SAMOSIR, SUMUTPOS - Tim Dosen Universitas Negeri Medan (UNIMED) sangat antusias menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Parlondut, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, 22 Mei 2026. Kegiatan ini mengambil tema: "Pemberdayaan Komunitas Lokal Melalui Co-Creation Geoproduk Berbasis Geologi di Desa Wisata Bagot, Geopark Kaldera Toba".
Program ini bertujuan mendorong pengembangan Geoproduk berbasis warisan geologi melalui pendekatan Co-Creation bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Bagot, sekaligus memperkuat identitas Geopark Kaldera Toba (GKT) dan mendukung pemenuhan standar UNESCO Global Geopark.
Sebab, Kawasan Geopark Kaldera Toba menerima kartu kuning karena pengelolaannya belum sesuai standar UNESCO pada September 2023. Keterbatasan pengelolaan ini disebabkan pembangunan berbasis geopark yang mengedepankan konservasi dan pemberdayaan masyarakat lokal belum optimal. Akibatnya perpanjangan status kartu kuning diberikan hingga tahun 2026 untuk memastikan perbaikan dan pengembalian status hijau.
Baca Juga: Polisi Dalami Transformasi THM Dragon Jadi Phantom KTV
Sebagai masyarakat di desa itu menyadari bahwa Kawasan Danau Toba masuk dalam Geopark. Namun, pengetahuan mereka masih terbatas dan cenderung hanya mengenali logo Wonderful Indonesia di beberapa papan destinasi wisata.
“Yang saya ketahui tentang Geopark hanyalah adanya logo Wonderful Indonesia di beberapa titik papan. Dan, beberapa kali saya melihat tulisan 'Anda berada di kawasan Geopark'. Kalau untuk geoproduk saya belum paham sama sekali karena pada umumnya kami buat produk dengan nama label sendiri. Bahkan untuk kemasan kami juga masih seadanya," ungkap Ketua Pokdarwis Desa Bagot, Jekiman Sitanggang.
Kondisi itu menunjukkan perlunya edukasi lebih lanjut agar masyarakat benar-benar memahami makna dan nilai warisan geologi kawasan tersebut.
Baca Juga: Kasus CitraLand Mengarah ke Sengketa Administrasi, Unsur Korupsi Dinilai Belum Terlihat
Tim Dosen Teknik Lingkungan UNIMED diketuai Yuni Yolanda, S.Pi., M.Si., bersama anggota: Jenri P Hutasoit, S.T.P., M.T.P. (Dosen Gizi), Novrizaldi Wardana, S.T., M.Si., Fikryah Atikah Pane, S.T., M.T., Anni Zahara Putri, S.T., M.T., dan Wisnu Prayogo, S.T., M.T. (pendamping lapangan) turun langsung ke lapangan. Mereka didampingi mahasiswa Prodi Manajemen Konstruksi, yakni Diko Pangihutan Pakpahan, Thya Ifhada Tambunan, M Wisnu Widjaya, Laurensia Bakara, dan Zeti Rahmadani.
Ketua Tim Dosen Pengabdian Masyarakat UNIMED, Yuni Yolanda, S.Pi., M.Si., melakukan pengenalan Geoproduk Desa Bagot kepada anggota Pokdarwis dengan tetap mempertahankan warisan lokal yang sudah ada.
Dalam kegiatan ini, peserta diperkenalkan dengan berbagai produk unggulan yang telah diberi penamaan geoproduk berdasarkan kajian literatur, termasuk Bolu Kaldera Bagot (Volcanic Caldera Cake), Putu Ayu Bagot (Toba Volcanic Green Cake), Bagot Teko (Toba Geothermal Brew), Pancake Bagot atau Tukkup Bagot (Toba Volcanic Pancake), Ayam Napinadar (Toba Geothermal Fire Cuisine), Nila Tombur (Lake Toba Caldera Fish), dan Ubi Bagot (Toba Volcanic Spice).
Baca Juga: Universitas Negeri Medan Perkuat Literasi Digital Guru SD, Bekali Cara Tangkal Hoaks Sejak Dini
Selain penamaan, Tim PkM Dosen UNIMED juga memberikan edukasi tentang kemasan yang aesthetic dan biodegradable, serta strategi branding agar produk dapat dikenal lebih luas di masyarakat dan wisatawan.
Kegiatan ini menjadi tonggak inisiasi geoproduk pertama di Provinsi Sumatera Utara, dengan Desa Bagot dipilih sebagai desa percontohan pertama di Pulau Sumatera.
Program ini tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan produk baru, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi lokal, memperkuat identitas Geopark Kaldera Toba, dan menanamkan kesadaran tentang pentingnya pelestarian warisan geologi dan budaya.
"Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Desa Bagot diharapkan mampu mengembangkan produk lokal berbasis geologi yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga edukatif dan berkelanjutan, sehingga menjadi model bagi desa-desa lain di kawasan Geopark Kaldera Toba," harap Yuni Yolanda. (dek)
Editor : Redaksi