Parlindungan Purba MM mengapresiasi kerja sama USM Indonesia dengan Onodera User Run Jepang untuk membekali kemampuan Bahasa Jepang dan keterampilan.
Ia optimis lulusan USM Indonesia dapat go International dengan semakin banyak yang bekerja di luar negeri. Diakuinya saat ini banyak lulusan USM Indonesia yang bekerja di sejumlah negara sahabat.
Prof Dr Tarmizi MHum menerangkan bahwa ketua Yayasan Sari Mutiara merupakan tokoh nasional yang pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dengan berbagai peran penting dalam mendukung kemajuan pendidikan di tanah air.
Apresiasi dan kebanggaan juga disampaikan pimpinan Aptisi Sumut terhadap rektor USM Indonesia yang telah memperoleh anugerah sebagai guru besar dan banyak berkiprah ditingkat nasional.
Prof Dr Tarmizi MHum berharap sivitas akademika USM Indonesia melalui program studi, para alumni dan pusat kajian yang dimiliki dapat memberikan dampak positif pada kemajuan bangsa dan negara.
Bekerja di Luar Negeri
Sementara itu Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr Parlindungan Purba MM mengutarakan berbagai pengalaman saat dirinya bertemu dengan sejumlah alumni USM Indonesia yang bekerja di luar negeri seperti di Jepang dan Korea. Ia juga menerangkan pihaknya membekali ilmu pengetahuan, keterampilan dan karakter agar para alumni USM Indonesia juga bisa bekerja sebagai tenaga kerja profesional di luar negeri.
Terbaru, lanjut Dr Parlindungan Purba MM mengutarakan adanya kerja sama dengan pusat pelatihan Onodera User Run dari Jepang sehingga akan lebih banyak alumni bisa bekerja di luar negeri.
Tokoh pendidikan yang pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) ini mengungkapkan kebanggaan terhadap lulusan USM Indonesia. Ia pun berbagi 'kunci sukses' yakni kemauan, kemampuan dan memaksimalkan kesempatan. "Komunikasi itu penting," tegasnya.
Sementara itu Director Onodera User Run Jepang Hamada mengatakan pihaknya sangat senang dapat bekerja sama dengan USM Indonesia. ”Mahasiswanya aktif, ramah, dan penuh semangat. Jepang sangat menghargai orang yang jujur, disiplin, dan tepat waktu,” ujar pimpinan perusahaan asal Jepang itu yang akan membuka ruang kelas pelatihan di USM Indonesia dengan lebih dari 300 peserta aktif.(dmp)
Editor : Johan Panjaitan