Dimasa kepemimpinannya, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Prof Dr Nurhayati MAg sukses mengantarkan 44 guru besar baru. Hingga saat ini UIN Sumatera Utara yang telah berusia 52 tahun memiliki 61 guru besar.
"Akan lahir 10 guru besar baru yang telah mengikuti Uji Kompetensi. (Ukom). Jika semua lulus, UIN Sumatera Utara memiliki 71 guru besar. Insya Allah, tahun 2025 memiliki 100 guru besar. Ini merupakan capaian luar biasa," kata rektor saat mewisuda 1.800 lulusan sarjana, magister dan doktor lulusan UIN Sumatera Utara, Selasa (18/11).
Tema wisuda ke-87 adalah 52 tahun UIN Sumatera Utara, Meraih Pengakuan Internasional untuk Kemandirian Bangsa dan Peradaban Dunia. Wisuda di Gelanggang Mahasiswa UIN Sumatera Utara ini dihadiri Sekretaris Senat UIN Sumatera Utara Prof Dr Amiruddin Siahaan MPd, Gubernur diwakili Staf Ahli Gubsu Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Achmad Fadly SSos MSP.
Hadir juga Forkompinda Sumut, Sekretaris MUI Sumut Prof Dr Arifinsyah MAg, Konjen India di Medan, rektor perguruan tinggi di Sumut, pimpinan perbankan, keluarga wisudawan dan undangan lainnya.
Rektor memaparkan sejumlah prestasi yang diraih universitas dan program studi yang meraih akreditasi unggul serta klinik pratama rawat jalan UIN Sumatera Utara yang meraih akreditasi paripurna. Demikian pula Perpustakaan UIN Sumatera Utara berhasil mempertahankan akreditasi A.
Prof Dr Nurhayati MAg juga mengapresiasi prestasi mahasiswa, tenaga kependidikan dan dosen UIN Sumatera Utara yang memiliki semangat, motivasi, kesungguhan dan keseriusan untuk berprestasi ditingkat nasional dan internasional.
Prestasi lainnya adalah menembus perangkingan 1.500 dunia THE Impact Ranking 2025. "Yang menggembirakan hanya ada dua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yakni UIN Sumatera Utara dan UIN Raden Intan Lampung. Humas dan keuangan UIN Sumatera Utara juga menjadi terbaik di kementerian agama.
"Prestasi ini buah dari kerja keras sivitas akademika UIN Sumatera Utara. Terima kasih juga pada seluruh senat dan pimpinan yang sungguh sangat luar biasa untuk memajukan UIN Sumatera Utara. Kita memiliki komitmen kuat untuk menata dan mengelola UIN Sumatera Utara sebagai warisan ulama dan masyarakat Sumut sesuai prinsip good university government" ucapnya.
Perbaikan mutu lulusan serta peningkatan fasilitas sarana dan prasarana terus dilakukan. "UIN Sumatera Utara telah merencanakan Renstra 2025-2029 dirumuskan visi baru menjadi universitas unggul dan diakui dunia dalam mewujudkan masyarakat pembelajar dan berkontribusi terhadap kemandirian bangsa dan kemanusiaan," tegasnya.
Prof Dr Nurhayati MAg menambahkan bahwa UIN Sumatera Utara ingin berkontribusi dalam pembangunan peradaban dunia yang lebih beradab dan bermartabat.
"Tatapan masa depan rekognisi internasional tidaklah bermakna UIN Sumatera Utara melupakan dan mengabaikan kemajuan dan capaian lokalitas. Justru sebaliknya, UIN Sumatera Utara akan terus meningkatkan kontribusinya dalam rangka pencapaian kemandirian bangsa," katanya.
Baca Juga: Indonesia-Australia Percepat Obat Infeksi Luka Diabetes: Terobosan Medis Cegah Amputasi
Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi menara gading yang berdiri kokoh dengan jubah akademi namun tak memiliki dampak dan manfaat bagi masyarakat. Perguruan tinggi, menurut Prof Dr Nurhayati MAg, harus mampu mentransformasikan kehidupan masyarakat ke arah yang lebih baik. "PTKIN harus benar-benar berdampak bagi masyarakat sehingga meningkatkan indeks kehidupan beragama, sosial, budaya, ekonomi dan politik," katanya.
Kepada 1.800 lulusan UIN Sumatera Utara, rektor mengucapkan selamat. Ia optimis alumni UIN Sumatera Utara dapat sukses dan berguna. "Tetap bersyukur pada Allah atas segala rahmat dan nikmat-Nya. Berterima kasih pada orangtua yang telah berkorban dan berjuang yang tak pernah berhenti berdoa untuk kesuksesan anak-anaknya," kata rektor.
