Sambut HUT RI ke-81, Mahasiswa KKN STAIN Madina dan Warga Desa Gading Bangun Gapura Kemerdekaan

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:02 WIB
Sambut HUT RI ke 82, Mahasiswa KkN STAIN Madina bersama warga Desa Gading gotong royong bangun Gapura Kemerdekaan, Rabu 12 Agustus 2026. (Mitra Harahap/Sumut Pos)
Sambut HUT RI ke 82, Mahasiswa KkN STAIN Madina bersama warga Desa Gading gotong royong bangun Gapura Kemerdekaan, Rabu 12 Agustus 2026. (Mitra Harahap/Sumut Pos)

 

PADANG LAWAS, Sumutpos.jawapos.com-Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia mulai terasa di Desa Gading, Kecamatan Barumun Barat, Kabupaten Padang Lawas. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 33 STAIN Mandailing Natal (Madina) bersama pemerintah desa dan pemuda Naposo Nauli Bulung (NNB) bergotong royong membangun gapura kemerdekaan.

Kegiatan yang dimulai Rabu (12/8/2026) siang itu bukan sekadar mempercantik wajah desa menjelang perayaan kemerdekaan. Lebih dari itu, pembangunan gapura menjadi ruang bertemunya semangat mahasiswa dengan tradisi gotong royong masyarakat.

Di lokasi pembangunan, mahasiswa KKN, aparat desa, dan pemuda NNB terlihat bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan. Sebagian memotong dan merangkai bambu, lainnya menyiapkan struktur kayu hingga mengecat dan memasang ornamen bernuansa merah putih.

Baca Juga: Dokumen Tercecer Ternyata Dipegang Nany Widjaja, Terungkap di Persidangan

Suasana kerja bakti berlangsung dalam keakraban. Pembagian tugas dilakukan menyesuaikan kemampuan masing-masing, sementara masyarakat ikut memberikan dukungan melalui tenaga maupun penyediaan bahan lokal.

Ketua Kelompok KKN 33 STAIN Madina, Andri Saputra, mengatakan gagasan pembangunan gapura lahir dari diskusi bersama dan aspirasi tokoh masyarakat Desa Gading.

“Kami ingin memberikan kontribusi yang berkesan dan bermanfaat bagi Desa Gading. Proyek gapura ini bukan sekadar untuk memperindah lingkungan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, persatuan, dan rasa nasionalisme antara mahasiswa dan warga,” ujar Andri.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pembangunan. Mahasiswa tidak ingin sekadar menjalankan program KKN, tetapi juga meninggalkan sesuatu yang memiliki nilai sosial dan dapat dikenang warga.

Jadi Simbol Kebersamaan Warga

Pemerintah Desa Gading menyambut positif inisiatif tersebut. Kepala Desa Gading Ali Akbar Hasibuan hadir bersama Kasi Pemerintahan Setiadik Hasibuan dan Ketua NNB Samson Risalah Siregar untuk melihat langsung proses pengerjaan.

Ali Akbar mengapresiasi semangat mahasiswa dan pemuda yang memilih menghidupkan kembali budaya gotong royong dalam menyambut momentum kemerdekaan.

Baca Juga: Ini Karakter Orang yang Disukai di Dunia Kerja, Gampang Diterima di Berbagai Lingkungan Profesional

“Gapura ini akan menjadi landmark baru bagi desa kami sekaligus menjadi saksi bisu tingginya semangat generasi muda dalam memperingati hari kemerdekaan Indonesia,” tuturnya.

Bagi warga Desa Gading, pembangunan gapura tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa perayaan kemerdekaan tidak selalu harus berlangsung dalam seremoni besar. Semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kerja bersama, kepedulian terhadap lingkungan, dan keterlibatan generasi muda dalam kehidupan masyarakat.

Pembangunan gapura ditargetkan rampung pada 16 Agustus 2026, tepat sehari sebelum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Jika target tersebut tercapai, gapura itu akan menjadi penanda masuknya Desa Gading dalam suasana perayaan kemerdekaan. Namun, nilai terbesarnya bukan sekadar pada bentuk fisik gapura, melainkan pada proses pembangunannya yang mempertemukan mahasiswa, pemuda, pemerintah desa, dan masyarakat dalam satu semangat: bekerja bersama untuk kampung halaman.(mag-12/han)

Editor : Johan Panjaitan
STAIN Madina gotong royong kkn gapura batas kota mahasiswa