JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com – Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB-PTKIN) memperketat sistem pengawasan untuk mencegah praktik perjokian dalam seleksi masuk perguruan tinggi tahun ini. Langkah tersebut dilakukan menyusul terungkapnya sejumlah kasus kecurangan pada seleksi perguruan tinggi negeri umum sebelumnya.
Pengawasan paling ketat akan diterapkan pada jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri yang saat ini masih membuka pendaftaran hingga akhir Mei.
Bendahara Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), Martin Kustati mengatakan, panitia telah menyiapkan delapan strategi pengamanan untuk memastikan proses seleksi berjalan jujur dan transparan.
Salah satu langkah utama adalah menempatkan petugas di setiap ruang ujian guna memeriksa kecocokan identitas peserta dengan foto pada kartu ujian. Pemeriksaan dilakukan secara detail untuk mengantisipasi penggunaan identitas palsu maupun praktik perjokian.
Baca Juga: Afgan Rayakan 18 Tahun Karier Lewat Konser Megah dan Penuh Cerita Personal
Selain itu, seluruh peserta juga wajib melewati pemeriksaan menggunakan alat detektor sebelum memasuki ruang ujian. Panitia hanya mengizinkan peserta membawa alat tulis sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
“Yang boleh dibawa masuk hanya alat tulis sesuai ketentuan panitia,” ujar Martin, baru-baru ini.
Barang bawaan peserta lainnya akan ditempatkan di ruangan khusus selama ujian berlangsung. Langkah itu dilakukan untuk menutup celah penggunaan perangkat komunikasi maupun alat bantu elektronik ilegal.
Sementara itu, Ketua Panas PMB PTKIN, Abd. Aziz menegaskan bahwa aspek integritas menjadi perhatian utama dalam proses seleksi tahun ini.
Menurut Aziz, peserta yang terbukti terlibat praktik perjokian akan langsung dikenai sanksi pembatalan pendaftaran. Bahkan, apabila ditemukan unsur pidana, kasus tersebut dapat dilanjutkan ke aparat penegak hukum.
“Sanksi bagi yang terlibat perjokian adalah pembatalan pendaftaran,” tegasnya.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo di Ambang Dobel Trofi Bersama Al-Nassr
Tahun ini, total kapasitas penerimaan mahasiswa baru di lingkungan PTKIN melalui seluruh jalur seleksi mencapai 186.889 kursi. Sementara khusus jalur UM-PTKIN, kuota yang disediakan sekitar 80 ribu mahasiswa.
Hingga pertengahan Mei, jumlah pendaftar tercatat sudah mencapai sekitar 60 ribu peserta. Panitia memperkirakan angka tersebut masih akan terus bertambah, terutama setelah pengumuman hasil UTBK-SNBT 2026 pada 25 Mei mendatang.
Selain penguatan pengawasan seleksi, PTKIN juga mulai menerapkan kebijakan baru bagi mahasiswa baru. Tahun ini, mahasiswa diwajibkan tinggal di ma’had atau asrama kampus, menyesuaikan kapasitas masing-masing perguruan tinggi.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan