Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Dari Limbah Pertanian Jadi Lumbung Harapan: UMN Al-Washliyah Bangkitkan Ekonomi Warga Aceh Tamiang Pasca Banjir

Johan Panjaitan • Minggu, 22 Februari 2026 | 11:36 WIB

BERDAMPAK: Program Mahasiswa Berdampak UMN Al-Washliyah di Desa Lubuk Sidup Aceh Tamiang. (Istimewa/Sumut Pos)
BERDAMPAK: Program Mahasiswa Berdampak UMN Al-Washliyah di Desa Lubuk Sidup Aceh Tamiang. (Istimewa/Sumut Pos)


Sumutpos.jawapos.com-Tim Program Mahasiswa Berdampak Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah bersama tim mitra kelompok tani menggelar kegiatan pendampingan kelompok tani dan usaha briket berbasis teknologi untuk pemulihan lahan dan pemanfaatan limbah kayu pasca banjir di Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (16/2).

Kegiatan yang dilaksanakan tim dosen dan tim mahasiswa berdampak UMN Al-Washliyah ini merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat pada Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Diktisaintek.

Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai relawan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang membawa gagasan, inovasi dan semangat pemulihan bagi masyarakat Desa Lubuk Sidup. Tim sepenuhnya mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pemulihan wilayah terdampak bencana.

Kepedulian tim dosen dan mahasiswa UMN Al-Washliyah tumbuh dari kondisi masyarakat pasca bencana di Desa Lubuk Sidup yang kehilangan harta benda dan sekaligus mata pencaharian. Melalui program ini, tim berupaya membangkitkan kembali perekonomian warga dengan pengembangan produksi briket sebagai energi alternatif dan pemberdayaan UMKM Rumah Kompos.

Tim dari UMN Al-Washliyah terdiri Dr. Leni Handayani, M.Si (ketua) bersama Sri Wahyuni, S.Si, M.Si dan Dian Habibie, S.P, M.P (anggota) serta 50 mahasiswa berdampak UMN Al-Washliyah.

Program ini diikuti ketua Kelompok Tani Lubuk Madu Sembilan dan ketua Kelompok Usaha Bersama Lubuk Sidup Berkah beserta anggota dan masyarakat
Materi pelatihan yang disampaikan ketua tim dosen terkait pembuatan kompos, pupuk organik cair, eco enzyme dan arang briket.

Materi ini dirancang untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat pasca bencana banjir, berfokus pada pengolahan limbah organik menjadi produk bernilai jual tinggi. Pemulihan lahan pertanian pasca-banjir yang dilakukan tim mahasiswa berdampak berbasis teknologi diawali dengan evaluasi kerusakan, pembersihan lumpur/sampah.

Kemudian dilaksanakan perbaikan drainase dan pengolahan tanah (penataan lahan). Hal ini untuk mengembalikan kesuburan tanah dengan pemberian pupuk organik dan asap cair sebagai pupuk alternatif yang cepat dalam pengembalian kesuburan lahan pertanian.

Selain itu juga dilaksanakan pemberian bantuan benih untuk pelaksanaan budidaya tanaman hortikultura dengan metode padat karya untuk mempercepat rehabilitas lahan. Pengelolaan limbah organik dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pasca banjir sebagai bentuk inisiatif bagaimana mengubah sampah menjadi berkah (kompos, POC, eco enzyme dan briket).

Dr. Leni Handayani, S.P, M.Si menjelaskan bahwa mengolah limbah menjadi produk fungsional (pupuk/energi) untuk lingkungan bersih dan peluang usaha mikro sebagai bentuk kemandirian dan peluang bisnis yang dapat dijual sebagai pupuk organik media tanam di perkotaan
Ia menambahkan bahwa pendampingan pembuatan eco enzyme sebagai cairan multifungsi hasil fermentasi limbah buah/sayur segar, gula merah dan air selama tiga bulan dapat dimanfaatkan masyarakat pasca banjir sebagai cairan pembersih lantai (menghilangkan bau amis lumpur) dan disinfektan alami rumah pasca-banjir.

