Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Innovation Day 2025, SMKN Pertanian Pembangunan 1 Kualuh Selatan Raih Juara Harapan I Tingkat Provinsi

Juli Rambe • Sabtu, 22 November 2025 | 19:00 WIB
PRESTASI: SMKN Pertanian Pembangunan Kualuh Selatan meraih Juara Harapan 1 pada ajang Innovation Day 2025. (Dok: istimewa)
PRESTASI: SMKN Pertanian Pembangunan Kualuh Selatan meraih Juara Harapan 1 pada ajang Innovation Day 2025. (Dok: istimewa)

 

LABURA, SUMUT POS- SMKN Pertanian Pembangunan 1 Kualuh Selatan kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Innovation Day 2025 tingkat Provinsi Sumatera Utara. 

Sekolah berbasis pertanian tersebut berhasil meraih Juara Harapan I melalui inovasi bertema “Pakan Ternak Ayam Kampung Berbasis Bahan Lokal”, dengan 2 Guru pembimbing Suriadi, SP dan Nurzuriati S.Pd.

Inovasi ini dikembangkan oleh tim siswa dari kelas X-3 Agribisnis Tanaman Perkebunan ada 3 siswa yang berkontribusi dalam mendapatkan juara harapan 1 yaitu Zarhan Falkateihamdi Nasution, Marham Ramadhan Sitorus, dan Mhd Ihksan. 

Dengan memanfaatkan bahan-bahan alami seperti dedak, fermentasi probiotik, serta campuran tanaman lokal bernutrisi tinggi. Produk pakan tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi pertumbuhan ayam kampung sekaligus menekan biaya produksi bagi peternak.

Kepala SMKN Pertanian Pembangunan 1 Kualuh Selatan Dame Ginda, SS menyampaikan rasa bangga atas pencapaian ini. Prestasi ini menunjukkan bahwa siswa mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga bermanfaat langsung bagi masyarakat, khususnya peternak ayam kampung.

"Dengan capaian ini, siswa SMKN Pertanian Pembangunan 1 Kualuh Selatan semakin memperkuat posisi sebagai sekolah yang mampu melahirkan inovator muda di bidang pertanian dan peternakan," ucap Dame 

Sementara itu, Kepala Jurusan Pertanian Susi, SP menyampaikan apresiasi atas keberhasilan siswa jurusan pertanian yang meraih prestasi dalam ajang Innovation Day tingkat Provinsi. 

Dalam pernyataannya, Susi menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, dan komitmen siswa dalam mengembangkan produk berbasis kebutuhan masyarakat. 

Ia menilai inovasi pakan ternak itu mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan efisiensi budidaya ayam kampung.

Susi juga menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut diharapkan menjadi pemacu bagi siswa lain untuk terus mengembangkan kreativitas dan mengikuti berbagai kompetisi ilmiah. 

"Pihak jurusan berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan inovasi di kalangan siswa sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di bidang pertanian," pungkasnya.

Guru pembimbing tim inovasi satu Suriadi, SP mengatakan Inovasi ini lahir dari sebuah kebutuhan sederhana. Banyak peternak di desa, harga pakan komersial yang terus meningkat menjadi tantangan besar. Dari sinilah para siswa memulai perjalanan riset mereka memanfaatkan apa yang ada di sekitar dedak halus, ampas kelapa, daun pepaya, daun katuk, dan probiotik fermentasi. Semua diramu dengan teknik sederhana, namun penuh perhitungan.

"Dengan proses fermentasi selama beberapa hari, pakan ini tidak hanya bernutrisi lebih tinggi tetapi juga lebih mudah dicerna oleh ayam kampung. Uji coba yang dilakukan menunjukkan hasil yang membanggakan. Ayam tumbuh lebih cepat hingga delapan belas persen, dan tingkat kesehatannya meningkat berkat probiotik alami di dalam pakan. Dampaknya sangat nyata. Peternak dapat menekan biaya produksi hingga empat puluh persen. Sementara kualitas daging ayam kampung tetap terjaga bahkan lebih baik," ujarnya

Sementara guru Pembimbing tim inovasi dua Nurzuriati, S.Pd mengatakan rasa bangga dan haru atas pencapaian ini meskipun belum mendapatkan juara pertama tetapi prestasi ini membuktikan bahwa siswa mampu melahirkan inovasi yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. 

"Proses penelitian melibatkan pengamatan lapangan, diskusi dengan peternak, dan serangkaian pengujian nutrisi sederhana. Kreativitas dan ketekunan siswa adalah kunci keberhasilan. Mereka turun langsung ke kandang, mencoba berbagai komposisi pakan, hingga menemukan formula yang paling efektif,” terangnya. (mag-11/ram)

 

 

Editor : Juli Rambe
#SMKN Pertanian Pembangunan Kualuh Selatan #Innovation Day 2025