Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Fasda Tanoto Foundation Dorong Penguatan Pembelajaran Berbasis STEM kepada Guru SD di Pematangsiantar

Redaksi • Jumat, 31 Oktober 2025 | 15:02 WIB
Siswa kelas V UPTD SD Negeri 125554 Pematangsiantar tengah bermain dengan mainan yang dirakit dari botol minuman bekas. Ini bagian dari pembelajaran berbasis STEM. (Foto: Mutazar/Tanoto Foundation)
Siswa kelas V UPTD SD Negeri 125554 Pematangsiantar tengah bermain dengan mainan yang dirakit dari botol minuman bekas. Ini bagian dari pembelajaran berbasis STEM. (Foto: Mutazar/Tanoto Foundation)

PEMATANGSIANTAR - Di ruang kelas V-B UPTD SD Negeri 125554 Pematangsiantar pagi itu berlangsung pembelajaran mata pelajaran IPAS yang diampu guru Dora Yessi M Sinaga. Dora saat itu menyampaikan materi tentang Sifat Magnet. Mengenal gaya tarik dan gaya tolak magnet. Anak-anak tampak semangat, aktif dan bergembira mengikuti pembelajaran.

Dora menyampaikan materi dengan mengajak siswa melakukan percobaan untuk membuktikan sifat-sifat magnet dari media pembelajaran. Seperti mainan kulkas, klip kertas dan mobil rakitan yang dikreasikan oleh guru dan siswa dari bahan botol minum plastik bekas yang dilengkapi magnet. Pembelajaran diselingi dengan permainan /games menggunakan media pembelajaran tersebut. Antara lain permainan lomba racing.

Model pembelajaran yang disampaikaikan Dora adalah pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang merupakan suatu pendekatan pembelajaran dimana didalamnya terdapat integrasi empat subjek yaitu sains, teknologi, engineering , dan matematika. STEM berfokus pada pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari, gabungan dari empat disiplin ilmu tersebut. STEM saat ini menjadi salah satu program prioritas nasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Guru dan tim Fasda memperhatikan anak dalam proses belajar. (Foto : Asih)
Guru dan tim Fasda memperhatikan anak dalam proses belajar. (Foto : Asih)

Dengan media pembelajaran seperti mobil rakitan, siswa mengikuti proses pembelajaran dari keempat unsur tersebut. ‘’Dengan membuat mobil rakitan ini, siswa dapat mengenal dan mempraktekkan prinsip teknologi sederhana. Dengan game lomba racing, siswa praktek menghitung kecepatan dan mempelajari bagaimana mobil bisa bergerak karena pengaruh unsur magnet tadi. Jadi siswa mengamati dan membuktikan sifat magnet, menghitung durasi waktu dan lain-lain. Jadi ada sains, teknologi, engineering , dan matematikanya juga,’’ujar Dora saat ditemui media di ruang kelas pada (30/10/2025).

Dora merupakan salah satu guru di UPTD SD Negeri 125554 Pematangsiantar yang mendapat pelatihan dan pendampingan dalam pembelajaran berbasis STEM dari tim Fasda Perubahan Tanoto Foundation di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara. Program pelatihan komprehensif bagi guru SD di Kota Pematangsiantar yang berfokus pada pendekatan Pembelajaran berbasis STEM ini merupakan salah satu stategi untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.

Dora dan guru lainnya sangat merasakan manfaat program ini. ‘’Anak-anak lebih mudah menyerap pelajaran yang kita sampaikan. Mereka lebih aktif dan semangat,’’ujarnya. Guru lainnya Agustina mengatakan hal senada. ‘’ Pelatihan yang diberikan membuat kita sebagai guru bisa lebih kreatif. Bagaimana menciptakan pembelajaran lebih menarik lagi, "ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar foto bersama guru SD Negeri 125554 Pematangsiantar, tim Fasda dan tim Tanoto Foundation. (Foto : Tanoto Foundation)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar foto bersama guru SD Negeri 125554 Pematangsiantar, tim Fasda dan tim Tanoto Foundation. (Foto : Tanoto Foundation)

Kepala SD Negeri 125554 Pematangsiantar, Dame Siringo-ringo sangat mengapresiasi program pelatihan pembelajaran berbasis STEM ini. ‘’Pembelajaran STEM ini masih termasuk baru ya. Saya sangat bangga sekolah ini mendapat pelatihan dan pendampingan. Saya ajak guru-guru semua berkolaborasi untuk menjalankan STEM itu.

Guru saya merespon dengan baik. Semuanya berbuat. Dalam 3 bulan kami bisa menciptakan bagaimana siswa bisa menciptakan teknologi-teknologi sains. Dan pembelajaran bisa menyenangkan. Kami akan melakukan STEM ini kesemua kelas. Selama ini, rapor mutu pendidikan di sekolah ini sudah bagus, dan ditambah ada STEM tentunya akan semakin baik,’’ujarnya.

