Sumutpos.jawapos.com-Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) masuk dalam QS World University Rankings (WUR) Sustainability yang resmi dirilis Quacquarelli Symonds (QS) pada 18 November 2025. Pemeringkatan ini menilai kontribusi universitas terhadap keberlanjutan melalui tiga kategori utama yakni sosial, lingkungan dan tata kelola.
Pada edisi tahun ini, QS memasukkan 2.001 perguruan tinggi dari seluruh dunia dalam daftar pemeringkatan. UMSU menempati peringkat 12 di Indonesia pada kategori social impact (dampak sosial) atau pada posisi 415 di Asia dan termasuk dalam kelompok 1251+ secara global.
Kategori ini menggambarkan sejauh mana universitas memberikan manfaat kepada masyarakat melalui pendidikan, kesehatan, kesetaraan serta kolaborasi pengetahuan dan peluang kerja bagi mahasiswa dan alumni.
Dalam hasil pemeringkatan, UMSU menunjukkan kekuatan yang menonjol pada dua indikator utama. Pertama, health dan wellbeing yang menempatkan UMSU di peringkat 1 di Indonesia. Menunjukkan peran kuat kampus dalam program kesehatan masyarakat, kegiatan kemahasiswaan dan riset kesejahteraan sosial.
Kedua, indikator impact of education menempatkan UMSU di peringkat 2 nasional. Mencerminkan kualitas pembelajaran, relevansi kurikulum dan kontribusi pendidikan terhadap kehidupan masyarakat luas.
Selain UMSU, beberapa kampus lain dalam jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah juga masuk dalam daftar pemeringkatan QS Sustainability. Diantaranya Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Rektor UMSU Prof Dr Agussani MAP melalui Sumut Pos, Kamis (20/12) menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi kelanjutan dari prestasi UMSU dalam pemeringkatan regional dan global. Ia menilai bahwa masuknya UMSU dalam QS Sustainability memperlihatkan konsistensi kampus dalam membangun kontribusi yang berdampak bagi masyarakat.
"Ini melengkapi capaian QS Asia Ranking. Selama ini UMSU konsisten membangun kampus yang berdampak melalui berbagai peran mahasiswa, hasil riset, karya dan pengabdian kepada masyarakat. Pengakuan ini menunjukkan bahwa langkah yang dijalankan kampus memiliki makna pada tingkat internasional,” sebutnya.
Prof Dr Agussani MAP menegaskan bahwa UMSU akan terus memperkuat agenda keberlanjutan melalui riset terapan, inovasi pembelajaran, kerja sama nasional dan internasional serta program pemberdayaan yang dilakukan mahasiswa dan dosen.
Ia menambahkan pemeringkatan ini memberi pijakan untuk memperluas inisiatif keberlanjutan di tahun mendatang. Termasuk peningkatan kualitas data institusi, penguatan aktivitas lingkungan dan perbaikan aspek tata kelola.
Sebagai pemeringkatan yang memadukan dimensi pendidikan, riset, pengabdian dan tata kelola, lanjut rektor, QS Sustainability memberikan gambaran menyeluruh mengenai kontribusi universitas terhadap keberlanjutan dunia. Metodologi penilaian mencakup tiga kategori besar environmental impact, social impact dan governance dengan indikator seperti pendidikan lingkungan, riset keberlanjutan, kesehatan masyarakat, kualitas pendidikan, kesetaraan, pertukaran pengetahuan, peluang kerja hingga transparansi institusi.
Rektor juga mengatakan bahwa semua indikator dihitung melalui kombinasi data riset, data institusi, survei reputasi, alumni dan statistik nasional.(dmp/han)
Editor : Johan Panjaitan