Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Universitas Negeri Medan Perkuat Literasi Digital Guru SD, Bekali Cara Tangkal Hoaks Sejak Dini

Johan Panjaitan • Jumat, 29 Mei 2026 | 16:23 WIB
 
DIABADIKAN: Tim PKM tim dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UNIMED foto bersama guru-guru SD Swasta Kristen Sungai Kehidupan Martubung, pada kegiatan pelatihan dengan mengusung  tema “Literasi Digital bagi Guru Sekolah Dasar dalam Mengidentifikasi Berita Hoaks di Kalangan Siswa SD” (Dok Tim PKM Dosen Unimed/Sumut Pos)
DIABADIKAN: Tim PKM tim dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UNIMED foto bersama guru-guru SD Swasta Kristen Sungai Kehidupan Martubung, pada kegiatan pelatihan dengan mengusung tema “Literasi Digital bagi Guru Sekolah Dasar dalam Mengidentifikasi Berita Hoaks di Kalangan Siswa SD” (Dok Tim PKM Dosen Unimed/Sumut Pos)

 

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Perkembangan teknologi digital yang semakin cepat membawa tantangan baru bagi dunia pendidikan, terutama di kalangan anak-anak usia sekolah dasar. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Negeri Medan (UNIMED) kembali menunjukkan komitmennya melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan menggelar pelatihan literasi digital bagi guru SD Swasta Kristen Sungai Kehidupan Martubung, Senin (18/5/2026).

Mengusung tema “Literasi Digital bagi Guru Sekolah Dasar dalam Mengidentifikasi Berita Hoaks di Kalangan Siswa SD”, kegiatan tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat kemampuan guru menghadapi arus informasi digital yang semakin sulit dibendung.

Pelatihan dipandu tim dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UNIMED, yakni Hawai Apriani Br Ginting, Diah Mutiara Isnaeni, Johannes Jefria Gultom, dan Karunia Devi Frida.

Baca Juga: Penjelasan Panitia ASEAN U-19 2026 Terkait Video Viral Komunitas Berlari di Stadion Teladan

Dalam pelatihan tersebut, para guru tidak hanya diajarkan cara menggunakan teknologi digital, tetapi juga dibekali kemampuan memahami, memilah, dan memverifikasi informasi yang beredar di media digital.

Menurut pemateri, literasi digital saat ini menjadi kebutuhan mendesak karena anak-anak sekolah dasar sudah sangat akrab dengan gawai, media sosial, video daring, hingga permainan digital. Namun di sisi lain, kemampuan mereka membedakan informasi benar dan palsu masih sangat terbatas.

Karena itu, guru dinilai memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam membangun pola pikir kritis siswa terhadap informasi yang mereka konsumsi setiap hari.

Dalam sesi pelatihan, peserta dikenalkan pada berbagai ciri berita hoaks, dampak penyebaran informasi palsu, hingga langkah sederhana melakukan verifikasi informasi sebelum membagikannya kembali.

Salah satu pesan utama yang ditekankan kepada peserta ialah pentingnya membangun budaya “Saring sebelum sharing” sebagai fondasi etika digital di lingkungan sekolah.

Tak hanya soal hoaks, pelatihan juga membahas aspek keamanan digital. Para guru diberikan pemahaman mengenai perlindungan data pribadi, keamanan akun digital, ancaman phishing, hingga bahaya cyberbullying yang kini mulai banyak menyasar anak-anak.

Baca Juga: Rico Waas Tegaskan Komunitas Lari di Stadion Teladan Tidak Ada Izin dari Pemko Medan

Agar lebih mudah dipahami, kegiatan dikemas secara interaktif melalui diskusi kasus, analisis berita, role play, hingga pembuatan poster anti-hoaks. Peserta juga diperkenalkan pada berbagai metode penerapan literasi digital dalam mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia, PPKn, dan IPAS.

Melalui program ini, UNIMED berharap para guru mampu menjadi teladan dalam penggunaan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab.

Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen UNIMED dalam mendukung transformasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan era digital, sekaligus membangun generasi muda yang kritis, cerdas, dan bijak dalam menghadapi banjir informasi di dunia maya.(rel/han)

Editor : Johan Panjaitan
#pelatihan #literasi #guru sd #digital #unimed