Gubsu Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM dalam sambutan dibacakan Staf Ahli Gubsu Achmad Fadly SSos MSP juga memberi apresiasi terhadap para lulusan UIN Sumatera Utara sebagai generasi baru yang akan membangun masa depan Sumut dan Indonesia.
"Diruangan ini, ditengah wajah-wajah cerah yang duduk dengan toga kebanggaan, Saya merasakan semangat yang menyala dan semangat anak muda yang siap melangkah menjemput takdir sejarah," sebut gubernur.
Ia menegaskan bahwa UIN Sumatera Utara merupakan taman ilmu yang memadukan agama dan peradaban. Disini ayat-ayat suci bersanding riset sains. Nilai moral dipadukan dengan analisis akademik dan ke-Islaman yang moderat tumbuh sebagai karakter yang mendewasakan.
52 Tahun UIN Sumatera Utara, Gubernur menilai institusi ini semakin dewasa, semakin percaya diri dan semakin teguh menjadi pusat ilmu pengetahuan Islam modern yang berwawasan global.
Gubernur juga berpesan bahwa persaingan global semakin ketat dan teknologi bergerak cepat melampaui nalar dan keterampilan relevan jadi usang dalam hitungan tahun. "Namun justru dalam ketidakpastian itulah kita membutuhkan generasi yang kokoh imannya, kaya ilmunya dan kuat akhlaknya.
"Saya yakin UIN Sumatera Utara telah membekali kalian dengan pondasi yang kokoh, ilmu yang tidak hanya membentuk kecerdasan tetapi membentuk karakter dan pengetahuan yang tidak hanya mengasah pikiran tetapi juga menuntun hati," ujar gubernur.
Muhammad Bobby Afif Nasution berpesan wisudawan dan wisudawati bukan hanya lulusan universitas. "Kalian adalah khalifah fil ardh. Memikul amanah peradaban. Dalam diri kalian ada harapan umat, bangsa dan keluarga," harapnya.
Sumatera Utara, lanjut gubernur, sedang mengalami perubahan besar. Pemerintah provinsi sedang mengarahkan pembangunan untuk penguatan sumber daya manusia, transformasi ekonomi dan ketahanan sosial berbasis nilai-nilai budaya serta moderasi beragama.
"Kita ingin membangun Sumatera Utara yang inklusif yang menyatukan keberagaman, yang mendorong inovasi dan yang memanfaatkan potensi daerah secara berkelanjutan. Dalam upaya ini, kami tidak hanya membutuhkan infrastruktur fisik. Tetapi lebih dari itu, kami membutuhkan manusia-manusia kuat yang dapat membangun jembatan peradaban," sebutnya.
Dititik inilah UIN Sumatera Utara dan para lulusan dapat memainkan peran besar. Disinilah kita melihat pentingnya lulusan-lulusan yang memahami Islam secara moderat. "Yang mampu menjadi teladan ditengah-tengah masyarakat. Yang mampu berdialog dan memediasi membangun ruang-ruang kedamaian ditengah dinamika sosial," urainya.
Ia berharap lulusan UIN Sumatera Utara tak hanya menjadi profesional di bidangnya masing-masing. Tetapi juga menjadi penjaga harmoni, duta toleransi dan penabur benih kebaikan di masyarakat. Bawa pulang satu pesan. Bahwa gelar yang kalian sandang bukan sekadar simbol melainkan tanggung jawab. Ingatlah bahwa bangsa kita sedang menuju Indonesia Emas 2045.
Ditegaskannya, negara membutuhkan SDM yang adaptif, kreatif dan memiliki kepemimpinan moral. Kalian adalah bagian penting dari perjalanan ini. Jika jadi pendidik, jadilah pendidik yang menginspirasi murid untuk berpikir kritis dan berakhlak mulia. Jika kalian menjadi ekonom atau pebisnis, bangunlah ekonomi syariah yang membawa keadilan.
"Jika kalian menjadi birokrat atau penegak hukum, jadilah penjaga integritas. Jika kalian menjadi peneliti, teruslah menghidupkan api ilmu pengetahuan. Bila satu hari menjadi pemimpin, pimpinlah dengan hati yang jernih, kejujuran yang kuat dan visi yang jauh kedepan," tegas gubernur. (dmp)
Editor : Johan Panjaitan