sumutpos.jawapos.com – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Indonesia. Sekelompok pelajar SMA berhasil mengharumkan nama bangsa setelah meraih medali emas dalam kompetisi internasional yang digelar di Malaysia.
Melansir Instagram @cretivox, Rabu (13/5/2026), prestasi tersebut diraih melalui inovasi bernama Olyra, perangkat deteksi dini Attention Deficit Hyperactivity Disorder yang dirancang untuk membantu proses identifikasi awal gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas.
Olyra menggabungkan perangkat keras berupa headband pembaca aktivitas otak dan perangkat lunak yang dikembangkan sendiri oleh para siswa. Teknologi ini diharapkan dapat membantu proses skrining awal secara lebih praktis dan efisien.
Baca Juga: MK Tolak Uji Materi UU IKN, Netizen: “Berarti Secara Hukum Ibu Kota Masih Jakarta”
Tim peraih medali emas terdiri atas Maheswara Nala Wisadewa, Farek Ibrahimiya Whisnuwardana, Amelia Fahima Atlatar, Jordan Oliver Adhiwinara dari SMAN 5 Yogyakarta, Jiwa Pertama Nugroho dari SMAN 6 Yogyakarta, Clara Letitia Olivia Gunawan dari SMAN 1 Kartasura, serta Raina Pio Aurelia Santosa dari SMA Regina Pacis Surakarta.
Keberhasilan mereka langsung menuai banjir apresiasi dari warganet. Banyak yang mengaku kagum karena inovasi tersebut lahir dari tangan para pelajar.
“Masih SMA tapi sudah bisa bikin alat yang bermanfaat untuk kesehatan. Keren sekali,” tulis seorang netizen.
“Indonesia tidak kekurangan anak-anak pintar. Semoga inovasi ini bisa benar-benar digunakan,” komentar akun lainnya.
“Calon ilmuwan hebat masa depan. Selamat untuk adik-adik,” ujar netizen.
Baca Juga: Dua Pelaku Begal Sadis di Binjai Terancam 12 Tahun Penjara, Pelajar Dibacok saat Pertahankan Motor
“Bikin bangga. Prestasi seperti ini yang harus lebih sering diberitakan,” tulis pengguna media sosial.
“Semoga pemerintah dan universitas mendukung penelitian mereka sampai diproduksi massal,” kata netizen lainnya.
Banyak pula warganet yang berharap Olyra dapat terus dikembangkan agar dapat dimanfaatkan oleh tenaga medis, sekolah, dan orang tua untuk mendukung deteksi dini ADHD.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa pelajar Indonesia memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat dunia melalui inovasi yang tidak hanya canggih, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat.(lin)
Editor : Redaksi