Sumutpos.jawapos.om-HM Daud Siagian meraih gelar doktor komunikasi dan penyiaran Islam setelah menjalani sidang terbuka promosi doktor di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (FDK UIN) Sumatera Utara, Senin (2/2). Ia lulus dengan IPK 3,64 (sangat memuaskan) dan menjadi doktor ke-163 di UIN Sumatera Utara.
Sidang promosi doktor koordinator Forum Da’i Sahabat Polisi Sumut ini dipimpin Rektor UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag, dengan sekretaris sidang Prof. Dr. Hasan Sazali, M.Ag (dekan FDK UIN Sumatera Utara). Sedangkan penguji terdiri dari Prof. Dr. Katimin, M.Ag, Dr. Winda Lustiawan, M.A, Prof. Dr. Hasan Sazali, MAg, Prof. Dr. Hasrat Efendi Samosir, M.A, Dr. Sahdin Hasibuan, M.Ag dan Dr. H. KRT Hardi Mulyono K. Surbakti, M.AP.
Dr. HM Daud Siagian menulis disertasi tentang figur Gubsu ke-15 dan mantan bupati Langkat yang dikenal dengan 'Sahabat Semua Suku'. Dalam disertasi berjudul: Komunikasi Politik H. Syamsul Arifin, S.E dalam Membangun Citra Positif di Kalangan Lintas Suku di Sumatera Utara, Dr. HM Daud Siagian mengkaji strategi komunikasi politik mantan Gubsu tersebut.
Dr. HM Daud Siagian mengemukakan bahwa dirinya telah mengenal H. Syamsul Arifin sejak 1992, saat menjabat ketua DPD KNPI Sumut. Ditegaskannya, Gubsu ke-15 ini bukan hanya seorang pemimpin. Tetapi sosok manusiawi yang tulus membangun relasi lintas identitas. Untuk itu Dr. HM Daud Siagian merasa penting menuliskan kajian akademik tentang komunikasi politik H. Syamsul Arifin, S.E.
Menurut Dr. HM Daud Siagian yang juga dosen UIN Sumatera Utara, H. Syamsul Arifin, S.E selalu mendengar sebelum memutuskan sesuatu yang membuat semua kelompok merasa dihargai. Keberagaman Sumut bukan potensi konflik, melainkan kekuatan kepemimpinan.
Dari situ lahir julukan Sahabat Semua Suku yang pertama kali disebutkan H. Martius Latuperissa (ketua FKPPI Sumut). Julukan ini terus melekat pada H. Syamsul Arifin, S.E karena lahir dari pengakuan sosial, bukan slogan politik.
Dr. HM Daud Siagian yang juga kepala Sentra Layanan Universitas Terbuka (Salut) Abatasa Medan mengatakan bahwa penulisan disertasi ini bertujuan menganalisis komunikasi politik H. Syamsul Arifin, S.E yang mampu membangun citra positif di tengah masyarakat lintas suku di Sumut.
Hasil riset menunjukkan keberhasilan tersebut bertumpu pada komunikasi interpersonal, sensitivitas budaya lokal dan pendekatan dialogis yang mengedepankan umpan balik masyarakat.
Strategi komunikasi H. Syamsul Arifin, S.E merefleksikan model komunikasi dua arah simetris (James Grunig) dan high-context communication (Edward T. Hall) yang menekankan pentingnya konteks budaya dalam penyampaian pesan politik. "Gaya kepemimpinan Syamsul Arifin sangat inklusif dan humanis," ujarnya.
Rektor UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag mengapresiasi atas ketekunan dan ketangguhan akademik Dr. HM Daud Siagian dalam menyelesaikan pendidikan strata tiga. Rektor juga menyampaikan penghargaan kepada Sujanna Astuti Siregar, SPd.AUD, M.Psi yang mendukung suaminya meraih gelar doktor. Penghargaan juga diberikan kepada anak dan menantu Dr. HM Daud Siagian. (dmp)
Editor : Johan Panjaitan