Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

UNA Wisuda 400 Sarjana dan 7 Magister Hukum, Bupati Batubara dan Asahan Taruh Harapan Besar sebagai Lokomotif Perubahan

Johan Panjaitan • Selasa, 27 Januari 2026 | 08:30 WIB
Bupati Batubara H Baharuddin Siagian SH dan Wakil Bupati Asahan Rianto SH MAP menghadiri  wisudaa 400 Sarjana dan 7 Magister Hukum di UNA. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
Bupati Batubara H Baharuddin Siagian SH dan Wakil Bupati Asahan Rianto SH MAP menghadiri wisudaa 400 Sarjana dan 7 Magister Hukum di UNA. (ISTIMEWA/SUMUT POS)

ASAHAN, Sumutpos.jawapos.com-Universitas Asahan (UNA) kembali menegaskan perannya sebagai pilar pengembangan sumber daya manusia di Sumatera Utara dengan menggelar Sidang Terbuka Senat Wisuda ke-35 Program Sarjana dan Wisuda ke-6 Program Magister, Sabtu (21/1/2026), di Gelanggang Kampus UNA.

Sebanyak 400 lulusan Strata Satu (S1) dari lima fakultas—Teknik, Ekonomi, Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Pertanian, serta fakultas lainnya—resmi dikukuhkan, bersama 7 lulusan Program Magister Hukum (S2). Momentum akademik ini menjadi penanda konsistensi UNA dalam mencetak lulusan unggul dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Wisuda berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Rektor UNA Assoc. Prof. Dr. Mangaraja Manurung, SH, Ketua Yayasan UNA Drs. Mapilindo, M.Pd, Wakil Bupati Asahan Rianto, SH, MAP, Bupati Batubara H. Baharuddin Siagian, SH, M.Si, Wakil Ketua DPRD Asahan Nazaruddin, serta Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Prof. Drs. Saiful Matondang, MA, Ph.D.

UNA Teguhkan Komitmen Akademik dan Sosial

Mengusung tema “Excellent, Eco-Socio Environment, Religion Independent, Innovation and Personality”, wisuda ini mencerminkan visi UNA dalam membangun lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berwawasan lingkungan, berakar pada nilai keagamaan, mandiri, inovatif, dan berkarakter kuat.

Dalam sambutannya, Rektor UNA menyampaikan bahwa di usia ke-40 tahun, UNA semakin optimistis melangkah maju. Ia menegaskan komitmen universitas untuk terus berkontribusi nyata dalam mencerdaskan bangsa dan mendukung pembangunan Kabupaten Asahan serta Sumatera Utara.

“Alhamdulillah, UNA kini memiliki 12 program studi, dua program magister—Hukum dan Manajemen—serta satu Program Pendidikan Profesi Guru. Pada 2026, kami berkomitmen membuka Program Magister Pendidikan,” ujar Mangaraja Manurung.

Ia juga menekankan capaian UNA yang telah masuk klaster utama dalam bidang riset dan pengabdian kepada masyarakat, sebuah indikator meningkatnya kualitas akademik dan kontribusi institusi.

Wakil Bupati Asahan, Rianto, dalam sambutannya menegaskan bahwa gelar akademik bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal tanggung jawab intelektual di tengah masyarakat.

“Jangan pernah merasa cukup dengan apa yang telah diraih. Jadilah lulusan yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja dan menjadi solusi atas persoalan sosial,” pesannya.

Ia secara khusus menaruh harapan besar kepada lulusan pascasarjana agar menjadi lokomotif perubahan di bidang pendidikan, pemerintahan, riset, dan pengabdian masyarakat melalui gagasan dan inovasi yang berdampak nyata bagi daerah.

Senada dengan itu, Bupati Batubara H. Baharuddin Siagian mendorong para wisudawan untuk terus melanjutkan pendidikan hingga jenjang tertinggi. Menurutnya, peningkatan kualitas SDM menjadi kunci menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Generasi muda harus membekali diri dengan ilmu, keterampilan, dan keahlian yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Teruslah menggali potensi diri untuk mengabdi kepada bangsa, khususnya daerah tempat kalian berasal,” tegasnya.

Dosen UNA Cetak Sejarah Guru Besar

Pada kesempatan tersebut, Ketua Yayasan UNA Drs. Mapilindo, M.Pd menyampaikan kebanggaan atas pencapaian Prof. Dr. Sri Rahayu, M.Pd, dosen UNA pertama yang meraih gelar Guru Besar.

“Ini sejarah bagi UNA dan menjadi inspirasi bagi dosen-dosen lain. Beberapa dosen telah kami targetkan menyusul pada 2026–2027,” ujarnya.

Hal ini diperkuat oleh Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumut, Prof. Drs. Saiful Matondang, yang menyampaikan bahwa proses administrasi Guru Besar Prof. Sri Rahayu telah disetujui hingga tingkat kementerian dan tinggal menunggu penyerahan SK.

Dalam sambutannya, ia juga menekankan pentingnya transformasi digital kampus, pembelajaran hybrid, serta penguatan riset, inovasi, dan hilirisasi yang berdampak langsung bagi petani, nelayan, dan UMKM.(lib/han)

Editor : Johan Panjaitan
#sumber daya manusia #UNA #wisuda