Sumutpos.jawapos.com-Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu'ti minta Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) membantu para korban terdampak bencana Sumatera yang terjadi di Sumut, Aceh dan Sumbar.
"UMSU punya komitmen kuat dan sudah ditunjukan untuk membantu korban bencana," kata menteri didampingi Didik Suhardi (staf ahli Mendikdasmen yang juga ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah) dan Prof. Dr. Agussani, M.AP (rektor UMSU).
Permintaan ini diungkapkan Prof. Dr. Abdul Mu'ti saat meninjau lokasi penampungan pengungsi korban banjir bandang di Sumut dan Aceh, Selasa (9/12).
Menteri mengemukakan bahwa UMSU memiliki kemampuan dan sumber daya untuk melakukan pendampingan dan dana yang mungkin bisa juga digunakan untuk membantu pemulihan aktivitas pendidikan di lokasi terdampak bencana. "Ini Pak Rektor, saya yakin UMSU bisa membantu," katanya.
Dalam kunjungannya, menteri melihat kondisi Sekolah Dasar Negeri 057239 Sekoci Besitang di Kabupaten Langkat. Kondisi gedung sekolah tampak porak poranda, bahkan ada kelas yang dindingnya jebol tersapu banjir.
Mendikdasmen memberikan bantuan dan memberi semangat siswa yang terpaksa belajar di tenda darurat. Usai menyapa siswa dan berdialog dengan Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti, para guru dan siswa.
Selanjutnya menteri didampingi rektor UMSU ke Aceh Tamiang. Sepanjang perjalanan nampak kondisi rumah warga korban terdampak bencana yang porak poranda sebagian rusak parah dan sisa-sisa genangan air dan lumpur tebal masih tampak di dalam rumah warga.
Tenda-tenda pengungsi dan tempat penampungan sementara korban terdampak bencana masih tampak dipenuhi warga karena rumah tempat tinggal yang rusak.
Bahkan di perjalanan tampak truk tanki pengangkut bahan bakar terangkat ke atas menimpa truk tanki lainnya. Banjir di Aceh Tamiang juga menyisakan banyak kerusakan rumah dan fasilitas umum termasuk sekolah.
Mendikdasmen mengunjungi posko penanganan bencana di pendopo kantor Bupati Aceh Tamiang. Ia pun berdialog dengan penangungjawab posko terkait kondisi dan penanganan korban bannir. Kepada anak-anak yang terdampak banjir, menteri meminta agar tetap semangat.
Dalam kesempatan itu, menteri menegaskan bahwa pemulihan layanan pendidikan di wilayah terdampak bencana banjir dan longsor menjadi prioritas agar proses pendidikan bisa berjalan kembali normal.
Untuk sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan parah, segara diperbaiki. Siswa yang sebentar lagi akan melaksanakan ujian semester, kata menteri, tidak diharuskan dan dipaksakan untuk ikut. Sebab situasinya darurat.
Selain ke posko bencana di Aceh Tamiang, Mendikdasmen juga meninjau sejumlah sekolah termasuk SMP Muhammadiyah Kualasimpang dan menyerahkan uang Rp.25 juta. Dalam kesempatan itu, menteri kembali memberikan pesan khusus kepada rektor UMSU untuk ikut membantu pemulihan aktivitas sekolah.
Prof. Dr. Agussani, M.AP mengungkapkan kesediannya untuk membantu pemulihan aktivitas pendidikan sebagai komitmen universitas untuk terlibat aktif dalam penanganan bencana.
Sejak awal peristiwa bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Sumut dan Aceh, lanjut rektor, UMSU telah melakukan berbagai langkah membantu para korban di sejumlah daerah di Sumut. Bahkan sejalan dengan kunjungan Mendikdasmen, UMSU turut membawa paket bantuan berupa bahan makanan siap saji dan barang kebutuhan pokok yang diserahkan di Posko Desa Sriwijaya dan Bukit Tempurung di Kabupaten Aceh Tamiang
"Sudah menjadi komitmen UMSU untuk berpartisipasi dalam penanganan bencana, dan khusus untuk pendidikan pihak universitas akan berkordinasi. Bagaimana bisa terlibat dalam pemulihan aktivitas pendidikan di sekolah terdampak bencana," katanya.
Ketua PDM Aceh Tamiang Junaidi, S.IP berterima kasih kepada UMSU yang telah memberikan paket bantuan ke warga terdampak bencana di kawasan Desa Sriwijaya dan Bukit Tempurung yang memang sulit terjangkau.
"Saya sengaja mengejar Pak Rektor yang saya dengar memdampingi Pak Menteri untuk menyampaikan ucapan terima kasih mewakili warga yang telaj memdapatkan paket bantuan UMSU," sebutnya.
Paket bantuan UMSU ke Desa Sriwijaya dan Bukit Tempurung dibawa Wakil Rektor II UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd dan Wakil Rektor III UMSU Dr. Rudianto, MSi.
Pengiriman paket bantuan berupa makanan siap saji dan bahan kebutuhan pokok sebanyak dua truk dilepas dari kampus oleh Wakil Rektor II UMSU Prof. Dr. Muhammad Arifin, M.Hum. (dmp)
Editor : Johan Panjaitan