Selain itu memanfaatkan sampah organik kering (ranting, batok kelapa dan daun kering kaku) yang diarangkan. Lalu dicetak menjadi bahan bakar alternatif. Briket arang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak alternatif pengganti minyak tanah ataupun kayu.

Hal ini juga dapat menjadi solusi untuk mengatasi kelangkaan minyak tanah dan juga gas elpiji serta mengurangi biaya pengeluaran untuk pembelian bahan bakar minyak.

Tim mahasiswa berdampak, lanjutnya, membuat strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dalam pengolahan limbah dan pemasaran dengan penggunaan media sosial. Kegiatan pelatihan ini melibatkan kelompok tani dan warga masyarakat dengan praktik langsung dalam pembuatan produk dan akan mengevaluasi produksi oleh tim dosen selama 3-6 bulan kedepan.

Ia mengungkapkan bersama Rumah Briket Medan dipimpin Ir. Rena Arifah Simbolon, M.Si sebagai narasumber akan terus mendampingi peserta pelatihan agar berhasil dalam produksi dan penjualan briket tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan yang berkelanjutan dengan memberikan manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan bagi masyarakat dengan pemanfaatan limbah yang merupakan sumber daya yang belum terolah. Pasca banjir sebagai momentum awal ekonomi kreatif.

Dr. Leni Handayani, M.Si mengajak kelompok tani dan masyarakat untuk memanfaatkan limbah pertanian seperti kayu, sayuran dan lainnya untuk diolah menjadi produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang memiliki nilai ekonomis sehingga dapat menambah pendapatan keluarga.

Ia berharap masyarakat dapat mengembangkan wirausaha berkelanjutan secara mandiri. "Limbah juga bisa jadi sumber uang," ujarnya.

Dr. Leni Handayani, S.P, M.Si juga menjelaskan bahwa tiap dosen sesuai dengan tridharma perguruan tinggi memiliki tiga kewajiban. Yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat memiliki ruang lingkup pemberdayaan kemitraan masyarakat dan bidang fokus adalah sosial humaniora dan ekonomi kreatif dengan mitra adalah kelompok tani. Ini sesuai dengan motto Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Diktisaintek).

Seluruh tim dosen dan mahasiswa berdampak UMN Al-Washliyah, lanjut Dr. Leni Handayani, S.P, M.Si, berterima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengembangan Kepada Masyarakat Kementerian Diktisaintek.atas pendanaan yang telah diberikan. "Program ini dapat menjadi ruang nyata untuk menghadirkan dampak positif dan inovasi langsung di lapangan serta sebagai pengalaman berharga bagi dosen dan mahasiswa yang terlibat," tuturnya.

Sedangkan Ketua Lembaga Pengabdian dan Inovasi Masyarakat (LPIM) UMN Al-Washliyah Dr. Alistraja Dison Silalahi, M.Si berterima kasih kepada kepala desa, kepala dusun dan masyarakat Desa Lubuk Sidup beserta tim dosen dan mahasiswa UMN Al-Washliyah sehingga terlaksana kegiatan program mahasiswa berdampak tahun 2026.

Dr. Alistraja Dison Silalahi, M.Si mengatakan bahwa pengabdian ini dapat memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat. "Pengetahuan yang diterima dapat dikembangkan kepada masyarakat lainnya," sebut ketua LPIM UMN Al-Washliyah.

"Rektor UMN Al-Washliyah Prof. Dr. H. Firmansyah, M.Si menyambut baik kegiatan ini. Rektor berharap UMN Al-Washliyah sebagai perguruan tinggi dapat berkontribusi dalam pemulihan kehidupan masyarakat pasca bencana di Sumatera khususnya di wilayah Aceh Tamiang. Mahasiswa UMN-Al Washliyah dapat mengabdikan dirinya, di tengah-tengah masyarakat yangn terdampak," ungkapnya.

Sementara itu, Ibu Yong selaku sekretaris Desa Lubuk Sidup mengapresiasi pelaksanaan program mahasiswa berdampak diwilayahnya. Ia optimis kegiatan ini berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat pasca bencana di Desa Lubuk Sidup. (dmp/han)

Editor : Johan Panjaitan
#UMN #kelompok tani #mahasiswa #Al-Washliyah #aceh tamiang #terdampak banjir #PKM