Pelatihan ini sendiri diberikan oleh tim Fasda Perubahan Tanoto Foundation yang menamakan timnya Tim Gerakan Literasi Numerasi Pematangsiantar atau Geulisnum Pisan. Beranggotakan Renny Laksmy Bay Sinaga, S.Pd, Patricia Putri Sion Sirait, S.Pd, Berliana Saragih, S.Pd dan Sri Rejeki Ginting, S.Pd. Sejak Agustus lalu, tim ini melakukan pelatihan dan pendampingan kepada guru-guru SD di Kota Pematangsiantar.

Ketua tim Renny Laksmy Bay Sinaga mengatakan ada 17 sekolah di 3 kecamatan di Kota Pematangsiantar yang mendapat pelatihan dengan total 51 guru untuk project ini. ‘’Kita adalah fasilitator daerah. Saya kebetulan Kepala Sekolah di SD GKPS Nomor 1 Pematang Siantar. Kita sudah mengadakan pelatihan untuk sekolah di Kota Pematang Siantar. Kita pilih salah satu, SD 12212554 ini menjadi sekolah mitra untuk dilatih, dibimbing dan untuk didampingi, terutama untuk pembelajaran dengan pendekatan STEM,’’sebutnya.

Renny mengatakan respon pihak sekolah sangat baik. ‘’Guru-guru antusias, terutama kepala sekolahnya juga. Mereka langsung mengadakan pelatihan di sekolah ini, guru-guru mengaplikasikan pelatihan yang sudah kita berikan, dan inilah hasilnya. Kita melihat ada peningkatan literasi numerasi. Kita harapkan juga nantinya mereka akan mengimbaskan ke sekolah-sekolah yang lain,’’tutur Renny. Tim berharap, pendekatan STEM ini akan menggali setiap potensi yang ada dalam diri siswa. Berpikir kritis, inovatif, bereksperimen dan mampu membuat kesimpulan dari apa yang mereka teliti dan amati.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar Muhammad Hamdani Lubis menyebutkan, bahwa Tanoto sudah berkontribusi di dunia pendidikan khususnya di Kota Pematangsiantar sejak tahun 2017. ‘’ Sudah begitu banyak kontribusi yang telah diberikan oleh Tanoto Foundation kepada kita.

Di bentuk nyatanya adalah kemampuan literasi dan numerasi peserta didik kita semakin baik melalui beberapa penilaian yang kami dapatkan di Rapor Pendidikan, semuanya meningkatkan—menunjukkan kenaikan angka yang sangat signifikan. Saat ini kita pada posisi 77,73%, artinya tuntas untuk kemampuan literasi dan numerasi tingkat jenjang pendidikan SD dan SMP di Kota Pematangsiantar,’’ujarnya.

Di samping itu, ujarnya, Tanoto Foundation juga melakukan program berupa pembinaan terhadap guru yang dilakukan kepada fasilitator daerah (Fasda). ‘’Beberapa fasilitator daerah ini diharapkan bisa memberikan pengimbasan kepada guru-guru lainnya yang ada di masing-masing satuan pendidikan,’’ujarnya.

Project Management Unit Tanoto Foundation Mesri Yanti Gultom mengatakan, proyek fasda perubahan ini memasuki tahun ketiga. ‘’Khusus untuk STEM ini, sebenarnya kita memfollow-up program dari Kementerian terkait pengembangan materi ajar untuk tematik. Materi kali ini berbeda dari proyek-proyek yang lain.

Kalau proyek-proyek yang lain itu banyak mengekspor terkait pembelajaran aktif, pembelajaran mendalam dan media pembelajaran. Kali ini berbeda. Target dari proyek ini sebenarnya lebih pada perubahan pola mengajar guru. Jadi, bagaimana merubah desain pembelajaran di dalam kelas menjadi lebih menarik dengan pendekatan STEM,’’tambahnya.

Dikatakan Mesri, informasi akses terkait pembelajaran STEM sudah terbuka. ‘’Tapi implementasinya, monitoring-nya, sepengetahuan kami itu belum terstruktur dilakukan. Inisiatif yang dilakukan teman-teman fasda di Pematang Siantar ini, kami bisa anggap sebagai follow-up dari apa yang pemerintah rencanakan,’’ujarnya. Pemilihan sekolah-sekolah sasaran proyek ini base on data. Dipilih berdasarkan rapor pendidikan kabupaten; fokus pada sekolah dengan nilai literasi numerasi di bawah sedang. (sih)

Editor : Redaksi
#pematangsiantar #tanoto foundation