Sumutpos.jawapos.com-Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak, edukasi gizi menjadi langkah penting yang perlu dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu pendekatan yang efektif adalah edukasi dan pemanfaatan pangan fungsional, yaitu pangan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memiliki manfaat tambahan bagi kesehatan.
Pendekatan ini dinilai relevan untuk mendukung pencegahan berbagai permasalahan gizi di masyarakat. Dosen Institut Kesehatan Helvetia Medan Bd. Riska Maulidanita, SST., MKM menyampaikan edukasi dan pemanfaatan pangan fungsional kepada kader posyandu dan kader kesehatan di wilayah Kelurahan Pangkalan Mansyur Kecamatan Medan Johor, Selasa (10/2).
Kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan peran kader di tingkat komunitas. Kader dipandang memiliki posisi strategis dalam menjembatani informasi kesehatan antara tenaga kesehatan dan masyarakat, khususnya terkait kesehatan ibu dan anak.
Dalam pemaparannya, Bd. Riska Maulidanita, SST., MKM menjelaskan bahwa pangan fungsional dapat berasal dari bahan pangan lokal yang mudah diperoleh, seperti sayur, buah, kacang-kacangan, umbi-umbian dan sumber protein bergizi. Pemanfaatan pangan tersebut secara tepat dapat membantu meningkatkan status gizi ibu hamil, ibu menyusui, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Melalui kegiatan edukasi ini, kader posyandu dan kader kesehatan dibekali pengetahuan mengenai jenis, manfaat serta cara pengolahan pangan fungsional yang sederhana, aman dan terjangkau. Diharapkan kader mampu menyampaikan kembali informasi tersebut kepada masyarakat serta mendorong perubahan perilaku gizi yang lebih sehat di lingkungan masing-masing.
Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan kesehatan dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.
Dengan peran aktif kader posyandu dan kader kesehatan sebagai agen edukasi, pemanfaatan pangan fungsional diharapkan dapat menjadi salah satu upaya nyata dalam mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan berkualitas. (dmp/han)
Editor : Johan Panjaitan