Sumutpos.jawapos.com-Tim Dosen Pengabdian Lepada Masyarakat (PKM) dari Institut Syekh Abdul Halim Hasan (Insan) Binjai melaksanakan kegiatan bertajuk: Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Model Participation Action Research di Kelurahan Beras Basah Kecamatan Pangkalan Susu, baru-baru ini.
Kegiatan diikuti 50 peserta terdiri dari pedagang, tokoh masyarakat, pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, (UMKM), nelayan, perangkat desa serta lurah Beras Basah.
Tim PKM yakni Sri Herlina SE MA, Weny Lovia Angriani SSy ME, Asmayani MHum, Lewis Pramana Lubis SHI MSI dan Dana Syahputra Barus.
Dalam kesempatan ini, narasumber utama Suci Rahmadani SPd MAk menekankan pentingnya penerapan pemberdayaan masyarakat pesisir. Dijelaskan juga faktor pendukung pemberdayaan masyarakat pesisir dan faktor penghambat pemberdayaan masyarakat pesisir.
Selama ini, lanjut dia, strategi pembangunan ekonomi yang bertumpu pada pemihakan dan pemberdayaan dipahami sebagai suatu proses transformasi dalam hubungan sosial, ekonomi, budaya dan politik masyarakat.
Dijelaskan pula bahwa perubahan struktural yang diharapkan adalah proses yang berlangsung secara alamiah, yaitu yang menghasilkan harus menikmati. Begitu pula sebaliknya yang menikmati haruslah yang menghasilkan.
"Teori-teori ekonomi makro, yang umumnya bersandar pada peran pasar dalam alokasi sumber daya, serta dengan praanggapan bahwa kebijaksanaan ekonomi makro yang tepat akan menguntungkan semua lapisan masyarakat, dalam kenyataannya tidak dapat menghasilkan jawaban yang memuaskan bagi masalah kesenjangan," katanya dalam siaran pers yang diterima Sumut Pos, Rabu (6/11).
Suci Ramadhani SPd MAK memaparkan bahwa kekuatan sosial yang tidak berimbang, menyebabkan kegagalan pasar untuk mewujudkan harapan itu. Oleh karena itu, lanjut dia, diperlukan intervensi yang tepat agar kebijaksanaan pada tingkat makro mendukung upaya mengatasi kesenjangan yang harus dilakukan dengan kegiatan yang bersifat mikro dan langsung ditujukan pada lapisan masyarakat terbawah.
"Pemberdayaan masyarakat dapat dipandang sebagai jembatan bagi konsep-konsep pembangunan makro dan mikro. Dalam kerangka pemikiran itu berbagai input seperti dana, prasarana dan sarana yang dialokasikan kepada masyarakat melalui berbagai program pembangunan harus ditempatkan sebagai rangsangan untuk memacu percepatan kegiatan sosial ekonomi masyarakat," jelasnya.
Dalam pertemuan ini, tim dosen PKM memberikan pendampingan kepada masyarakat mengenai cara pemberdayaan masyarakat pesisir model participation action research di Kelurahan Beras Basah Kecamatan Pangkalan Susu.
Dengan keterampilan serta pengetahuan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu mempromosikan produk dan jasa, tetapi juga mampu membuat strategi dalam membangun usaha yang berkelanjutan.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para peserta yang antusias mengikuti sesi tanya jawab dan diskusi. Lurah beras basah juga mengapresiasi inisiatif para dosen Insan Binjai karena membantu masyarakat dalam menghadapi tantangan atau permasalahan di wilayah masyarakat pesisir.
"Dengan adanya pemberdayaan ini diharapkan masyarakat pesisir semakin siap bersaing dan mampu menjaga keberlanjutan usaha para nelayan untuk mencapai kesejahteraan," kata lurah. (dmp)
Editor : Johan Panjaitan