Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Ketua MPR Dukung Sivitas Akademika UIN Sumatera Utara Mampu Bersaing di Tingkat Global

Johan Panjaitan • Rabu, 28 Januari 2026 | 07:15 WIB
KETUA MPR: Ahmad Muzani (5 kiri) bersama sivitas akademika UIN Sumatera Utara. (Istimewa/Sumut Pos)
KETUA MPR: Ahmad Muzani (5 kiri) bersama sivitas akademika UIN Sumatera Utara. (Istimewa/Sumut Pos)

Suasana khidmat menyelimuti Aula Biro Rektor Lantai 3 Kampus IV Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara pada Senin (26/1) saat jajaran pimpinan universitas dan puluhan mahasiswa menyambut kehadiran Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Ahmad Muzani.

Ketua MPR RI kepada sivitas akademika menyampaikan pidato kebangsaan bertajuk Penguatan Ideologi Pancasila di Tengah Geopolitik Global: Mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Acara ini menjadi momentum bagi sivitas akademika UIN Sumatera Utara untuk memantapkan posisi perguruan tinggi sebagai laboratorium kebangsaan yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai moral serta spiritual.

Rektor UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas kesediaan ketua MPR RI untuk berbagi wawasan kebangsaan di kampus hijau tersebut. Ia menekankan bahwa peran perguruan tinggi Islam sangat strategis dalam menyemai nilai moderasi, toleransi dan kemanusiaan di dalam bingkai Pancasila demi mendidik calon pemimpin bangsa.

Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag berharap agar diskusi ini memberikan bekal bagi mahasiswa untuk menjadi pribadi yang berdaya saing global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan salam penghormatan yang penuh kehangatan kepada Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag (rektor), Prof. Dr. Pagar, M.Ag (ketua senat), wakil rektor, kepala biro, guru besar, dekan dan seluruh mahasiswa UIN Sumatera Utara.

Ahmad Muzani pun membedah tantangan berat yang dihadapi generasi muda. Mulai dari disrupsi teknologi melalui revolusi industri 4.0 dan kecerdasan buatan hingga ancaman degradasi moral akibat arus informasi yang bebas. Ia menegaskan bahwa Pancasila bersama UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika adalah 'pusaka warisan' dari pendiri bangsa yang wajib dijaga sebagai fondasi wawasan kebangsaan. Pembangunan nasional harus selalu berakar pada identitas dan persatuan agar tidak goyah diterjang krisis identitas global.

Ketua MPR RI juga menyoroti fenomena bonus demografi yang sedang dialami Indonesia dimana penduduk usia produktif menjadi mayoritas. Ia mengingatkan bahwa jika kualitas sumber daya manusia tidak diperkuat melalui pendidikan dan inovasi, bonus ini berisiko menjadi 'bencana demografi' seperti meningkatnya pengangguran dan ketimpangan ekonomi.

Ahmad Muzani mendorong mahasiswa UIN Sumatera Utara untuk meningkatkan literasi digital, finansial dan kebangsaan agar mampu bersaing di tingkat global dengan tetap memegang teguh akar budaya bangsa.

Selain isu geopolitik dan ideologi, Ahmad Muzani secara khusus menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi bencana alam hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor yang mendominasi sepanjang tahun 2025.

Ia pun mengajak institusi pendidikan seperti UIN Sumatera Utara untuk menjadi pusat kajian mitigasi risiko dan pelopor gaya hidup berkelanjutan. Hal ini penting agar lulusan universitas tidak hanya kompeten secara intelektual, tetapi juga peka terhadap isu lingkungan dan memiliki solidaritas sosial yang tinggi sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Menutup pidatonya yang inspiratif, Ahmad Muzani menegaskan bahwa Indonesia Emas 2045 hanya akan terwujud melalui sinergi antara ilmu pengetahuan, iman dan pengabdian. Beliau berpesan agar seluruh mahasiswa tetap tangguh, inklusif dan menjadikan ajaran agama serta nilai Pancasila sebagai pedoman hidup yang tak terpisahkan.

Pidato ini diakhiri dengan harapan besar agar UIN Sumatera Utara terus mencetak SDM yang kompeten dan beretika sebagai benteng pertahanan ketahanan nasional.

Kehadiran tokoh nasional ini diharapkan semakin memperkuat semangat kebangsaan di lingkungan UIN Sumatera Utara sekaligus membuktikan bahwa kampus bukan sekadar tempat transfer ilmu, melainkan pusat pembentukan karakter kepemimpinan masa depan demi mewujudkan Indonesia yang adil, makmur dan bermartabat di mata dunia.

Turut hadir dalam kesempatan pula Staf Ahli Menteri Agama Prof. Dr. Iswandi Syahputra, Tenaga Ahli Menteri Agama Jojon Novandri, M.Si., Anggota Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI Martin Hutabarat, S.H., Staf Ahli Ketua MPR Hasan dan Wakil Rektor IV Universitas Jambi Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si. (dmp)

Editor : Johan Panjaitan
#pancasila #global #UIN Sumatera Utara #mpr ri